Beranda > GAMES SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN > Modul 1 ; KONSEP DASAR SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN

Modul 1 ; KONSEP DASAR SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN

A. KEGIATAN

Setiap orang adalah agan budaya suatu masyarakat dimana bumi dipijak langit di junjung disuatu keadaan dan zamannya. seorang guru, adalah agen budaya memberikan pengetahuan dan gagasan yang diungkapkan dalam bentuk pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.

B. ALAT DAN BAHAN

Kertas

C. LANGKAH KEGIATAN

1.      Manusia berbeda dengan Binatang, Binatang berkembang dari masa ke masa secara statis, alamiah, dan dengan perilaku yang naluriah. Manusia ketika hidup disuatu lingkungan tertentu maka akal, budi dan dayanya dinamis menginterpretasikan pengalaman sehingga melahirkan tingkah sosial tertentu. Pengetahuan dan Gagasan yang dimiliki bersama, system, konsep, aturan serta makna yang diungkapkan dalam tatacara kehidupan manusia itu  kemudian dinamakan Kebudayaan (R.M.Kessing,1999). Budaya atau kultur masyarakat merupakan konsep yang telah sangat tua. Kata ini berasal dari bahasa latin ”culture”, yang menunjuk pada pengolahan tanah, perawatan dan pengembangan tanaman atau ternak.

2.      Kebudayaan yang yang diterima atau digunakan kelompok masyarakat berkembang menjadi keunikan adat kebiasaan suatu masyarakat, misalnya cara menanam padi di masyarakat tani Sumedang berbeda dengan menanam padi di masyarakat Bali. Berkembang lebih lanjut, pengertian kebudayaan menjadi multidimensi bersama munculnya pendapat tentang apa makna keunikan itu. Pada abad ke-19 istilah kebudayaan umumnya digunakan untuk seni rupa, sastra, filsafat, ilmu alam dan musik.

3.      Peserta diminta untuk mengambil selembar kertas dari bukunya, kemudian meremasnya dan dengan imajinasinya membuat satu alat yang menujuk pada alat untuk pengolahan tanah, perawatan dan pengembangan tanaman atau peralatan untuk beternak. Kemudian setiap orang menyebutkan alat apa yang dibuatn

4.      Munculnya upaya manusia dalam memahami kehidupan ini (adat kebiasaan suatu masyarakat), baik kehidupan social, ekonomi, alam dan sebagainya lahirlah Ekspresi perasaan manusia yang dikongkritkan dalam bentuk seni, untuk mengkomunikasikan pengalaman batinnya kepada orang lain.

5.      Ekspresi seni tersebut dikongkritkan dalam bentuk rupa ; adalah bentuk ekspresi yang penerapannya terutama melalui indera penglihatan (mata). terwujud dari unsur-unsur pembentuk seperti garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika yang dapat dilihat dan dinikmati secara fisik serta memberi pengalaman batin kepada penikmatnya.

Peserta diminta untuk membuat berbagai bentuk seperti lingkaran, segi empat, segi tiga atau tidak beraturan dengan menggunakan remasan dari selembar kertas buku. Peserta diminta untuk mengambil selembar kertas dari bukunya, kemudian meremasnya dan dengan pengetahuan menyebutkan alat apa atau benda-benda hasil budaya masyarakat sekitar. Disini pasti alat benda yang diungkapkan adalah alat atau benda yang pernah dilihat,disentuh,dirasa,dibaui,atau didengar melalui panca indranya.

6.      Ekspresi seni berikutnya ada yang dikongkritkan juga dalam bentuk suara,bunyi (music) ; untuk mengembangkan potensi emosi dan kecerdasan siswa melalui seni musik melalui sarana pengembangan diri siswa keberanian mencipta ritme.

Ayo lakukan permainan ritme, berbagai bentuk lingkaran,segi tiga, segi empat dan bentuk tak beraturan diekspresikan menjadi simbol lingkaran; satu tepukan, segi empat; dua tepukan, segi tiga; tiga tepukan, dan tidak beraturan; empat tepukan.

7.      Ekspresi seni berikutnya dikongkritkan dalam bentuk gerak tari ; Melalui tari, anak dilatih untuk menggerakkan berbagai sensori motoriknya, melatih kepekaannya mengkoordinasikan antara gerakan dan bunyi, mengintrepretasikan pengalaman disekitarnya dalam gerak dan sebagainya.

8. Lakukan permainan ritme yang telah dibuat dalam kreasi musik, sekarang olah atau proses ritme tepuk menjadi gerak tari melalui proses stilasi dan distorsi. Dikomposisikan dan disusun berdasarkan kebutuhan ungkapan gerak tarian sederhana, berdasarkan tema, cerita, komposisi, koreografi, kinestetik, artistik dan sebagainya.

Contoh ; tema Petani berjalan bawa pacul ; satu ketukan, gerak petani lompat satu kaki keatas. Dua ketukan, gerak petani melangkah lenggang kedepan. Tiga ketukan, mundur diketukan ketiga melompat. Empat ketukan gerak petani mencangkul sawah.

9.      Selesai.

 

 

 

 

 

  1. puad mahbub
    Februari 23, 2010 pukul 4:22 am

    mengapa fhoto saya nggak di tampilkan ?….

    • Juni 3, 2011 pukul 1:04 am

      lain kali saja, fhoto na burem.hehehe

  2. puad mahbub
    Februari 23, 2010 pukul 4:27 am

    maaf, tadi kayanya saya belum cuci muka. maaf seribu kali maaf, trnyata ada,
    makasih

    • Januari 9, 2011 pukul 4:08 am

      bagus kalau sudah menemukan air untuk cuci mukanya….

    • Juni 3, 2011 pukul 1:04 am

      cuci muka nya pake air suci mensucikan yah.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: