Beranda > BERMAIN BACA TULIS KREATIF > Menjelajahi Filosofi Pendidikan Anak Usia Dini

Menjelajahi Filosofi Pendidikan Anak Usia Dini

Anak ibarat sebuah benih tanaman, benih akan tumbuh dengan baik atau sebaliknya, bergantung pada kebun tempat menanamnya dan bagaimana pemilik/pemelihara dalam merawatnya. Benih akan tumbuh jika ditanam di kebun yang memiliki tanah gembur, menyiraminya dengan sabar, menggunakan air yang baik dan bukan air limbah, cukup udara dan sinar Matahari.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Taman Kanak-Kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), play group, Bina Balita dan lain-lain program pendidikan anak usia dini sejenis (Undang-undang Sisdiknas ; 2003 ; 46), sekolah dasar, madrasah iftidaiyah adalah ibarat kebun tempat menumbuhkan berbagai macam tanaman,sedangkan orang tua/guru ibarat
pemeliharanya. Setiap orang tua/guru mengharapkan agar anak (benih) dapat tumbuh menjadi orang berbudi luhur dan cerdas sesuai dengan fitrahnya.

Kelas adalah taman tempat anak-anak belajar dan bukan sekadar benteng tembok, melainkan juga adalah halaman sekolah, tanah, air, udara, cahaya matahari, buku-buku, barang-barang bekas, langit, bumi, dan alam tempat kita dapat belajar untuk pertumbuhan manusia dewasa (Froebel,1782 – 1852).

Ketika akar-akar benih tanaman otak kanan kirinya menancap kokoh, batang tubuhnya tumbuh menjadi kuat, menumbuhkan batang-batang Daya Cipta, kecerdasan lingusitik, kecerdasan logika matematik, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan musikal, kecerdasan kinestetik, kecerdasan naturalis, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan spiritual, kecerdasan vinansial dan kecerdasan lainnya. Oleh karena itu, batang-batang itu menumbuhkan daun-daun yang hijau dan berbagai macam bunga sesuai dengan jenis fitrah tanamannya (Gordon,2000 ; 314-354).

Tanaman yang tumbuh dengan baik, anak senantiasa memberi banyak manfaat, dan keindahannya akan membuat semua orang senang melihatnya. Bunga-bunganya yang cantik akan memberi manfaat bagi kumbang dan kupu-kupu untuk mengisap madunya. Begitu juga anak yang tumbuh di tangan orangtua dan guru yang baik, akan berterimakasih kepada Allah penciptanya karena banyak memberi manfaat bagi lingkungan, baik fisik maupun nonfisik, juga keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Rumah, sekolah, dan lingkungan, merupakan tempat anak-anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrahnya. Karena masa perkembangan anak melalui masa bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain. Oleh karena itu, agar anak bersedia mempelajari sesuatu dengan cepat dan efektif, orang tua dan guru harus menggunakan didaktik-metodik dalam suasana yang menyenangkan. Perkembangan otak masa kanak-kanak tidak bisa memperhatikan semua pelajaran yang tidak menarik, membosankan, atau tidak menggugah emosi, pastilah tidak akan diingat oleh anak usia kanak-kanak.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: