Beranda > SEKOLAH BASIS SENI "SBS" > Kerangka Acuan Kurikulum Sekolah Basis Seni (SBS)

Kerangka Acuan Kurikulum Sekolah Basis Seni (SBS)

Dalam membangun pendidikan di masa depan perlu dirancang sistem pendidikan yang dapat menjawab harapan dan tantangan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Sistem pendidikan yang dibangun tersebut perlu berkesinambungan dari pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

Dalam menghadapi harapan dan tantangan di masa depan, pendidikan merupakan sesuatu yang sangat berharga dan dibutuhkan. Pendidikan di masa depan memainkan peranan yang sangat fundamental di mana cita-cita suatu bangsa dan negara dapat diraih. Usaha untuk mengembangkan manusia berkualitas yang siap menghadapi berbagai tantangan di dalam kehidupan harus dimulai sedini mungkin melalui pendidikan.

Salah satu dimensi yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan dunia pendidikan nasional di masa depan adalah kebijakan mengenai kurikulum. Kurikulum merupakan jantungnya dunia pendidikan. Untuk itu, kurikulum di masa depan perlu dirancang dan disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional dan meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia. Mutu pendidikan yang tinggi diperlukan untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis, dan tidak selalu tertinggal bahkan mampu bersaing sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan semua warga negara Indonesia.

Kesejahteraan bangsa Indonesia di masa depan selain bersumber pada sumber daya alam, tetapi juga pada keunggulan seni budaya lokal yang tidak dimiliki bangsa lain. Agar lulusan pendidikan nasional memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif sesuai standar mutu nasional dan internasional, kurikulum di masa depan perlu dirancang sedini mungkin supaya bermakna. Hal ini harus dilakukan agar sistem pendidikan nasional memiliki keterpaduan dengan berbagai perkembangan informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Dengan cara seperti ini lembaga pendidikan tidak akan kehilangan relevansi program pembelajarannya terhadap kepentingan peserta didik.

Segala kegiatan yang bertujuan untuk mendidik siswa selanjutnya diterjemahkan dalam bentuk mata pelajaran-mata pelajaran yang keseluruhannya memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan bervariasi bagi siswa. Pengalaman belajar di sekolah mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang saling menghargai, berempati, ulet untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.Siswa dikondisikan untuk melakukan aktivitas mengapresiasi, berkreasi dan mengaplikasikan seluruh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang telah diperolehnya untuk memecahkan masalah dan membuat terobosan-terobosan model baru dengan gagasan yang baik di sekolahnya.

Seni budaya memberikan sumbangan kepada siswa agar berani dan siap bangga akan budaya bangsa sendiri dan menyokong dalam menghadapi tantangan masa depan adalah mata pelajaran seni budaya. Hal ini dikarenakan kompetensi dalam mata pelajaran ini merupakan bagian dari pembekalan life skill kepada siswa. selain itu keseluruhan kegiatan pembelajaran seni budaya yang merupakan aplikasi dari mata pelajaran lain dalam menghasilkan suatu produk/karya yang dibuat langsung oleh siswa dapat membuat siswa semakin merasakan manfaat mata pelajaran lain melalui pengalaman estetis dalam berkarya.

Seni budaya merupakan mata pelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat dalam berbagai pengalaman apresiasi maupun pengalaman berkreasi untuk menghasilkan suatu produk berupa benda nyata dari pelajaran lain yang bermanfaat langsung bagi kehidupan siswa. Dalam Integrasi mata pelajaran Seni budaya, siswa melakukan interaksi terhadap pelajaran lain menghasilkan benda-benda produk kerajinan dan teknologi yang ada di lingkungan siswa,misalnya dengan mata pelajaran Bahasa melahirkan produk seni budaya karya puisi, permainan kartu kata,dsb.atau melalui mata pelajaran IPA menghasilkan produk seni dekorasi atau lagu-lagu tentang alam dsb. dan kemudian berkreasi menciptakan berbagai produk kerajinan maupun produk teknologi, secara sistematis, sehingga diperoleh pengalaman konseptual, pengalaman apresiatif dan pengalaman kreatif.

Orientasi mata pelajaran Seni budaya adalah memfasilitasi pengalaman emosi, intelektual, fisik, konsepsi, sosial, estetis, artistik dan kreativitas kepada siswa dengan melakukan aktivitas apreasiasi dan kreasi terhadap berbagai produk benda di sekitar siswa yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, mencakup antara lain ; jenis, bentuk, fungsi, manfaat, tema, struktur, sifat, komposisi, bahan baku, bahan pembantu, peralatan, teknik kelebihan dan keterbatasannya. Selain itu siswa juga melakukan aktivitas memproduksi berbagai produk benda kerajinan maupun produk teknologi misalnya dengan cara meniru, mengembangkan dari benda yang sudah ada atau membuat benda yang baru.

Berdasarkan paparan di atas, maka dianggap perlu segera dilakukan upaya untuk membahas dan mengkaji kembali dokumen dan berdasarkan informasi yang berkembang bahwa kurikulum secara keseluruhan khususnya mata pelajaran seni budaya dari jenjang SD & MI sampai SMA.& MA Karena berdasarkan hasil kajian dokumen dan kajian lapangan terbukti bahwa revisi standar isi kurikulum perlu dilakukan, untuk menyempurnakan berbagai kelemahan Kurikulum seni budaya hubungannya dengan integrasi dengan mata pelajaran lain atau Sekolah Berbasis Seni sehingga suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan bermakna, karena siswa semakin merasakan manfaat mata pelajaran lain melalui pengalaman estetis dalam berkarya dengan menghasilkan produk budaya sebagai bekal mandiri (life skill) setelah dia selesai sekolah.

  1. mey atma
    Februari 20, 2011 pukul 4:02 am

    kalau mau benar-benar melihat kurikulum sekolah seni dimana ya?

    • Juni 3, 2011 pukul 1:00 am

      saya menggunakan sumber kurikulum ktsp sd saja lain-lainnya menafsirkan sendiri atau membaca artikel dari internet.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: