Legenda Garuda “The Bird of Life”.

Garuda ini diceritakan membebaskan ibunya dari perbudakan.karena pembebasan ini makanya burung garuda digunakan sebagai simbol negara Indonesia, karena kita juga membebaskan diri dari penjajahan.

Dikisahkan bahwa Kadru dan Winata adalah dua bersaudara istri Resi Kesiapa. Kadru mempunyai anak angkat tiga ekor ular dan Winata memiliki anak angkat garuda. Kadru yang pemalas merasa bosan dan lelah mengurusi tiga anak angkatnya yang nakal-nakal karena sering menghilang diantara semak-semak. Timbullah niat jahatnya Kadru untuk menyerahkan tugas ini kepada winata. Diajaklah Winata bertaruh pada warna ekor kuda putih Uccaihswara yang sering melewati rumah mereka, dengan catatan yang kalah harus menuruti segala perintah pemenang. Kadru menganggap warnanya adalah hitam sedangkan Winata menganggap warnanya adalah putih.

Para ular tahu bahwa ibu mereka salah. Mereka memberi tahu Kadru, ibunya. Kadru kemudian membuat rencana agar anak-anaknya, para ular mengubah warna ekor kuda Uccaihswara dengan bisanya. Usaha ibu beranak itu berhasil, Winata kalah dan dijadikan budak oleh Kadru. Sejak saat itu Winata diperintahkan melayani segala keperluan Kadru dan mengasuh ketiga ular setiap hari. Winata selanjutnya meminta tolong pada Garuda, anaknya untuk membantu.

Ketika Garuda tumbuh besar, dia bertanya kepada ibunya mengapa dia harus menjaga ketiga saudara angkatnya. Setelah diceritakan tentang pertaruhan kuda Uccaihswara, maka Garuda mengerti. Ditanyakanlah kepada ketiga ular tersebut bagaimana caranya supaya ibunya dapat terbebas dari perbudakan ini. Dijawab oleh ular “bawakanlah aku air suci amerta yang disimpan di kahyangan serta dijaga para dewa dan berasal dari lautan susu”. Garuda menyanggupi dan segera mohon ijin ibunya untuk berangkat ke kahyangan.

Tentu saja para dewa tidak menyetujui keinginan Garuda sehingga terjadi perkelahian. Namun para dewa dapat dikalahkan. Melihat hal ini Batara Wisnu turun tangan dan Garuda dapat dikalahkan. Setelah mendengar cerita Garuda tentang keinginannya mendapatkan amerta, maka Batara Wisnu memeperbolehkan dengan syarat Garuda harus mau jadi kendaraan tunggangannya. Garuda menyetujui, sehingga bisa membawa air amerta kembali turun ke bumi

Sejak saat itu pula Garuda menjadi tunggangan Batara Wisnu. Dan dengan bekal air suci amerta inilah akhirnya Garuda dapat membebaskan ibunya dari perbudakan atas Kadru. Garuda dengan gagah perkasa menggendong ibunya dan bebas dari perbudakan.

Disadur dari artikel wisata Candi Kidal dan buku Petunjuk Wisata Sejarah Kabupaten Malang

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: