Beranda > FALSAFAH CAINUSANTARA > PUISI – SEGALANYA PASTI SEMPURNA

PUISI – SEGALANYA PASTI SEMPURNA

 

Sedangkan aku adalah air
Dipucuk daun aku terlena
Aku serahkan tubuh ini menggantung
Dimata matahari
Dan di mata rembulan
Terus bermimpi menyapu cakrawala
kulihat diriku bersatu merah, kuning, hijau
melingkar menembus batas-batas kesunyian

lihat aku kekasih …
dipucuk daun aku merindukanmu
aku menari
terus menari,
tarian buluh perindu dibelai kesunyian
tepat di ujung dedaunan

bila saatnya jatuh di tanahmu
disambut daun gugur
ranting yang patah
lalu kubenamkan seluruh hasratku pada akarmu
biar bisa kau rasakan pengorbananku
dan saat itu akan ku sentuh lembut dahaga cintamu

Bahwa air punya nyawa
Bahwa air punya cinta
Aku disini berjaga
Tetap bersama pohon kesunyian

Aku tak menyangka
Nyatanya segalanya pasti sempurna
Di kaki pohon dipucuk daun
Tempatku menggantung mimpi
Di dalam tanahnya
aku temukan mata air

kini Aku yakin
Aku percaya
Mimpiku menyapu cakrawala
Pasti tercapai.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: