Beranda > AKU TENTANG TUHAN > TUHAN TIDAK PERNAH MENCABUT KEBEBASAN IBLIS Oleh ; Heri Hidayat,S.Sen,.M.Pd.

TUHAN TIDAK PERNAH MENCABUT KEBEBASAN IBLIS Oleh ; Heri Hidayat,S.Sen,.M.Pd.

Ketika kebenaran diklaim oleh satu golongan, lalu Iblis ikut menghebuskan kebebasan untuk melakukan apapun berdasarkan keyakinannya, maka aku lebih baik daripadanya, semua orang diluar golongannya menjadi tidak ada yang benar dan akhirnya ‘aturan adalah aku’ bom bunuh diri dianggap ‘buah khuldi’ jalan tenikmat menikmati syurga. Tubuh yang asalnya dari tanah berhamburan, tapi sayang, tanah itu terkutuk dan ditolak oleh bumi asal penciptaannya. Terbayang, saat Tuhan mengumpulkan segenggam tanah dari bumi; di dalamnya terdapat yang berwarna putih, hitam, kuning, coklat dan merah. Oleh kerana itu, manusia memiliki beragam warna kulit. Kemudian Tuhan mengambil tanah berair, tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dari tanah inilah tercipta manusia pertama Adam. dengan kekuasaan-Nya lalu meniupkan roh-Nya di dalamnya, kemudian bergeraklah tubuh Adam dan tanda kehidupan mulai ada di dalamnya. Selanjutnya, Adam membuka kedua matanya dan ia melihat para malaikat semuanya bersujud kepadanya, kecuali satu makhluk yang berdiri di sana. Adam tidak tahu siapakah makhluk yang tidak mau bersujud itu. Ia tidak mengenal namanya. Iblis berdiri bersama para malaikat tetapi ia bukan berasal dari golongan mereka. Iblis berasal dari kelompok jin. “Tuhan berfirman: ‘Hai Iblis, apa yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu merasa termasuk orang-orang yang lebih tinggi? ‘Iblis berkata: ‘Aku lebih baik daripadanya, kerana Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.’ Tuhan berfirman: ‘Maka keluarlah kamu dari syurga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk. Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.’ Iblis berkata: ‘Ya Tuhanku, bertangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.’ Tuhan berfirman: ‘Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat).’ Iblis menjawab: ‘Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.’ Adam mengikuti peristiwa yang terjadi di depannya. Ia merasakan suasana cinta, rasa takut, dan kebingungan. Adam menyaksikan iblis yang berpendapat dihadapan Tuhan tentang manusia, menyusul suasana takut saat melihat Tuhan marah terhadap iblis dan mengusirnya dari sisi-Nya. Ia merasakan kebingungan ketika melihat makhluk ini yang membencinya, padahal ia belum mengenalnya. Makhluk itu membayangkan bahwa ia lebih baik dari dirinya, padahal tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa salah satu dari mereka lebih baik dibandingkan dengan yang lain. Tuhan tidak pernah mencabut kebebasan yang diberikan-Nya kepada iblis. Namun pada akhirnya, iblis tetap sebagai hamba yang kafir. Iblis benar-benar menolak untuk sujud kepada Adam. Sementara, Adam menyedari bahwa kebebasan di alam wujud adalah merupakan kurnia Tuhan yang diberikan kepada makhluk-Nya. Tuhan memberikan balasan yang setimpal atas penggunaan kebebasan itu.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: