Arsip

Archive for the ‘GAMES SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN’ Category

Modul 6 : BERKARYA KETERAMPILAN

Februari 3, 2011 Tinggalkan komentar

A. KEGIATAN
Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu negeri akherat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS.Al Qashash, 28 : 77)

Perintah tuhan, agar manusia tidak berbuat kerusakan membuat manusia membuat karya keterampilan yang unik dan khas sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya. Daera-daerah di Nusantara ini memiliki karya keterampilan yang unik dan khas dan dikenal luas didaerah-daerah lainnya bahkan hingga kemanca negara.

B. ALAT DAN BAHAN
Berkarya keterampilan sangat ditentukan oleh alat dan bahan yang digunakan. Sebagian alat dan bahan yang dipergunakan sehari-hari seperti gunting, cutter dan lain-lain. Tetapi ada juga alat dan bahan yang khusus untuk satu jenis karya keterampilan saja.

C. LANGKAH KEGIATAN
Unsur-Unsur Karya Keterampilan :
1. Alat yang umum digunakan dalam proses berkarya keterampilan
Yakni berupa alat yang umum digunakan dalam berbagai proses berkarya keterampilan. Beberapa alat tersebut diantaranya adalah : Gunting, cutter, pisau, Golok/parang,gegep,tang,palu,alat gambar,alat tulis,dsb.
2. Alat Khusus untuk berkarya
Adalah jenis peralatan yang tidak umum tetapi sangat penting dalam pebuatan karya keterampilan,misalnya canting untuk kerajinan batik.
3. Bahan berkarya
Yakni yang digunakan secara kreatif dalam berkarya keterampilan, umumnya terdiri dari ; bahan lunak, bahan keras, bahan alami dan bahan buatan (sintetis).
4. Tekni berkarya umum dalam berkarya yakni ; teknik memotong, teknik menggunting, teknik menempel, teknik melipat, teknik menggambar, mektik mewarnai, teknik membetuk, teknik mengkontruksi.
5. Teknik khusus dalam berkarya yakni teknik-teknik yang dipergunakan dalam berkarya kerajinan, diantaranya ; menganyam, menyungging, membatik, dan memahat.

D. GAMES
Perhatikan jaringan dalam Indikator SBS Kelas 2 Semester 1, kemudian anda ditugaskan secara perorangan untuk membuat sebuah karya keterampilan tematik dengan gagasan dari kurikulum/pelajaran di sekolah dengan menggunakan salah satu atau beberapa unsur-unsur keterampilan diatas. lalu latih kembali untuk dipamerankan atau dijual.

E. APRESIASI DAN KRITIK SENI
Tahapan Apresiasi dan kritik seni Keterampilan yang baik :
1. Deskripsi / bercerita
Yakni berupa kegiatan mahasiswa yang lain menilai dan menceritakan atau menguraikan kembali apa adanya seperti yang tampak terlihat dihadapan kita atau segala sesuatu fenomena karya keterampilan yang dilihatnya. Berdasarkan Analisis Formal dengan menelusuri atau menganalisis berdasarkan Unsur-unsur seni keterampilan.

2. Evaluasi atau penilaian
Tahapan dalam kritik untuk menentukan kualitas suatu karya seni bila dibandingkan dengan karya lain yang sejenis. Disini Mahasiswa membandingkan dengan karya yang sejenis yang pernah dilihatnya.

3. Interpretasi
Penafsiran makna sebuah karya seni keterampilan meliputi tema yang digarap, simbol yang dihadirkan dan masalah-masalah yang dikedepankan kemudian Mahasiswa memberikan saran apa yang perlu ditambah atau dikurangi dari karya tersebut.

F. Selesai.

Modul 5 : BERKARYA SENI MUSIK

Februari 1, 2011 Tinggalkan komentar

A. KEGIATAN
Sejumlah penelitian membuktikan, musik mampu meningkatkan kecerdasan anak. Sekitar 4 tahun lalu, kebenaran teori ini diuji ulang oleh Prof. Martin Gardiner, ahli riset otak, yang melakukan penelitiannya terhadap 96 anak usia 5-7 tahun di sekolah musik di Providence, Rode Island (Inggris). Hasilnya, musik ternyata dapat membantu memperbagus kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung pada anak-anak. Bahkan anak-anak yang berkemampuan membaca di bawah rata-rata pun dapat mengejar ketinggalannya setelah mereka diperkaya dengan pelajaran musik.

B. ALAT DAN BAHAN
1. Sumber bunyi yang dihasilkan tubuh manusia.

C. LANGKAH KEGIATAN
1. Unsur-Unsur Seni Musik
Musik apapun yang kita dengar baik tradisional maupun nontradisional, tentu saja memiliki sejumlah unsure yang saling mendukung antara satu dengan lainnya. Unsure-unsur itu dibuat menjadi satu kesatuan dalam bentuk komposisi music yang tidak dapat dipisahkan, sehingga membentuk sebuah karya music yang siap untuk dinikmati. Unsur-unsur music itu adalah : suara, nada, ritme, melodi, harmoni dan notasi.

(g) Suara
Aspek-aspek dasar suara dalam musik biasanya dijelaskan dalam tala (pitch, yaitu tinggi nada), durasi (berapa lama suara ada), intensitas, dan timre (warna bunyi).

(h) Nada
Suara dapat dibagi-bagi ke dalam nada yang memiliki tinggi nada atau tala tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relative tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Perbedaan tala antara dua nada disebut sebagai interval. Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. Tangga nada yang paling lazim adalah tangga nada minor dan tangga nada pentatonic. Nada dasar suatu karya musik menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut.

(i) Ritme / Birama
Ritme adalah pengaturan bunyi dalam waktu. Birama merupakan pembagian kelompok ketukan dalam waktu. Tanda birama menunjukkan jumlah ketukan dalam birama dan not mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu ketukan. Nada-nada tertentu dapat diaksentuasi dengan pemberian tekanan dan pembedaan durasi.

(j) Melodi
Melodi adalah serangkaian nada dalam waktu. Rangkaian tersebut dapat dibunyikan sendirian, yaitu tanpa iringan, atau dapat merupakan bagian dari rangkaian akord dalam waktu (biasanya merupakan rangkaian nada tertinggi dalam akord-akord tersebut).

(k) Harmoni
Harmoni secara umum dapat dikatakan sebagai kejadian dua atau lebih nada dengan tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni juga dapat terjadi bila nada-nada tersebut dibunyikan berurutan seperti dalam arpeggio. Harmoni yang terdiri dari tiga atau lebih nada yang dibunyikan bersamaan biasanya disebut akord.

(l) Notasi
Notasi musik merupakan penggambaran tertulis atas musik. Dalam notasi balok, tinggi nada digambarkan secara vertical sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara horizontal. Kedua unsure tersebut membentuk paranadaa, disamping petunjuk-petunjuk nada dasar, tempo, dinamika, dan sebagainya.

B. Games
Perhatikan jaringan dalam Indikator SBS Kelas 1 Semester 1, kemudian anda ditugaskan secara perkelompok untuk membuat sebuah karya musik / lagu bebas/ekspresi gagasan dari kurikulum/pelajaran di sekolah dengan menggunakan salah satu atau beberapa unsur-unsur seni musik / lagu diatas. lalu latih kembali untuk dipentaskan disekolah sebagai praktek kompetensi.

C. Apresiasi dan Kritik Seni
Tahapan Apresiasi dan kritik seni yang baik :
1. Deskripsi / bercerita
Yakni berupa kegiatan mahasiswa yang lain menilai dan menceritakan atau menguraikan kembali apa adanya seperti yang tampak terlihat dihadapan kita atau segala sesuatu fenomena karya yang dilihatnya. Berdasarkan Analisis Formal dengan menelusuri atau menganalisis berdasarkan Unsur-unsur seni musik.

2. Evaluasi atau penilaian
Tahapan dalam kritik untuk menentukan kualitas suatu karya seni bila dibandingkan dengan karya lain yang sejenis. Disini Mahasiswa membandingkan dengan karya yang sejenis yang pernah dilihatnya.

3. Interpretasi
Penafsiran makna sebuah karya seni meliputi tema yang digarap, simbol yang dihadirkan dan masalah-masalah yang dikedepankan kemudian Mahasiswa memberikan saran apa yang perlu ditambah atau dikurangi dari karya tersebut.

D. Selesai.

Modul 4 : BERKARYA SENI TARI

Januari 27, 2011 Tinggalkan komentar

1. KEGIATAN

Dalam menikmati anugerah hidup yang diberikan oleh Allah SWT., manusia berekspresi dengan menyusun gerakan-gerakan badan yang indah membentuk suatu seni tari yang bertujuan memenuhi kebutuhan jiwa akan rasa indah. Melalui tari, anak dilatih untuk menggerakkan berbagai sensori motoriknya, melatih kepekaannya mengkoordinasikan antara gerakan dan bunyi, mengintrepretasikan pengalaman disekitarnya dalam gerak dan sebagainya.  Disamping itu, Melalui olahan atau buatan seni tari siswa dapat memahami kekayaan berbagai jenis varian tari dan kebudayaan di daerahnya maupun di daerah lain bahkan di mancanegara.

B.  ALAT DAN BAHAN

1.    Properti yang digunakan, rias dan busana (integrasi dengan Unsur Rupa)

2.    Musik / lagu anak-anak yang umum (Integrasi dengan Unsur musik)

C.  LANGKAH KEGIATAN

1.    Unsur-Unsur Seni Tari

Unsur-unsur dalam tari terdiri dari beberapa jenis, unsur-unsur itu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat diabaikan dan tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Dalam tari unsure-unsur itu adalah ; (a) Gerak, (b) Tenaga, (c) Irama atau ritme, (d) Ruang.

(a)      Gerak

Gerak merupakan medium utama dalam tari, karena gerak merupakan bahan baku atau subtansi dasar dari tari. Ide gagasan bermula dari gerak keseharian, bermain, olah raga, dan sebagainya kemudian diolah kedalam bentuk stilasi dan distorsi  lalu di dikomposisikan dan disusun berdasarkan kebutuhan ungkapan tarian sehingga menjadi satu komposisi atau koreografi. Terdapar dua jenis gerak tari yaitu gerak maknawi adalah gerak yang memiliki arti, dan gerak murni gerak tari yang tidak memiliki arti khusus dimana ungkapan gerak seutuhnya untuk keindahan gerak semata.

Wiraga yaitu kemampuan penari dalam melakukan/menarikan gerak dengan benar dan baik.

(b)      Tenaga

Tenaga dalam tarian terdiri dari tenaga kuat dan tenaga lembut, keduanya digunakan untuk mengawali, mengendalikan dan menghentikan gerak juga untuk membedakan adanya gerak yang bervariasi.

Baik tenaga kuat maupun tenaga lebut keduanya dalam tari digunakan sesuai dengan kebutuhan ungkapan tarian seperti karakter,tema dan yang lainnya. Oleh karena itu melalui unsur tenaga dapat membedakan jenis tarian yang satu dengan lainnya.

(c)      Ritme / Irama

Ritme / irama adalah gerakan lambat, sedang dan cepat dalam tarian, setiap tarian dibawakan dengan ritme yang bervariasi sehingga tampak lebih menarik.

Wirahma yaitu kemampuan penari dalam melakukan penghayatan secara musical.

(d)     Ruang

Pengertian ruang dalam tari adalah tempat yang digunakan untuk kebutuhan gerak. Gerak yang dilakukan dalam ruang dapat dibedakan ; (1) ruang sebagai tempat pentas dapat berupa arena, panggung proscenium, atau tempat pertunjukan lainnya. (2) ruang diciptakan oleh penari ketika membawakan tarian. Ketika penari menarikan gerak burung ruang yang digunakan akan lebih luas dibanding ketika penari menarikan gerak semut.

(e)      Wirasa

Yaitu kemampuan penari dalam mengekspresikan dan menghayati tarian yang dibawakan sehingga mampu menentukan sifat atau karakter tarian. Seperti ekspresi tari gagah, ekspresi tari halus, ekspresi tari lincah dan sebagainya.

(f)       Harmonis

Yaitu keserasian serta keterpaduan dari seluruh komponen tari yaitu ; wiraga, wirahma, dan wirasa ketika penari menari diatas panggung.

1.      Games

Perhatikan jaringan dalam Indikator SBS Kelas 1 Semester 1, kemudian anda ditugaskan secara perkelompok untuk membuat sebuah karya tari bebas/ekspresi gagasan dari kurikulum/pelajaran di sekolah dengan menggunakan salah satu atau beberapa unsur-unsur seni tari diatas. Pencarian gerak lakukan saat kuliah kemudian tentukan musik/lagu anak-anak lalu latih kembali di rumah untuk dipentaskan dikampus sebagai UTS praktek.

2.      Apresiasi dan Kritik Seni

Tahapan Apresiasi dan kritik seni yang baik :

a.         Deskripsi / bercerita

Yakni berupa kegiatan mahasiswa yang lain menilai dan menceritakan atau menguraikan kembali apa adanya seperti yang tampak terlihat dihadapan kita atau segala sesuatu fenomena karya yang dilihatnya. Berdasarkan Analisis Formal dengan menelusuri atau menganalisis berdasarkan Unsur-unsur seni tari.

b.         Evaluasi atau penilaian

Tahapan dalam kritik untuk menentukan kualitas suatu karya seni bila dibandingkan dengan karya lain yang sejenis. Disini Mahasiswa membandingkan dengan karya yang sejenis yang pernah dilihatnya.

c.         Interpretasi

Penafsiran makna sebuah karya seni meliputi tema yang digarap, simbol yang dihadirkan dan masalah-masalah yang dikedepankan kemudian Mahasiswa memberikan saran apa yang perlu ditambah atau dikurangi dari karya tersebut.

3.      Selesai.

Modul 3 : BERKARYA SENI RUPA

Januari 8, 2010 Tinggalkan komentar

A. KEGIATAN

Sebagai seorang guru, pemahaman terhadap esensi berkarya seni rupa sangat tergantung dengan kondisi lingkungan tempat seniman berada, sehingga melalui olahan atau buatan seni rupa siswa dapat memahami kekayaan alat dan bahan alam lingkungannya.

B.  ALAT DAN BAHAN

1.    Bahan alam

2.    Kerta lipat, gunting, lem, mistar, dus bekas berbagai ukuran bebas, benang kasur, sedotan,kapas.

C.  LANGKAH KEGIATAN

1.      Unsur-Unsur Seni Rupa

Pengetahuan dan gagasan ekspresi seni mengolah unsur-unsur seni rupa sesuai dengan keahlian dan kepekaan yang dimilikinya dalam mewujudkan gagasan karya seni. Unsur-unsur seni rupa umumnya dikelompokkan sebagai berikut ; (1) garis/line; (2) Raut (bidang dan Bentuk); (3) Ruang ; (4) Tekstur ; (5) Warna ; (6) Gelap-Terang.

2.      Prinsip-Prinsip Dasar Seni Rupa

Prinsip-prinsip seni rupa adalah kaidah atau aturan baku yang diyakini oleh beberapa seniman secara konvensional dapat membentuk sebuah karya seni yang baik dan indah.

Kaidah atau aturan baku ini disebut komposisi, berasal dari bahasa latin compotio yan artinya menyusun atau menggabungkan menjadi satu. Komposisi mencakup tiga bagian pokok yaitu : (1) Unity (kesatuan) (2) balance (Keseimbangan) (3) rhythm (penekanan,proporsi dan keselarasan).

(1)   Unity dalam karya seni rupa menunjukkan keterpaduan berbagai unsure (fisik dan non fisik) dengan karakter yang berbeda dalam sebuah karya. Unsure yang berpadu dan saling mengisi akan mendukung terwujudnya karya seni yang indah.

(2)   Balance, keseimbangan dalam penyusunan berbagai unsure ini ada yang simetrsi, yaitu menunjukkan atau menggambarkan beberapa unsure yang sama diletakkan dalam susunan yang sama (kiri-kanak, atas-bawah,dll).dan ada pula yang asimetris yaitu penyusunan unsure atau objeknya tidak ditempatkan secara sama namun tetap menunjukkan kesen keseimbangan.

(3)   Rhythm, tidak hanya dikenal dalam seni music. Dalam seni rupa, irama merupakan kesan gerak yang timbul dari penyusunan atau perpaduan unsure-unsur seni dalam sebuah komposisi. Kesan gerak dalam irama tersebut dapat bersifat harmoni dan kontras, pengulangan (repetisi) atau variasi.

3.      Games

Perhatikan jaringan dalam Indikator SBS Kelas 1 Semester 1, kemudian anda ditugaskan untuk membuat sebuah karya bebas/ekspresi gagasan dengan menggunakan alat dan bahan diatas (Bahan alam, Kardus bekas dengan ukuran bebas, Kerta lipat, gunting, lem, mistar, benang kasur, sedotan, kapas.)

4.      Apresiasi dan Kritik Seni

Tahapan Apresiasi dan kritik seni yang baik :

a.       Deskripsi / bercerita

Yakni berupa kegiatan mahasiswa yang lain menilai dan menceritakan atau menguraikan kembali apa adanya seperti yang tampak terlihat dihadapan kita atau segala sesuatu fenomena karya yang dilihatnya. Berdasarkan Analisis Formal dengan menelusuri atau menganalisis berdasarkan Unsur-unsur seni rupa dan prinsip-prinsip dasar seni rupa.

b.      Evaluasi atau penilaian

Tahapan dalam kritik untuk menentukan kualitas suatu karya seni bila dibandingkan dengan karya lain yang sejenis. Disini Mahasiswa membandingkan dengan karya yang sejenis yang pernah dilihatnya.

c.       Interpretasi

Penafsiran makna sebuah karya seni meliputi tema yang digarap, simbol yang dihadirkan dan masalah-masalah yang dikedepankan kemudian Mahasiswa memberikan saran apa yang perlu ditambah atau dikurangi dari karya tersebut.

5.      Selesai.

Modul 2 : APRESIASI DAN KRITIK SENI

Desember 18, 2009 Tinggalkan komentar

A. KEGIATAN

Sebagai seorang guru, pemahaman terhadap kegiatan apresiasi dan kritik seni sangat dibutuhkan untuk mengerti seluk beluk sesuatu hasil karya seni serta menjadi sensitive terhadap segi-segi estetiknya sehingga siswa dapat memahami nilai-nilai dan aturan dalam kehidupan budayanya.

B.    ALAT DAN BAHAN

Bahan alam

C. LANGKAH KEGIATAN

1. Ketika hasil budaya dan seni berkembang disuatu masyarakat lama kelamaan menimbulkan sikap berupa perhatian (attention) dan ketertarikan (interest) antara penikmat dan karya seniman, bahkan ada yang menambahkan atau memberikan masukan kepada seniman sehingga terjadi proses penciptaan karya seni kembali yang lebih baik. Proses terjalinnya hubungan antara penikmat dan seniman disebut Apresiasi. Yakni, kegiatan menyerap (menangkap dengan panca indera), menanggapi, menghayati sampai kepada menilai karya seni. Tingkat apresiasi masyarakat yang lebih tinggi ketika karya seni tersebut menjadi cirri khas budaya setempat.

1. Menilai karya seni pada awalnya dimulai ketika apresiator memperbincangkan berbagai hal yang berkaitan dengan karya                    seni tersebut, terutama kelebihan atau kekurangan karya seni tersebut. Sehingga menunjukkan aspek kualitas dari karya seni              tersebut. Perbuatan menilai inilah yang disebut kritik seni.

2. Tahapan kritik seni sebagai berikut :

a. Deskripsi / bercerita

Adalah tahapan untuk menemukan,mencatat, menceritakan menguraikan kembali apa adanya seperti yang tampak terlihat dihadapan kita atau segala sesuatu fenomena karya yang dilihatnya.

b. Analisis Formal

Tahapan untuk menelusuri atau menganalisis sebuah karya seni berdasarkan struktur formal atau unsur-unsur pembentuknya.

c. Interpretasi

Penafsiran makna sebuah karya seni meliputi tema yang digarap, simbol yang dihadirkan dan masalah-masalah yang dikedepankan.

d. Evaluasi atau penilaian

Tahapan dalam kritik untuk menentukan kualitas suatu karya seni bila dibandingkan dengan karya lain yang sejenis.

3. Sekarang mari ajaklah peserta melakukan permainan “apresiasi dan kritik seni’ dengan membagi mahasiswa secara berkelompok, suruh mereka kehalaman kemudian, ‘memusatkan perhatian pada satu objek’.

4. Setelah itu tiap kelompok mendeskripsikan/bercerita karya seni yang dibuatnya yakni ;

a. Mendeskripsikan berupa karya seni rupa dengan menggunakan benda-benda dari objek yang dilihatnya.

b. Membuat musik dengan birama ¼.2/4, dan 4/4 dengan menggunakan benda-benda yang berhubungan dengan objek yang diperhatikannya dengan membuat musik berdasarkan complexity.

c. Membuat gerak tari sesuai dengan tema dari objek yang diamatinya.

 

 

 

5. Kemudian setiap kempok memberikan penilaian dengan format penilaian Unsur estetika seni yang meliputi (1) Unity (keutuhan, kebersatuan, kekompakan, tidak ada cacatnya); (2) Complexity (kerumitan, keanekaragaman); dan (3) Intensity (intensitas, kekuatan, keyakinan, kesungguhan).

(1) Keutuhan berhubungan dengan kesatuan dan keselarasan jalinan karya seni yang ditampilkan, termasuk pula keselarasan nilai adat dan budaya yang dikandung karya seni tersebut.

(2) Kerumitan berhubungan bentuk atau wujud karya seni. Kompleksitas ini menambah nilai tersendiri bagi karya seni tersebut dan bagi orang yang membawakannya.

(3) Intensitas berhubungan dengan kepercayaan atau prinsip hidup yang dituangkan dalam karya seni tersebut, seperti unsur kepercayaan dan adat istiadat sebagai pengejawantahan kehidupan masyarakat

6. Keterikatan dan penuangan ketiga unsur estetika inilah yang menjadi salah satu penyebab keberadaan karya seni dibutuhkan atau dapat menjadi bagian dari budaya suatu masyarakat atau malah seni tersebut ditentang oleh masyarakat.

7. Selesai.

 

 

 

 

 

 

 

Modul 1 ; KONSEP DASAR SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN

Desember 4, 2009 6 komentar

A. KEGIATAN

Setiap orang adalah agan budaya suatu masyarakat dimana bumi dipijak langit di junjung disuatu keadaan dan zamannya. seorang guru, adalah agen budaya memberikan pengetahuan dan gagasan yang diungkapkan dalam bentuk pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.

B. ALAT DAN BAHAN

Kertas

C. LANGKAH KEGIATAN

1.      Manusia berbeda dengan Binatang, Binatang berkembang dari masa ke masa secara statis, alamiah, dan dengan perilaku yang naluriah. Manusia ketika hidup disuatu lingkungan tertentu maka akal, budi dan dayanya dinamis menginterpretasikan pengalaman sehingga melahirkan tingkah sosial tertentu. Pengetahuan dan Gagasan yang dimiliki bersama, system, konsep, aturan serta makna yang diungkapkan dalam tatacara kehidupan manusia itu  kemudian dinamakan Kebudayaan (R.M.Kessing,1999). Budaya atau kultur masyarakat merupakan konsep yang telah sangat tua. Kata ini berasal dari bahasa latin ”culture”, yang menunjuk pada pengolahan tanah, perawatan dan pengembangan tanaman atau ternak.

2.      Kebudayaan yang yang diterima atau digunakan kelompok masyarakat berkembang menjadi keunikan adat kebiasaan suatu masyarakat, misalnya cara menanam padi di masyarakat tani Sumedang berbeda dengan menanam padi di masyarakat Bali. Berkembang lebih lanjut, pengertian kebudayaan menjadi multidimensi bersama munculnya pendapat tentang apa makna keunikan itu. Pada abad ke-19 istilah kebudayaan umumnya digunakan untuk seni rupa, sastra, filsafat, ilmu alam dan musik.

3.      Peserta diminta untuk mengambil selembar kertas dari bukunya, kemudian meremasnya dan dengan imajinasinya membuat satu alat yang menujuk pada alat untuk pengolahan tanah, perawatan dan pengembangan tanaman atau peralatan untuk beternak. Kemudian setiap orang menyebutkan alat apa yang dibuatn

4.      Munculnya upaya manusia dalam memahami kehidupan ini (adat kebiasaan suatu masyarakat), baik kehidupan social, ekonomi, alam dan sebagainya lahirlah Ekspresi perasaan manusia yang dikongkritkan dalam bentuk seni, untuk mengkomunikasikan pengalaman batinnya kepada orang lain.

5.      Ekspresi seni tersebut dikongkritkan dalam bentuk rupa ; adalah bentuk ekspresi yang penerapannya terutama melalui indera penglihatan (mata). terwujud dari unsur-unsur pembentuk seperti garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika yang dapat dilihat dan dinikmati secara fisik serta memberi pengalaman batin kepada penikmatnya.

Peserta diminta untuk membuat berbagai bentuk seperti lingkaran, segi empat, segi tiga atau tidak beraturan dengan menggunakan remasan dari selembar kertas buku. Peserta diminta untuk mengambil selembar kertas dari bukunya, kemudian meremasnya dan dengan pengetahuan menyebutkan alat apa atau benda-benda hasil budaya masyarakat sekitar. Disini pasti alat benda yang diungkapkan adalah alat atau benda yang pernah dilihat,disentuh,dirasa,dibaui,atau didengar melalui panca indranya.

6.      Ekspresi seni berikutnya ada yang dikongkritkan juga dalam bentuk suara,bunyi (music) ; untuk mengembangkan potensi emosi dan kecerdasan siswa melalui seni musik melalui sarana pengembangan diri siswa keberanian mencipta ritme.

Ayo lakukan permainan ritme, berbagai bentuk lingkaran,segi tiga, segi empat dan bentuk tak beraturan diekspresikan menjadi simbol lingkaran; satu tepukan, segi empat; dua tepukan, segi tiga; tiga tepukan, dan tidak beraturan; empat tepukan.

7.      Ekspresi seni berikutnya dikongkritkan dalam bentuk gerak tari ; Melalui tari, anak dilatih untuk menggerakkan berbagai sensori motoriknya, melatih kepekaannya mengkoordinasikan antara gerakan dan bunyi, mengintrepretasikan pengalaman disekitarnya dalam gerak dan sebagainya.

8. Lakukan permainan ritme yang telah dibuat dalam kreasi musik, sekarang olah atau proses ritme tepuk menjadi gerak tari melalui proses stilasi dan distorsi. Dikomposisikan dan disusun berdasarkan kebutuhan ungkapan gerak tarian sederhana, berdasarkan tema, cerita, komposisi, koreografi, kinestetik, artistik dan sebagainya.

Contoh ; tema Petani berjalan bawa pacul ; satu ketukan, gerak petani lompat satu kaki keatas. Dua ketukan, gerak petani melangkah lenggang kedepan. Tiga ketukan, mundur diketukan ketiga melompat. Empat ketukan gerak petani mencangkul sawah.

9.      Selesai.

 

 

 

 

 

SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN

November 27, 2009 Tinggalkan komentar

Seringnya perubahan nama pada mata pelajaran Pendidikan Seni menimbulkan banyak kebingungan, karena sebelum nama seni budaya, bernama mata pelajaran kerajinan tangan dan kesenian, pendidikan seni, dan kesenian. selain itu kurangnnya yang mempunyai latar belakang pendidikan seni menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda dan sering pembelajaran dilakukan kurang menarik bahkan tidak bermakna.

Orientasi mata pelajaran seni budaya adalah memfasilasi pengalaman emosi, intelektual, fisik, konsepsi, sosial, estetis, artisitik dan kreatifitas siswa dengan melakukan aktifitas apreasiasi dan kreasi terhadap berbagai produk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dengan cara meniru, mengembangkan dari benda yang sudah ada atau berkreasi yang baru.