Beranda > FALSAFAH CAINUSANTARA > Selamat Datang di Cai Nusantara

Selamat Datang di Cai Nusantara

Blog ini merupakan Perjalanan seorang manusia yang bagaikan setitik cai (air) dari mata air hingga muara. Air dalam mata air masih bersih, bening, jernih, ibarat bayi yang baru lahir. Ketika air mengalir pantang untuk kembali kebelakang, Pelan namun pasti, air itu mengalir membuat saluran air, mula-mula selokan kecil hingga lambat laut membentuk aliran sungai besar, air itu mengalir deras ibarat remaja dengan gejolak jiwanya, air itu pun terus mengalir ke laut, ibarat lansia dalam mengakhiri perjalanan hidup. Pendidikan adalah saluran untuk menjaga mata air yang bersih tetap mengalir bersih. Belajar membuat saluran air fase kehidupan dari bayi, remaja, dewasa, kemudian menjadi tua. Sehingga bila waktunya tiba, saluran air Ilmu menjadikan perkembangan manusia semakin sempurna menjaga BIRU Samudra kehidupan. Air ilmu dan awan teknologi alami mengambil kekuatan dari kedalaman lautan. Birunya langit memberikan ruang dan kedamaian serta ketenangan. Tanpa kedamaian, manusia tidak memiliki kehidupan.

Matahari terang menyinari membawa tawa, kesenangan, kehangatan dan warna bagi dunia. HIJAU berkata:”Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan. Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan. Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas…”

KUNING Cekikikan : “Tahukah engkau, Aku membawa bahagia karena bulir-bulir padi menguning siap di panen. dan bintang-bintang berwarna kuning. Setiap kali kau melihat padi menguning, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa aku, manusia mengisi hari-hari tak akan ada daya.”

MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak: “Aku adalah darah – darah kehidupan! Aku adalah warna keberanian. Aku berani untuk bertempur demi suatu cita-cita. Aku membawa api ke dalam darah. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan. Aku adalah warna hasrat, cinta,dan mawar merah.”

Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan. Guruh menggelegar. Hujan mulai turun tanpa ampun. Warna-warna berdekatan satu sama lain mencari ketenangan. Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara:”Tidakkah kalian tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus, unik dan berbeda? Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!” Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yang kemudian berkata: “Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur, masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam kedamaian. Pelangi adalah pertanda Harapan hari esok.”

Jadi, setiap manusia bersama menjadi air hujan deras menotok membasahi dunia, dan saat Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita mengingat untuk selalu bersama satu sama lain. Setiap butir air hujan diberikan warna pelangi berbeda, sebuah kelebihan untuk berperan memperoleh kemampuan mewarnai jalan masa depan……

  1. November 26, 2009 pukul 2:26 am

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

    • Desember 12, 2009 pukul 2:55 pm

      ok thanks

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: