Beranda > SEKOLAH BASIS SENI "SBS" > CERDAS MELALUI SENI RUPA

CERDAS MELALUI SENI RUPA

Perkembangan Pengetahuan banyak terkait pada modalitas visual. Ketika pengetahuan agama, pengetahuan kewarganegaraan, pengetahuan bahasa, pengetahuan matematika, pengetahuan ilmu pengetahuan alam, pengetahuan ilmu sosial, dan pengetahuan olah raga, secara harfiah anak ingin memvisualkannya. Proses ini bisa dianalisa ; kinerja anak dikoordinasi oleh otak dan otak sendiri akan bekerja karena skema (gambaran ingatan pada apa yang dilihat), pertumbuhan anak dorongan dari mata. Mata mencari bentuk yang mungkin bisa diserahkan kepada otak untuk diubah, dari kata-kata penjelasan guru atau tulisan dalam buku pelajaran diubah menjadi bentuk kemudian menuju memori dan diungkapkan menjadi gambar. Hasil pengamatan terhadap pelajaran diserahkan kepada otak untuk diramu dan dimasak menjadi pengetahuan baru dan setelah itu meminta tangan menangani kebutuhan otak dalam mengungkapkan ide dan gagasannya tidak dalam bentuk tulisan akan tetapi dalam bentuk gambar.
Modalitas visual yang ada dalam berbagai pelajaran sebenarnya dibutuhkan oleh anak dalam menganggapi lingkungan. Berarti belajar melalui seni rupa adalah upaya untuk memahami sekeliling melalui latihan daya ingat. Proses memahami lingkungan yang berkaitan dengan otak melalui citra-citra asosiatif dilakukan komunikasi secara metaforis-simbolis. Sebab, di dalam otak terdapat beberapa pikiran yang dikelilingi asosiasi. Menurut Dilts (1983; dalam DePorter et al., 1999:68), gerakan mata selama belajar dan berpikir terkait pada modatitas visual, auditonal, dan kinestetik. Dengan kata lain, mata bergerak menurut cara otak mengakses informasi. Pada umumnya, ketika mata bergerak naik, maka kita sedang menciptakan atau mengingat citra.
Misalnya jika guru mengajarkan ’Pendidikan Kewarganegaraan’ tentang perbedaan suku bangsa, matanva akan naik saat dia berpikir : seolah-olah suku bangsa-suku bangsa ada diawang-awang. Padahal dia sedang mengingat bahwa otak menyimpan dan menciptakan citra visual dan kinerja mata bergerak ke informasi yang tersimpan untuk diciptakan. Dalam kontek belajar melalui Visual maka terbentuklah ’gambar orang-orang dengan pakaian adat yang berbeda-beda.

Dalam kontek belajar melalui seni maka terbentuklah jaringan indikator (tematik) sebagai berikut :

  1. Dedi Suryadi
    Februari 6, 2011 pukul 11:16 am

    Cerita Legenda Garudanya rame banget. sayang bacanya pegel. He.. (Dedi Suryadi, Mahasiswa DMS Tasik)

    • Februari 6, 2011 pukul 2:18 pm

      ok haturnuhun

    • Juni 3, 2011 pukul 1:01 am

      saya juga masukin ke blog nya masih belajar,hehehe.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: