Beranda > BERMAIN BACA TULIS KREATIF > Fitrah Berkembangnya Bahasa Anak Usia dini

Fitrah Berkembangnya Bahasa Anak Usia dini

Menurut Ibnu Miskawaihi (Dalam Busyairi Madjidi,1997 :41) kekuatan yang mula-mula muncul pada seorang bayi ialah tuntutan Indra perasanya, yakni kecenderungan biologis untuk mengembangkan fisiknya melalui kebutuhan makan. Pusat pengendalian gerak pada otak anak sanggup menggapai susu ibunya. Pada usia kira-kira dua bulan, pusat pengendalian gerak pada otak anak ini berkembang sampai pada tingkat tertentu sehingga anak tidak hanya sekedar menggapai susu ibunya melainkan menangkap suatu benda yang dekat.

Secara gerak instingtif, saat anak menyusui ibunya lalu mengeluarkan suara mulutnya yang menunjukkan reaksi lezat atau tidak. Suara mulut anak reaksi dari menyusui ini merangsang pusat bicara dalam otak anak mencapai kesiapan untuk menghasilkan apa yang mungkin merupakan saat paling ajaib dalam masa kanak-kanak, yaitu pada usia kira-kira 12 bulan, kali pertama menandai mulai berkembangnya Bahasa. Sungguh, orang tua adalah guru yang pertama dan terutama bagi otak. Antara lain, orang tua menggunakan gaya bicara berirama dan bernada tinggi yang disebut Parentese, gaya bicara orang tua menyayangi bayi, ayah dan ibu dalam berbagai lingkungan budaya mengubah pola bicaranya secara serupa,”mereka mendekatkan wajah ke bayinya,”mereka menggunakan ucapan-ucapan lebih singkat dan berbicara dengan gaya yang penuh melodi, detak jantung si bayi meningkat ketika mendengar gaya khas ini.

Parentese ternyata memunculkan perkembangan indra visual, yakni mempercepat proses penghubungan kata-kata dengan bendanya, anak berumur 12 bulan, yang disuruh : lihat Bola !, Dalam bahasa parentese, lebih sering secara tepat mengarahkan matanya ke bola daripada kalau perintah itu disampaikan dalam bahasa biasa.

Kemudian menyusul timbul kekuatan imajinasi (bermain) yang terbit dari pengindraan (mata, telinga,hidung,lidah,raba) melalui pengalaman dari hari kehari yang dialami oleh anak tersebut memunculkan kekuatan kemauan untuk bertindak mengatasi hambatan atau memenuhi kecenderungan (perkembangan emosional & Sosial)). Bila gagal mengatasi sendiri, menangislah anak itu, atau ia minta bantuan kepada orang dewasa.

Perkembangan otak paling pesat direntang usia 2 tahun hingga usia 6 tahun. Pada usia 2 tahun, kalau dibandingkan dengan otak orang dewasa yang normal, otak seorang anak berisi sinapsis sebanyak dua kalinya dan memakan energi dua kalinya.

Jika pengalaman menerima ilmu anak dalam kondisi takut dan stress, maka respons otak terhadap dua hal itulah yang akan menjadi arsitek otak sehingga dapat merubah perilaku anak setelah dewasa. Itulah mengapa kita harus mengajar dengan menyenangkan dengan cara mengaktifkan seluruh potensi pancra indra sebanyak-banyaknya (bermain) dengan arif serta penuh kesabaran.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: