Beranda > PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK > CERPEN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

CERPEN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Pengalaman ku Waktu SMK

Tepatnya hari Ahad Pada tanggal 10 januari 1989 terlahirlah seorang hamba Allah yang diberi nama Ujang Manan dari tujuh bersaudara di daerah Sukabumi. Sejak kecil saya sudah dididik oleh orang tua untuk menjadi manusia mandiri. Singkat cerita saya di sekolahkan di MI (Madrasah Ibtidaiyah) bukan di SD Negeri layaknya yang lain karena latar belakang kakek saya semuanya dari pesantren sehingga tidak begitu perhatian terhadap dunia sekolah dan menitik beratkan untuk mesantren sejak dini mungkin. Dan akhirnya ketika menginjak kelas lima MI saya mulai dipesantrenkan disalah satu pondok pesantren Al-Qur’an As-Safariyyah di daerah Gekbrong Sukabumi. Setelah itu saya lulus dari MI dengan nilai yang memuaskan kemudian saya ingin meneruskan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dari sini sudah terjadi perdebatan antara orang tua saya dengan kakek saya, menurut ibu saya silahkan sekolah tapi harus sambil mesantren, tapi kakek saya melarang untuk melanjutkan sekolah beliou menginginkan saya harus fokus mesantren. Di sini saya selalu berbagi kepada sahabat-sahabat saya bahwasanya asal hidup itu mudah sekali asal makan dan minum tetapi untuk mempertahankan exsistensi kehidupan bukan perkara mudah. Kemudian dengan tekad yang bulat dan niat ingin mencari ridho Allah akhirnya saya bisa melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama ( SMP) di salah satu Yayasan Pendidikan Islam Darusyifa Al-Fitrat sambil menetap di pondok pesantren. Ketika duduk di SMP saya mempunyai banyak sahabat yang bisa di ajak berbagi tentunya dalam hal posistif, hari demi hari bulan sampai tahun akhirnya saya lulus juga dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan nilai yang cukup bagus. Kemudian saya ingin melanjutkan kembali ke sekolah menengah kejuruan (SMK) yang masih dilingkungan Darusyifa Al-Fitrat akhirnya saya masuk di SMK 2 jurusan Bisnis dan Manajemen.

Ketika SMK banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan salah satunya dengan sahabat-sahabat saya, karena bagi saya sahabat merupakan orang yang ngerti tentang kemauan saya. Saya berasumsi bahwa makna dari sahabat itu sendiri adalah orang yang selalu ada ketika kita suka dan duka dan sahabat merupakan tempat bertukar pikiran tentang hal yang saya hadapi pada saat itu. Dan pada saat itu ada sahabat saya yang bernama Budi Adiguna dia selalu ngerti keadaan saya dan saya pula tidak sungkan untuk saling berbagi, ketika saya mendapat kesulitan dia selalu membantu dan memberikan solusi yang terbaik, selain dia juga pacar saya yang selalu memberikan motivasi. itulah gunanya kita mempunyai sahabat.

Sahabat selalu hadir saat saya butuh pertolongan memang seharusnya cukuplah Allah sebagai penolong, tapi mungkin karena ibadah saya kurang sehingga saya kurang dekat dengan Allah Swt, maka Allah tidak langsung memberikan pertolongan-Nya.dan bisa jadi saya terlalu banyak dosa yang saya perbuat sehingga Allah menangguhkan pertolongan-Nya kepada saya. Pada sahabatlah tempat saya berkeluh kesah, tempat saya berbagi, dan mungkin melalui sahabat pula pertolongan Allah itu selalu datang, cinta sahabat tanpa ada pamrih begitu tulus dan murni. Dan apabila saya renungkan tatkala saya kehilangan seorang sahabat maka tak ada lagi tempat berbagi tak ada lagi tempat berkeluh kesah dan tak ada yang mau mendengarkan sisi buruk kehidupan sekalipun. Ketika SMK saya sudah mempunyai sifat iri, tentunya dalam hal keilmuan terbenak dalam pikiran saya sejumlah pertanyaan mengapa orang lain bisa dalam segala hal sedangkan saya tidak? Pada saat itu saya sering membandingkan diri saya terhadap orang lain kenapa dia bisa saya tidak, padahal menurut saya pada prinsipnya manusia itu sama artinya ketika dilahirkan kedunia fana ini tidak tahu apa-apa.

Dalam Al-Qur’an pun di jelaskan hal tersebut, Maka pada saat itu saya mencari tahu rahasia dari orang yang selalu saya bandingkan terhadap diri saya. Singkat cerita sedikitnya saya sudah mengetahui tentang salah satu rahasia dari orang tersebut intinya adalah belajar dan belajar. Kemudian pada saat itu saya selalu tampil beda baik dari segi penampilan maupun pola pikir apalagi ketika saya duduk di kelas XI yang saat itu kalau di SMK ada yang namanya PSG (Pendidikan Sistem Ganda ) atau PKL ( Praktek Kerja Lapangan ) selama beberapa bulan di suatu perusahaan tertentu, ketika sudah mengikuti kegiatan dilapangan maka dampaknya yang signifikan terhadap diri saya yaitu selalu ingin tampil beda dari orang lain. Maka ketika saya sudah bisa tampil beda dari orang lain terlontarlah kata-kata pada saat itu dalam diri saya. “ Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini semua pasti bisa kecuali makan kepala sendiri”. Tentunya harus ada kemauan yang tinggi sehingga dalam pepatah arab pun dikatakan : اذصدق العزم وضح السّبيل.

Pada waktu SMK banyak sekali tantangan dan hambatan yang saya hadapi pada saat itu salah satunya dari keluarga khususnya dari sang kakek dan ayah saya yang menuntut untuk berhenti sekolah dengan alasan sudah tidak mampu membiayai ku lagi padahal saya sebentar lagi mau keluar. Disitu saya menangis dan berdoa kepada Allah untuk diberi jalan keluar. Ketika saya diterpa dengan cobaan dan ujian disitu selalu hadir motivator handal yakni ibu saya sendiri yang selalu memberikan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dan Alhamdulillah sampai saat ini saya masih diberikan kesempatan untuk bisa mengenyam pendidikan khususnya di bangku kuliah. Selain ibu saya yang selalu memberikan motivasi ada seorang guru saya yakni pimpinan ponpes Darusyifa Al-fitrat.

Di sekolah, saya mempunyai guru banyak sekali tapi ada salah satu guru yang saya idolakan yaitu guru agama sebut saja Bapak Uce Gunawan S.Ag Beliau selain bagus mengajar juga terampil dalam memotivasi siswanya, sehingga saya tidak sungkan kepada beliau untuk curhat soal kehidupan saya pada saat itu. Dan akhir kata demikianlah cerita singkat saya mudah-mudahan ada manfaatnya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: