Andaikan Aku Garuda (Istana Mutiara Katulistiwa)

Desember 14, 2009 Tinggalkan komentar

Kisah Pertama

Oleh : Heri Hidayat

Andaikan aku Garuda,

dari angkasa raya

mataku kan senantiasa mengawasi Nusantara

Dalam jiwaku

bergemuruh indah Samudra Nusantara

dari lautnya yang biru
Memancar sinar mutiara katulistiwa

Aku rentangkan kedua sayapku
Di hampar biru langit Katulistiwa
Melukis sebuah Angan baru
dikehidupan jajaran pulau-pulau.

Suatu malam yang gelap gulita, tidak satu makhlukpun yang tampak. Kecuali satu mata Garuda yang sedang mengawasi suasana kehidupan setiap pulau Nusantara, seekor burung Garuda yang sangat besar, buas dan liar yang sedang mengelilingi Bumi, bayangan kedua sayapnya merentang diantara cahaya sinar rembulan melintasi pepohonan dan padi-padi yang menguning serta disetiap aliran sungai yang terbentang….garuda itu tak terlihat wujudnya, karena konon menurut legenda yang beredar di masyarakat, bahwa dulu kepulauan Nusantara ini sebelum dihuni oleh manusia, terlebih dahulu dihuni oleh roh-roh dari kahyangan yang tak bisa mati, roh-roh itu hidup abadi ….hingga pada suatu hari roh kahyangan itu menikah dengan manusia, barulah keturunannya bisa mati…..konon, keturunan pertama pernikahan roh dan manusia inilah yang merupakan cikal bakal manusia-manusia penghuni Nusantara….tidak hanya itu, menurut legenda yang beredar dimasyarakat, cikal bakal manusia pertama yang merupakan perkawinan roh dan manusia, saat kematiannya berubah menjadi seekor burung Garuda yang bersemayam di Istana Mutiara Katulistiwa yang letaknya antara langit dan bumi. Setiap saat garuda melindungi Nusantara, dimana manusia biasa tak bisa melihatnya, namun bisa mendengar suara dan melihat bayangannya saja….itulah legenda masyarakat tentang keyakinan bahwa nenek moyang mereka yang berubah menjadi burung garuda yang tak terlihat namun sewaktu-waktu mereka dapat mendengar suara dan melihat bayangannya di bumi…

Keyakinan masyarakat Nusantara bahwa mereka dilindungi oleh roh nenek moyang dalam bentuk garuda inilah, menjadikan burung Garuda dengan rentangan kedua sayap dan cengkraman kakinya memegang pitasutra bertuliskan Bhineka Tunggal Ika dijadikan lambang Negara oleh para pendiri bangsa ini…legenda terus berkembang dari generasi ke generasi anak bangsa, hal ini mungkin saja terjadi karena bumbu-bumbu cerita dimasyarakat atau memang ada masyarakat tertentu yang mengalami…kini cerita legenda berkembang itu hidup lagi menyesuaikan dengan kondisi masyarakat penghuni Nusantara yang semakin maju…katanya, suatu waktu Nusantara ini akan menghadapi prahara yang besar, prahara itu akan menghancurkan pulau-pulau yang tersebar luas di Nusantara ini, bahkan lautanpun akan meninggi hingga satu persatu menenggelamkan pulau-pulau….menurut cerita orang tua-orang tua terdahulu, yang diyakini sebagian masyarakat…prahara ini dikarenakan Nusantara akan dipimpin oleh Siluman yang menjelma menjadi manusia….

Ceritanya, ini menurut sebagian orang tua-orang tua terdahulu, Melihat kedamaian Kerajaan Nusantara rupanya membuat Kerajaan Alam Siluman menjadi tidak senang….Alkisah, salah satu anak dari kerajaan Siluman ini bernama Samum, entah mengapa suatu hari mengungkapkan permintaan pada ayahnya sang raja Siluman, bahwa dirinya ingin merubah wujud menjadi manusia dengan hidup normal di alam manusia, intinya dia tidak mau menjadi Siluman, ayahnya bertanya ; “mengapa engkau ingin menjadi manusia anakku ?”. “Ayah…” kata Samum, “ sebagai keturunan Raja Siluman ! aku tidak ingin lagi menggoda manusia dengan berbisik-bisik didalam dada manusia…aku ingin tunjukkan bahwa akulah Siluman yang dicatat dalam sejarah menyesatkan manusia secara langsung dialam manusia ! Sudah menjadi komitmenku akan senantiasa menggoda manusia agar sesat” “hm…” kalau begitu keinginanmu,” kata sang raja Siluman terseyum penuh kebanggaan, “aku akan perkenankan engkau untuk menemui Maharaja Siluman, nenek moyang para Siluman yang pernah menggoda manusia suci pertama, juga dipenuhi permohonannya oleh sang Maha Pencipta untuk hidup abadi sampai akhir zaman…” “Kenapa aku harus menemui Maharaja Siluman ?’ kata Samum. Raja Siluman berkata, “Anakku…sebab merekalah yang bisa memenuhi keinginanmu untuk menjelma berwujud manusia, maharaja Siluman tahu bagaimana caranya merubah wujud siluman kita ini menjadi manusia.” “baiklah ayah, kalau begitu, sekarang juga aku pamit akan pergi menghadap Maharaja Siluman…..”

Saat menghadap maharaja Siluman, Samum mengungkapkan keinginannya untuk dapat berubah wujud menjadi manusia normal, karena dia tidak ingin lagi menggoda manusia secara bisik-bisik tapi menyesatkan manusia secara Gentlemen… tentu saja keinginan Samum ini disambut baik oleh Maharaja Siluman, tapi maharaja Siluman mau memenuhi keinginan Samum mengubah dirinya menjadi manusia dengan satu resiko besar…..”apa itu wahai Maharaja,” kata Samum, “resikonya, bila engkau gagal menyesatkan manusia, maka keabadianmu sebagai Siluman akan hilang, dan seperti manusia, kamu bisa mati….” Jawab Maharaja Siluman. “apa kamu siap dengan resiko ini ?” kata maharaja Siluman kembali.

Mendengar resiko besar dari perubahan wujud menjadi manusia, anak raja siluman ini sejenak terdiam dan menghela napas panjang…..”heh………….ah…..” namun tidak berlangsung lama, dengan mantap dan tekad bulat Samum berkata, “ maharaja, aku sudah bertekad untuk menyesatkan manusia dengan merubah wujud menjadi manusia, karena itu aku siap menghadapi resikonya…….”

Kemudian Maharaja Siluman itu berkata,”baiklah !”,kata Maharaja Siluman,”Pertama, Pergilah kamu ke dasar lautan Samudra Hindia, temukan satu ikan orange roughy (Hoplostethus atlanticus) Ikan itu berdaging lembut berukuran 50 sentimeter yang berusia jutaan tahun, yang dengan memakan ikan ini maka akan terbentuk kulit manusia paling indah lalu makanlah ikan tuna, mutiara, rumput laut, dan udang sebanyak-banyaknya sehingga tubuhmu secara perlahan akan terbentuk menjadi perwujudan tubuh manusia yang paling sempurna…”

Kedua, bila kamu sudah berwujud manusia, ketika didaratan buatlah ramuan campuran dari cengkeh, coklat, kelapa, kelapa sawit, kopi, pala, teh dan tembakau, untuk menumbuhkan kekuatan badanmu….”

”Ketiga, bila badanmu sudah kuat, Buatlah senjata hasil campuran aspal, Batubara, Batu granit, Bauksit, Emas, Perak, Intan, Kaolin, Mangan, Marmer, Nikel, Tembaga, Timah, Gas alam. Bila kamu menemukannya olah menjadi satu senjata dan gunakan senjata itu untuk menghancurkan sebuah candi bernama candi Garuda.”

”Kalau kamu bisa menghancurkan candi itu, maka semua manusia dapat bertekuk lutut tunduk dihadapanmu. Maka kamu bisa memerintah manusia sesukamu….” ”Sekarang berangkatlah, !” kata Maharaja Siluman memerintah Samum.

Kembali lagi kepada ramalan akan datangnya prahara besar di Nusantara yang ditimbulkan oleh datangnya jelmaan Siluman yang akan memimpin Nusantara dengan berubah wujud menjadi manusia…sekali lagi, berita ini merupakan perkembangan dari legenda burung Garuda…Bahwa katanya, yang sanggup menghadapi manusia jelmaan Siluman ini, adalah seorang manusia yang merupakan jelmaan ratu adil. Manusia jelmaan ratu adil ini rohnya masih bersih sehingga karena rohnya masih bersih dia bisa menyatu dengan roh burung Garuda yang terbang tak terlihat…penyatuan roh burung Garuda dan manusia jelmaan ratu adil kelak mampu menjadi superheroik Nusantara melawan segala daya upaya kejahatan Samum untuk menghancurkan Nusantara ini.

Masyarakat Nusantara sepanjang generasi bertanya-tanya siapa dan kapan manusia jelmaan ratu adil itu akan muncul, sebab bila melihat tanda-tanda dimana pohon-pohon sudah ditebangi dan menimbulkan hutan rusak disana sini, gunung-gunung digunduli, udara di Nusantara semakin hari semakin panas, kejahatan disana sini ; kejahatan dilautan, di daratan dan di udara….kepulauan-kepulauan di Nusantara dirusak oleh tangan-tangan Siluman….ancaman perpecahan pulau-pulau terus menggelinding bagai bola salju…..masyarakat sepanjang generasi bertanya-tanya mengapa ratu adil belum juga muncul…

Pertanyaan-pertanyaan masyarakat tentang siapa dan kapan ratu adil akan muncul, semakin mengkristal dan melegenda kuat, sehingga fantasi dan imajinasi ikut terlibat dalam legenda yang beredar, cerita pun dikarang-karang, ada orang yang mengaku sebagai titisan sang proklamator, ada yang mengaku sang nabi, dan macam-macam orang mengekspresikan diri sebagai penyelamat bangsa dengan gaya meyakinkan berbeda-beda agar dipercaya masyarakat….termasuk salah satunya kisah fantasi yang akhirnya mau tidak mau dipercaya oleh sebagian masyarakat Nusantara.

Ceritanya, pada zaman dahulu disalah satu kepulauan Nusantara, yang sekarang dikenal dengan pulau Jawa…Tumbuh seorang pemuda bernama Nusa yang sedang menuntut ilmu, kuliah di salah satu perguruan tinggi di Bandung, karena banyak bergaul dengan aktivis-aktivis, menjadikan Nusa seorang yang aktif. Nusa berinteraksi dengan pemimpin-pemimpin organisasi kampus dan kemasyarakatan, Kepandaiannya bicara menjadikan sosok Nusa mempunyai banyak relasi, selain itu juga Nusa pandai memikat hati perempuan. Namun siapa sangka, pemuda inilah yang kelak akan menjadi sang ratu adil sebagai superheroik dan patriotik Nusantara….

Ya, begitulah kisah ini dimulai, suatu hari Nusa mengisi liburan kuliah kerumah kakeknya di jawa Timur. Semasa kecilnya, Nusa dibesarkan oleh kakeknya di Jawa Timur terletak jauh dipedesaan, Nusa hidup berbahagia bersama kakeknya, kakek sangat menyayangi Nusa… Nusa pun tumbuh menjadi remaja yang mempunyai potensi menjadi seorang luar biasa. Hari-hari mengisi liburan di rumah kakeknya, Nusa berpetualang pergi ke Candi Garuda yang berada tidak jauh dari desanya… dan sesampainya disana, Nusa memperhatikan satu arca garuda yang menarik perhatiannya, dari atas kepala arca Garuda itu terlihat sinar yang memancar… beberapa saat Nusa berdiri memperhatikan sinar tersebut….secara perlahan Nusa menghampiri arca garuda kemudian reflek tangannya menyentuh kepala Garuda yang memancarkan sinar terang dan terjadilah keajaiban luar biasa…..sentuhan tangan Nusa membuat sinar itu semakin terang hingga menyilaukan mata Nusa sendiri, semakin lama cahaya terang itu semakin membesar, memancar keluar ruangan candi, bercahaya hingga keseluruh bumi…tanpa disadari, cahaya yang memancar dari atas kepala arca garuda itulah yang menghubungkan roh Garuda penjaga Nusantara yang ghaib dengan manusia yang dikehendaki, yakni seorang mahasiswa yang berjiwa ksatrian sebagai sosok pemuda yang terpilih….Nusa pun tersontak kaget, tubuhnya mengeluarkan keringat dingin…melihat cahaya terang yang membesar spontan memejamkan mata tak kuat melihat cahaya menyoroti wajah, jari tangannya yang menyentuh kepala arca burung Garuda terasa bagaikan disengat panas yang luar biasa…Nusa berteriak keras lalu sontak jatuh pingsan…..

Nusa kembali sadar setelah beberapa petugas candi membantu dan mengistirahatkanya di salah satu ruangan kantor….setelah siuman ia segera pergi meninggalkan candi Garuda dengan mengucapkan terimakasih kepada petugas candi yang telah menolongnya…Nusa bergegas pulang ke rumah kakeknya…ia pun rebahan pada bale-bale papan rumah kakeknya hingga terlelap tidur mungkin karena kecapaian…..saat tertidur itulah sang takdir menemuinya kembali dalam mimpi……

Dalam mimpinya, Nusa didatangi Dewi Sri sang Dewi Padi yang melegenda di Nusantara, Dewi Padi tampil sebagai dewi yang anggun sambil membawa seikat padi dan pitasutra. Dewi Padi itu berkata kepada Nusa, “ Nusa suatu saat kamu akan menjadi superheroik dan patriotik yang melindungi Nusantara ini dari prahara besar yang ditimbulkan oleh Siluman yang berubah wujud menjadi manusia bernama Samum, maka dari itu pelajarilah segala sesuatu yang bermanfaat bagi negerimu, takdirmu bersama roh garuda dicandi, pergilah ke pulau-pulau besar dinusantara bersamanya, temukan delapan kawan dan lima senjata sakti untuk menghadapi musuh besarmu itu….” Setelah Dewi Padi berwasiat, Nusa pun terbangun, dihadapannya telah berdiri kakeknya dengan senyuman kasih sayang yang khas, mengodorkan makanan khas Jawa Timur kesukaan Nusa sejak kecil.

Kesokan harinya Nusa penasaran untuk kembali lagi ke candi garuda, ia berdiri memandang sebuah arca garuda yang bernilai sejarah tinggi, kemudian Nusa mengelilingi candi garuda kecil itu…diperhatikannya serpihan-serpihan bangunan candi yang berserakan disana sini tidak terurus…Candi Garuda terbuat dari batu andesit dan berdimensi geometris vertikal. Kaki candi nampak agak tinggi dengan tangga masuk keatas kecil-kecil seolah-olah bukan tangga masuk sesungguhnya. Ukuran tubuh candi lebih kecil dibandingkan luas kaki serta atap candi, sehingga menekankan kesan ramping. Atap candi terdiri atas tiga bagian dengan bagian paling atas mempunyai permukaan cukup luas tanpa hiasan atap seperti ratna atau stupa. Masing-masing lapisan disisakan ruang agak luas dan diberi hiasan . Konon katanya tiap pojok lapisan atap candi dulu tempat berlian yang sudah lama sekali hilang…arca garuda yang berada ditengah ruangan candi yang kini sedang diperhatikannya kembali oleh Nusa….Nusa mencoba mencari hubungan antara pingsannya karena memegang arca itu dengan wasiat Dewi Padi dalam impiannya….Bisikan hatinya menyuruh kembali menyentuh sinar terang yang memancar di kepala arca Garuda itu lagi, secara perlahan ia menggerakkan tangannya untuk meyakinkan bahwa ia pingsan bukan karena memegang arca itu….Namun apa yang terjadi… saat kembali tangan Nusa menyentuh arca garuda, karena ia adalah sang takdir ratu adil, maka sengatan cahaya panas dan keringat dingin itu pun dirasakannya kembali, namun kali ini berbeda… Nusa sama sekali tidak mampu berteriak, seperti terkena “eureup-eureup” yang pernah dialami di kost-annya di Bandung….Sila berdiri kaku memegang patung arca garuda tersebut….tidak lama kemudian entah darimana sosok Dewi Padi telah berdiri kembali dihadapannya meminta Nusa menjalankan wasiatnya…Dewi Padi berjanji untuk membantu memepertemukan roh garuda serta melindungi perjalanan Nusa dalam mencari delapan kawan dan lima senjata sakti di pulau-pulau besar di Nusantara dengan memberikan Pitasutra pelindung…. Setelah itu Dewi padi menghilang….. kini Nusa tertegun sendiri sambil memegang pitasutra pelindung pemberian Dewi Padi, ….”Aku dua kali mengalami ini…” ucap Nusa lirih bicara sendiri, “ apakah yang dikatakan Dewi Padi itu harus kulakukan ? “ Panca bertanya pada dirinya sendiri sambil memandangi pitasutra pelindung ditangannya….”tak bisa kulupan wasiat Dewi Padi itu…aku akan terus mempelajari setiap hal yang berhubungan dengan negeri ini, karena dengan mengenalnya maka akan bisa menjaga Nusantara ini….dan semakin banyak mendatangi pelosok-pelosok pulau-pulau di Nusantara akan semakin banyak pula hal yang akan aku ketahui, jadi apa salahnya jika aku jalankan wasiat Dewi Padi…

Baru saja mengucapkan kalimat terakhirnya…sinar terang dikepala arca garuda tiba-tiba menarik selendang Dewi Padi, Nusa pun tertarik hingga masuk kedalam alam cahaya yang sangat luas……. Nusa melayang-layang dialam cahaya, kakinya tidak menapak, disekelingnya terhampar cahaya yang tanpa batas…… Tiba-tiba….Nusa melihat Burung Garuda yang sangat besar, buas dan liar sedang menuju kearahnya……Nusa yang berdiri melayang-layang di udara tertegun kaku tak tahu apa yang harus dilakukannya. Burung garuda itu dengan gagahnya meliuk-liukkan tubuhnya naik keudara, berputar-putar diatas kepala Nusa, lalu menukik ke arah Nusa, merentangkan cakar kakinya, sekejap Nusa pun sudah berada duduk dipunggung Burung Garuda besar, Nusa dibawanya menuju kerajaan terbesar alam roh Garuda…Burung Garuda itu meleset di udara melintasi hamparan luas awan-awan putih yang bertebaran di angkasa raya… terus melesat cepat menuju satu gumpalan awan yang sangat putih… sesampainya di salah satu gumpalan awan putih yang merupakan pintu masuk istana, Garuda itu berteriak keras membahana membuat gumpalan awan putih yang merupakan pintu masuk terbuka lebar lalu masuk kedalam gumpalan awan putih…kini Nusa melihat negeri cahaya…Burung garuda yang membawa Nusa berhenti dipintu masuk ruang istana…”Nusa selamat kembali ke rumahmu !” kata Garuda bicaranya membahana. ”Kamu berada kembali di Istana Mutiara Katulistiwa”. Kemudian Nusa disuruh turun dan berjalan…Nusa berjalan diatas hamparan karpet awan pelangi disamping kiri dan kanannya berjatuhan rintik-rintik hujan warna-warni terkena cahaya pelangi bagaikan mutiara katulistiwa yang indah…

Nusa sampai kehadapan singgasana Katulistiwa yang sangat megah, diatas singgasana Katulistiwa roh burung garuda yang tadi membawanya entah bagaimana sudah duduk di atas singgasana, sangat besar dengan rentangan kedua sayapnya yang lebar…. ”Nusa sudah lama sekali kita tidak bertemu, sewaktu kecil di alam roh, kamu tidak pernah mau jauh dariku, kamu selalu mengajak aku bermain dan bila lelah kamu terlelap tidur diatas pundakku…” ”Jadi aku mengenal tempat ini ?” tanya Nusa pada Garuda. Garuda itu menjawab dengan senyuman lalu berkata… ”Perhatikan cermin yang menempel di dinding itu !” Garuda meminta Nusa memperhatikan sebuah cermin besar yang berada diantara dinding istana Mutiara Katulistiwa. Nusa pun mengarahkan matanya ke cermin, dari dalam cermin muncul gumpalan awan putih dan dari sela-selanya keluar cahaya yang dikuti sembilan anak kecil yang sedang bermain. Sebuah permainan yang sangat tidak asing bagi Nusa, ”Permainan Garudaye” sambil anak-anak dalam cermin itu duduk diatas punggung garuda dengan cerianya…….

Nusa memperhatikan sembilan wajah anak yang bermain ’garudaye’ diatas punggung Burung Garuda besar yang sekarang juga duduk disinggasana Katulistiwa, kemudian mata Nusa tertuju kepada satu anak yang memimpin permainan itu, bagi Nusa, wajah itu tidak asing karena itu adalah sosok dirinya sewaktu kecil…..Nusa sangat mengenal wajahnya sewaktu kcil karena kakek yang mengasuhnya sering memperlihatkan album-album foto Nusa sewaktu kecil bersama orang tuanya…….

”Sebelum kamu terlahir kedunia, dikehidupanmu yang lain kamu tinggal bersamaku di alam roh istana Mutiara Katulistiwa ini bersama teman-temanmu, kamu tidak pernah bosan selalu mengajak permainan Garudaye itu……” kata Burung Garuda sambil menghentikan gambaran Nusa dalam cermin. Nusa kembali menghadap burung garuda berusaha untuk mengingatnya tetapi memori Nusa sama sekali tak bisa mengingatkannya pada saat di alam roh Istana Mutiara Katulistiwa.

”Sekarang ikutlah aku ketaman istana Mutiara Khatulistiwa ini,” Garuda membawa Nusa ke sebuah taman yang besar dan indah sekali semuanya serba cahaya dan warna pelangi. Sesampainya di taman Nusa berdiri diatas rumput yang sangat halus sekali, ”Bukankah yang kuinjak ini adalah rumput laut ?” tanya Nusa. ”Betul !” Kata Garuda. ”Istana Mutiara Katulistiwa ini, adalah replika dari Nusantara masa lalu.” Burung Garuda melanjutkan kisahnya, “dahulu Nusantara adalah surga Dewa yang ditelan lautan, pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu, teknologi, dan lain-lainnya. Pulau-pulau Nusantara merupakan bagian benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia yang sekarang sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Namun kemudian benua itu hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus.

Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es era Pleistocene. Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia dulu itu, Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.” Nusa terdiam mendengarkan dongeng Garuda, dalam hatinya bertanya-tanya “bukankah itu hanyalah sekedar mitos.”

Tanpa disadari ternyata gumaman hati Nusa didengar oleh Garuda, Gaurda itu tersenyum lalu berkata, “naiklah ke punggungku aku akan ajak kelilingi Istana Mutiara Katulistiwa ini,” Kata Garuda. Kemudian Nusa kembali menaiki pundak garuda itu. Yang segera membawanya berkeliling Negeri Mutiara Katulistiwa yang memang luar biasa Indahnya. Nusa mengisap udara dan merasakan udara pegunungan yang sejuk, tiba-tiba Garuda mendekati sebuah pohon dengan buah yang lebat sekali,”Ambillah !” kata Garuda meyuruh Nusa. Nusa pun mengambil satu buah yang setelah dimakan rasa buah itu enak sekali. “Sekarang lemparkan bijinya ke tanah !” Pinta Garuda sambil melayang-layang di udara. Sungguh ajaib tanah Istana Mutiara khatulistiwa adalah tanah yang subur sehingga di mana jika menanam apapun akan tumbuh di sana dengan cepatnya,”Itu adalah tanah yang kuambil dari surga Dewa yang ditelan lautan itu.” Garuda kemudian melanjutkan terbangnya melintasi bukit-bukit yang menghadap ke lautan tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. dari atas pundak Garuda Nusa melihat banyaknya gajah-gajah yang berkeliaran dibukit-bukit itu seperti gajah-gajah Sumatra, yang lebih menakjubkan Nusa, di hutan-hutan yang lebat dan gunung-gunung yang menghadap lautan itu berdiri Kuil-kuil yang dilapisi dari emas dan perak, dengan lantai bertahtakan orichalcon (Batu yang harganya hanya kalah dari emas).

Garuda terus terbang membawa Nusa turun kesalah satu kuil Candi Garuda, “Kamu mengenal Kuil ini ?” Kata Garuda sambil menurunkan Nusa. Nusa turun sambil mengagumi kuil yang luar bisa indahnya,” Bukankah ini Candi Garuda dimana aku mengalami peristiwa aneh ini, hingga berada di Negeri Mutiara Katulistiwa.” “Betul inilah aslinya Candi Garuda itu.” Kuil yang dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding perak. Garuda dalam kuil bertahtakan emas, cemerlang dan megah. “Wow ! luar biasa” Gumam Nisa mengagumi kuil Garuda itu.

”Mandilah di mata air itu !” Garuda kemudian menyuruh Nusa untuk mandi di sebuah mata air. yang seperti lautannya, mata air itu tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar mata air. Nusa berjalan kemudian mandi di mata air itu, setelah selesai mandi, lalu Nusa diberikan pakaian serba putih seperti pakaian yang dipakai orang-orang Baduy di pedalaman Banten. “Filsafat yang diyakini penduduk Surga yang ditelan lautan adalah bahwa “tubuh merupakan kuilnya jiwa”, oleh karena itu penduduknya sangat memperhatikan kebersihan tubuh dan cara berbusana, ini merupakan hal yang utama dalam kehidupan orang Indonesia dulu.” Kata Garuda kepada Nusa, “Sekarang duduklah di atas hamparan rumput itu,” selanjutnya Garuda menyuruh Nusa untuk “duduk sila” diatas hamparan rumput yang mengeliling kuil garuda itu. Nusa duduk sila menghadap kuil diatas Padang rumput yang menyebarkan aroma wangi yang lembut, duduk bermeditasi. Aromanya begitu hangat. Ketenangan mengalir dari kepala hingga dirasakan seluruh kulit tubuhnya, Nusa melihat tanaman bunga yang berwarna merah dan putih ditanam bersama, mengingatkan Nusa pada dwi warna merah putih bendera lambang negara. ”Bunga yang berwarna merah dan putih ini bukan saja sangat menggoda secara visual, akan tetapi sangat dibutuhkan buat efektivitas getaran jiwa. Dulu penduduk Nusantara merupakan ”Ahli-ahli ramuan” yang mampu tidak hanya menghasilkan bunga merah putih ini, akan tetapi sampai merawat dan menghasilkan rumput berkualitas tinggi serta kaya pengetahuan. Rumput-rumput itu dirawat mulai sejak tunas, kemudian memetik dan mengekstrak sari pati kehidupannya untuk berbagai penyembuhan, peperangan dan keperluan lainnya. Di lingkungan kerja di Nusantara, jarang ada yang berposisi rendah. Serendah apa pun pekerjaannya, tetap dipandang sebagai anggota penting di dalam masyarakatnya. Masyarakat terbiasa dengan menghormati dan memuji kemampuan orang lain. Yang menanam buah, sayur-mayur, dan penanam jenis kacang-kacangan. Sebagian besar adalah ahli botani, ahli gizi dan pakar makanan lainnya. Mereka bertanggung jawab menyediakan makanan bagi segenap peradaban Surga yang ditelan lautan.”

”Sekarang berdirilah, kita akan menuju sebuah danau !” kata Garuda, Nusa kemudian berdiri kembali setelah merasakan kenyaman yang luar biasa dari rumput sekitar kuil. Garuda membawa Nusa menuju sebuah area danau besar yang indah mempunyai undakan raksasa yang menembus ke tengah danau. Pilar dua sisi undakan adalah tiang yang megah, sedangkan area danau dihubungkan dengan laut melalui terusan sungai besar. Kemudian mereka diam berdiri menghadap danau yang mengarah ke laut itu, lalu Garuda berteriak ”Wuuuung !” memanggil-manggil kedalam danau, tidak berapa lama muncul kepermukaan danau seekor lumba-lumba, ternyata danau itu merupakan tempat yang dibangun khusus untuk lumba-lumba. ”Dahulu penduduk Nusantara sering pergi mendengarkan nasihat lumba-lumba di danau kuil Garuda ini, lumba-lumba adalah sahabat karib dan penasihat penduduk Nusantara. Mereka sangat pintar, dan merupakan sumber keseimbangan serta keharmonisan masyarakat Nusantara. Penduduk Nusantara sering berenang bersama mereka, mengelus mereka, bermain-main dengan mereka, serta mendengarkan nasihat mereka.

”Sekarang jongkoklah, dekatkan pipimu sedikit ke danau dan rasakan ciuman lumba-lumba itu kepipimu,” Kata Garuda. Nusa jongkok mendekatkan pipinya mengarah ke danau, lumba-lumba itu seperti memahami lalu mengangkat tubuhnya dari dasar danau mencium pipi Nusa, Nusa merasakan kelembutan ciuman lumba-lumba dan tangannya mengelus-elus binatang pintar itu, lumba-lumba berteriak-teriak mengucapkan salam pada Nusa. ”ayo berenanglah bersama lumba-lumba, bermain-mainlah bersama mereka !” Kata Garuda. Nusa loncat berenang keair, seperti memahami lumba-lumba itu mendahului Nusa, dan disaat Nusa berada di danau lumba-lumba sudah berada dibelakangnya. Nusa memegang pundak lumba-lumba yang kemudian membawanya berenang-renang disekitar danau.”Wuuung, asik sekali lumba-lumba itu memutar-mutar membawa Nusa keliling danau. Setelah beberapa putaran kemudian Nusa naik kepermukaan. ”Sekarang berdirilah menghadap ke lumba-lumba pejamkan mata dan pusatkan pikiran pada suara lumba-lumba,” kata Garuda. Dan seperti mengerti apa yang dinginkan Garuda, lumba-lumba itu berdiri di air menghadap kearah Nusa yang mulai memejamkan mata dan memusatkan pikiran pada bunyi-bunyi suara yang diteriakkan lumba-lumba.”Lumba-lumba itu kemudian mengeluarkan pola suara dengan durasi panjang bergelombang, amplitudo, frekwensi, interval pola yang seakan menghubungkan pikiran lumba-lumba dengan Nusa. Suara lumba-lumba yang aneh itu masuk melalui telinga Nusa yang sedang berkonsentrasi, suara lumba-lumba itu mengingatkan Nusa akan kenangan masa lalu yang menakutkannya.

Saat itu Nusa kecil bersama sembilan saudaranya dan ibunya berdiri diatas singgasana kerajaan memandang kesebuah lapangan besar melihat ayahnya yang mempersiapkan para tentara penunggang gajah yang ribuan jumlahnya,” Sekarang saatnya kita taklukkan negri Siluman !” ayahnya berteriak diantara pasukan gajah dikuti teriakan para prajurit yang gegap gepita. Saat itu Nusa kecil merasakan istananya berguncang,”Ibu mengapa istana ini berguncang ?” kata Nusa kecil kepada ibunya. ”Guncangan ini disebabkan oleh suara teriakan tentara pasukan gajah itu anakku.” Jawab ibunya tanpa rasa curiga apa-apa. ”Ayo kita berangkat !” Kata ayahnya. Yang diikuti oleh langkah-langkah kaki gajah yang bergerak. Namun tiba-tiba, baru juga pasukan gajah melangkah beberapa langkah, tiba-tiba bumi berguncang, air sungai sekitar kerajaan meluap diiringi dari kejauhan meletus puluhan gunung berapi yang aktif yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia yang sekarang sebagai pusatnya. Gempa bumi, banjir dan letusan gunung berapi itu menenggelamkan sebagian wilayah Nusantara, melenyapkan dalam semalam. tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya, juga hilang dalam ingatan Nusa.”

Nusa kecil bersama delapan saudaranya dan ibunya terjatuh dari istana kedalam lautan, antara sadar dan tidak, tiba-tiba ribuan lumba-lumba membawa Nusa dan delapan saudara-saudaranya menyelamatkan mereka, lumba-lumba itu saling komunikasi melalui suaranya menghindari gempa dan letusan gunung-gunung berapi, setelah berada dilautan luas, Nusa kecil melihat lumba-lumba pelangi, sungguh ajaib ! dengan pembangkit frekwensi suaranya lumba-lumba pelangi itu mengangkat air laut naik keatas, membumbung ke langit membuat jalan pelangi melewati awan-awan, menuju danau yang terletak di Istana Mutiara Khatulistiwa, dimana kini Nusa dewasa sedang berenang. Kemudian Garuda itulah yang menyelamtkan mereka dan mengasuhnya didalam Istana Mutiara Katulistiwa …….

”Sekarang bukalah matamu ?” perintah Garuda pada Nusa. Nusa membuka matanya tertegun memikirkan apa yang terungkap dalam ingatan masa lalunya. Kemudian Nusa membalikkan tubuhnya, matanya memandang Garuda yang berdiri disampingnya. ”Semua saudara-saudaramu sekarang menyebar di antara kepulauan Nusantara yang saat ini sudah terpisah-pisah” Kata Garuda.

”Siapa yang menyebabkan semua ini ?” tanya Nusa. ”Penyebab semua itu adalah Maharaja Siluman, rupanya penyerangan yang akan dilakukan ayahmu telah jauh hari diketahui oleh Maharaja Siluman, mereka mempelajari sumber kekuatan Nusantara dan mereka mengetahui akulah, Garuda sebagai lambang kekuatan Nusantara. Kemudian mereka dengan bantuan para ahli sihir mencuri lima sumber kekuatanku serta menutup Istana Mutiara Katulistiwaku ini dengan mantra-mantra yang menimbulkan aku tidak bisa keluar dari manapun, akhirnya aku terpenjara di istanaku sendiri sampai saat ini. Keberangkatan ayahmu kenegeri Siluman, bertujuan karena ingin membebaskan aku. Namun rupanya Maharaja Siluman mengirimkan pasukannya untuk menghancurkan dan menenggelamkan Nusantara melalui serangkaian gempa dan letusan gunung berapi. Namun, rupanya usaha raja siluman ini hanya baru mampu menenggelamkan sebagian sehingga sekarang Nusantara menjadi kepulauan yang terpisah-pisah. Setelah beberapa abad kemudian, Rupanya Maharaja Siluman mengetahui aku telah menyelamatkan sembilan dari keturunan Maharaja Nusantara, oleh karena itu Maharaja Siluman akan mengutus kembali keturunannya bernama Samum untuk melanjutkan misinya yakni membunuh dan menenggelamkan semua kepulauan Nusantara ini ” Kata Garuda.

”Samum akan muncul kembali di Nusantara dalam wujud manusia, melanjutkan misi Maharaja Siluman untuk melenyapkan dan menenggelamkan Nusantara ke dalam lautan seluruhnya, karena itu tugasmu, bersama saudara-saudaramu harus menyelamatkan Nusantara ini untuk bisa mencegah terulangnya kejahatan Siluman itu. Carilah teman-teman semua patriotik bangsa yang sekarang menyebar di antara kepulauan Nusantara, dan bersama mereka carilah kelima senjata sakti yang dulu hendak dipergunakan ayahmu untuk menghancurkan Maharaja Siluman, dengan kelima senjata itu juga akan mampu menghancurkan mantra yang menutup hubungan istana Mutiara Katulistiwa dengan Nusantara.” Kata Garuda.

”Berangkatlah sekarang bersama lumba-lumba bernama ”Tursiops Pelangi” ini ke Samudera Hindia menuju daerah Simeleu Aceh, disana tugasmu menemui ahli pantun untuk membacakan kitab tentang smong, di pantun itu akan memberimu petunjuk dimana anak siluman itu muncul. pakailah pakaian ini, jika berenang dilautan atau air sungat akan berubah mirip kulit lumba-lumba sehingga berenang kemanapun dilautan dan sungai Nusantara mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga seperti lumba-lumba dapat berenang dengan sedikit hambatan air.” Kata Garuda. “Penutup kepala dan pakaianmu juga dilengkapi sebuah sistem sonar dan sensor yang digunakan untuk berkomunikasi dengan lumba-lumba dengan sempurna, sistem sonar ini dapat pula menghindari benda-benda yang ada di depanmu saat berenang, sehingga terhindar dari benturan atau menditeksi musuh-musuhmu saat dilautan.” Kata Garuda berikutnya. Nusa memperhatikan pakaiannya yang ternyata meski seperti pakaian putih suku Baduy tetapi ternyata dilengkapi dengan sistem yang sangat canggih.

“Sesampainya di Aceh, Nanti kamu akan bertemu dengan orang tua berpakaian jubah putih, yang akan memberimu kekuatan untuk melawan kedatangan Siluman itu, dan bila di pantai terlihat laut surut secara abnormal maka itulah pertanda kemunculan anak siluman di Bumi Nusantara.” Kata Garuda.

Tidak berapa lama Lumba-lumba pelangi itu memukulkan ekornya ke air danau kemudian terbentuklah jalan pelangi menghubungkan Istana Mutiara Katulistiwa dengan lautan lepas Samudera Hindia. Setelah pamit pada Garuda, Nusa pergi memulai petualangannya bersama lumba-lumba pelangi itu menuju lautan lepas Samudera Hindia.

METODE PENGAJARAN AKTIF INOVATIF KREATIF EFEKTIF MENYENANGKAN

November 28, 2009 Tinggalkan komentar

Cara Anak Memperoleh Pengajaran

Sejarah Metode Pengajaran

Jika kita perhatikan sejarah tentang anak-anak pada beberapa abad yang lalu memperoleh pengajaran, ternyata di berbagai tempat caranya hampir sama. Pertama, guru atau orangtua mengatakan sesuatu. Kedua, anak mengulang dan menghafal perkataan orangtua atau gurunya. Ketiga, orangtua atau guru memberi contoh yang kemudian ditiru oleh anak.

Dengan metode mengajar seperti itu, sampai sekarang cara mengajar anak belum banyak berubah, yaitu mengatakan dahulu dan mengulang, sepatah demi sepatah, baris demi baris, kalimat demi kalimat, tanya jawab, dan mendemonstrasikan. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, cara (metode) mengajar pun mengalami perubahan, yaitu dengan ditemukan cara baru yang lebih efektif. Jika dengan cara baru tersebut, guru merasa lebih berhasil dibandingkan dengan cara yang lama, dengan sendirinya sejak saat itu mereka mengajar dengan cara yang baru tersebut. Dengan demikian, lama kelamaan ditemukanlah berbagai cara mengajar.

Berdasarkan perkembangan (sejarah) mengajar tersebut, para ahli pendidikan mulai menyelidiki cara mengajar yang terbaik dan tercepat dapat mencapai tujuan pengajaran. Ketika orangtua dan guru peduli terhadap dunia pendidikan, mulailah mereka mencatat pengalaman dan pendiriannya tentang mendidik anak dan menerbitkan berbagai catatan dalam bentuk buku. Dari buku tersebut, kemudian berkembang menjadi diskusi ataupun eksperimen (percobaan) tentang usaha mencari metode mengajar yang paling tepat. Proses tersebut akhirnya melahirkan bermacam aturan tentang pengajaran. Aturan-aturan pengajaran tersebut sekarang disebut didaktik metodik.

Johan Amos Comenius (lahir di Cekoslowakia) adalah orang pertama yang menyusun ilmu pengetahuan tentang pengajaran (pendidikan). Pada 1657, terbitlah karangan dia dalam bahasa latin, Didactica Magna, yang artinya “ilmu mengajar” (De Queljue dan Gazali, 1972: 9).

Didaktika berasal dari bahasa Yunani, didaskoo, artinya “saya mengajar”. Didaktik secara umum adalah ilmu menanamkan pengetahuan kepada seseorang dengan cara yang tersingkat dan terpasti. Didaktik terus berkembang, para pendidik menyusun berbagai cara agar dapat menanamkan pengetahuan kepada anak didiknya dengan cara yang tersingkat dan terpasti. Saat akan mendidik, pengajar (guru/orangtua) berpikir tentang alat-alat yang harus digunakan yang sesuai dengan materi pelajaran. Selain itu, dipikirkan pula waktu (jam) mengajar dalam kurun tertentu seperti kegiatan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Cara mengajar yang ditempuh para pendidik untuk menyampaikan materi pelajaran ini kemudian dinamakan metodik atau metode, yang artinya “cara yang sistematis untuk menyampaikan pelajaran”.

Didaktik metodik terus tumbuh dan mengalami pembaruan sehingga didaktik metodik yang sekarang digunakan (awal abad ke-21 M), berbeda dengan didaktik metodik zaman Comenius yang hidup pada abad ke-18/19. Ilmu pengetahuan tentang anak-anak, baru sungguh-sungguh dipelajari pada akhir abad ke-19. Pengetahuan baru tersebut menerangkan bahwa jika seseorang hendak mengajar anak-anak dengan baik, harus mengetahui bagaimana jiwa anak-anak tersebut berkembang seperti bagaimana anak-anak mengamati, berpikir, bereaksi, serta apa yang dapat mereka pahami pada suatu tingkat perkembangan tertentu dan apa yang belum dapat mereka pahami (De Queljue dan Gazali, 1972: 9-10).

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

November 28, 2009 Tinggalkan komentar

Pertemuan pertama

Pengertian Perkembangan Peserta Didik

Heri Hidayat, M.Pd.

Yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan tuhan lainnya adalah kemampuannnya untuk belajar, ibarat seseorang yang pergi dari Bandung menuju Jakarta pasti dia akan melalui jalan umum. Mungkin awalnya jalan itu merupakan jalan setapak kemudian orang banyak menggunakannya hingga akhirnya diperbaiki terus menerus generasi ke generasi sampai jalan itu menjadi lebih maju dan sempurna, beraspal dan dapat dilalui manusia dan kini karena kepandaian manusia, bisa membuat jalan yang lebih cepat antara Bandung Jakarta melalui jalan tol. Begitupun perkembangan manusia dari mulai ia lahir, anak-anak, reamaja, dewasa hingga lansia ibarat seseorang yang berjalan tadi, manusia mampu mempelajari apa yang menjadi kebutuhan dirinya ketika diperjalanan, kapan dia harus beristirahat, bagaimana kondisi fisik dan fsikisnya saat diperjalanan. Awalnya pendidikan mempelajari perjalanan manusia itu perubahan-perubahan yang mendasar saja akan teteapi lambat laun dipelajari secara mendalam dari generasi ke generasi sehingga akhirnya menemukan Jalan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan fisik dan fsikis manusia. Seorang pendidik ibarat perancang jalan raya harus dapat membuka kunci-kunci perkembangan psikologis peserta didiknya sehingga dapat membuat jalan suatu sistem pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik, belajar menjadi menyenangkan dan membuat peserta didik menjadi betah, yang akan menunjukkan keberhasilan seorang peserta didik.

Hasil dari mempelajari fisik dan fsikis manusia ini muncullah suatu cabang ilmu yakni Psikologi Perkembangan yang merupakan cabang dari psikologi. Psikologi (Psychology dari bahasa yunani dari kata “psycho” yang berarti roh, jiwa (daya hidup) dan “logos” berarti ilmu, secara harfiah psikologi berarti “ilmu jiwa”. Perkembangan (development) adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke arah yang lebih maju. Pertumbuhan sendiri (growth) berarti tahapan peningkatan sesuatu dalam hal jumlah, ukuran, dan arti pentingnya. Pertumbuhan juga dapat berarti sebuah tahapan perkembangan (a stage of development). (McLeod, 1989). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991), Perkembangan berarti mekar terbuka atau membentang; menjadi besar, luas, dan banyak, serta menjadi bertambah sempurna dalam hal kepribadian, pikiran, pengetahuan, dan sebagainya.

Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis, progresif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan – perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya. (1) Progresif berarti perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat dan meluas, baik secara kuantitatif (fisik) mapun kualitatif (psikis). Contoh : perubahan proporsi dan ukuran fisik (dari pendek menjadi tinggi dan dari kecil menjadi besar); perubahan pengetahuan dan keterampilan dari sederhana sampai kepada yang kompleks (mulai dari mengenal huruf sampai dengan kemampuan membaca buku). (2) Berkesinambungan artinya bahwa perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara beraturan atau berurutan. Contoh : untuk dapat berdiri, seorang anak terlebih dahulu harus menguasai tahapan perkembangan sebelumnya yaitu kemampuan duduk dan merangkak.

Selanjutnya, Dictionary of pyscology merinci pengertian perkembangan sebagai berikut:

  1. The progressive and continous change in the organism from birth to death, perkembangan itu merupakan perubahan yang perogresif dan terus-menerus dalam diri organisme sejak lahir hingga mati.
  2. Growth, perkembangan itu berarti pertumbuhan.
  3. Change in the shape and integration of bodily parts into function parts, perkembangan berarti perubahan dalam bentuk dan penyatuan bagian-bagian yang bersifat jasmaniah kedalam bagian-bagian yang fungsional.
  4. Maturation or the appearance of fundamental pattern of unlearned behavior, perkembangan itu adalah kematangan atau kemunculan pola-pola dasar tingkah laku yang bukan hasil belajar.

Berdasarkan uraian di atas, berkesimpulan bahwa perkembangan adalah rentetan perubahan jasmani dan rohani manusia menuju ke arah yang lebih maju dan sempurna.

1 David G Myers (1996)

Psikologi perkembangan “a branch of psychologu that studies physical, coginitive, and social change throughout the life span”

2 Kevil L.Seifert & Robert J Hoffnung (1994)

Psikologi Perkembangan “The schientificy study of how thoughts, feeling, personalitu, social relationships, and body of motor skill envolve as an individual grows older”

3 Linda L Daidoff (1991)

Psikologi Perkembangan adalah cabang psikologi yang mempelajari perubahan dan perkembangan stuktur jasmani, perilaku, dan fungsi mental manusia yang dimulai sejak terbentuknya makhluk itu melalui pembuahan hingga menjelang mati.

4 M Lenner (1976)

Psikologi perkembangan sebagai pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan fungsi-fungsi psikologis sepanjang hidup (mempelajari bagaimana proses berpikir pada anak-anak, memiliki persamaan dan perbedaan, dan bagaimana kepribadian seseorang berubah dan berkembangn dari anak-anak, remaja, sampai dewasa.

Berdasarkan uraian di atas, berkesimpulan bahwa perkembangan adalah rentetan perubahan jasmani dan rohani manusia menuju ke arah yang lebih maju dan sempurna. Tugas pendidik atau sekolah adalah mengolah bahan ajar atau kurikulum pendidikan menyesuaikan dengan karakteristik rentetetan perkembangan manusia ini, sehingga pelajaran tidak memandang manusia tak ubahnya computer yang hanya tinggal dimasuki data begitu saja.

Ciri-ciri Perkembangan Individu

Perkembangan individu mempunyai ciri-ciri umum sebagai berikut :

1. Terjadinya perubahan dalam aspek :

· Fisik; seperti : berat dan tinggi badan.

· Psikis; seperti : berbicara dan berfikir.

2. Terjadinya perubahan dalam proporsi.

· Fisik; seperti : proporsi tubuh anak berubah sesuai dengan fase perkembangannya.

· Psikis; seperti : perubahan imajinasi dari fantasi ke realistis.

3. Lenyapnya tanda-tanda yang lama.

· Fisik; seperti: rambut-rambut halus dan gigi susu, kelenjar thymus dan kelenjar pineal.

· Psikis; seperti : lenyapnya masa mengoceh, perilaku impulsif.

4. Diperolehnya tanda-tanda baru.

· Fisik; seperti : pergantian gigi dan karakteristik sex pada usia remaja, seperti kumis dan jakun pada laki dan tumbuh payudara dan menstruasi pada wanita, tumbuh uban pada masa tua.

· Psikis; seperti berkembangnya rasa ingin tahu, terutama yang berkaitan dengan sex, ilmu pengetahuan, nilai-nilai moral dan keyakinan beragama.

Prinsip-Prinsip Perkembangan Individu

Prinip- prinsip perkembangan individu, yaitu :

1. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti.

2. Semua aspek perkembangan saling berhubungan.

3. Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan.

4. Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas.

5. Setiap individu normal akan mengalami tahapan perkembangan.

6. Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu

Pola atau Arah Perkembangan Individu

Arah atau pola perkembangan sebagai berikut :

1. Cephalocaudal & proximal-distal (perkembangan manusia itu mulai dari kepala ke kaki dan dari tengah (jantung, paru dan sebagainya) ke samping (tangan).

2. Struktur mendahului fungsi.

3. Diferensiasi ke integrasi.

4. Dari konkret ke abstrak.

5. Dari egosentris ke perspektivisme.

6. Dari outer control ke inner control.

Tahapan-Tahapan Perkembangan Individu

Dalam berbagai literatur kita dapati berbagai pendekatan dalam menentukan tahapan perkembangan individu, diantaranya adalah pendekatan didaktis. Dalam hal ini, Syamsu Yusuf (2003) mengemukakan tahapan perkembangan individu dengan menggunakan pendekatan didaktis, sebagai berikut :

Masa Usia Pra Sekolah

Masa Usia Pra Sekolah terbagi dua yaitu (1) Masa Vital dan (2) Masa Estetik

1. Masa Vital; pada masa ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. Untuk masa belajar pada tahun pertama dalam kehidupan individu , Freud menyebutnya sebagai masa oral (mulut), karena mulut dipandang sebagai sumber kenikmatan dan merupakan alat untuk melakukan eksplorasi dan belajar.Pada tahun kedua anak belajar berjalan sehingga anak belajar menguasai ruang, mulai dari yang paling dekat sampai dengan ruang yang jauh. Pada tahun kedua umunya terjadi pembiasaan terhadap kebersihan. Melalui latihan kebersihan, anak belajar mengendalikan impuls-impuls atau dorongan-dorongan yang datang dari dalam dirinya.

2. Masa Estetik; dianggap sebagai masa perkembangan rasa keindahan. Anak bereksplorasi dan belajar melalui panca inderanya. Pada masa ini panca indera masih sangat peka.

Masa Usia Sekolah Dasar

Masa Usia Sekolah Dasar disebut juga masa intelektual, atau masa keserasian bersekolah pada umur 6-7 tahun anak dianggap sudah matang untuk memasuki sekolah. Masa Usia Sekolah Dasar terbagi dua, yaitu : (a) masa kelas-kelas rendah dan (b) masa kelas tinggi.

Ciri-ciri pada masa kelas-kelas rendah(6/7 – 9/10 tahun) :

1. Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi.

2. Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan tradisional.

3. Adanya kecenderungan memuji diri sendiri.

4. Membandingkan dirinya dengan anak yang lain.

5. Apabila tidak dapat menyelesaikan suatu soal, maka soal itu dianggap tidak penting.

6. Pada masa ini (terutama usia 6 – 8 tahun) anak menghendaki nilai angka rapor yang baik, tanpa mengingat apakah prestasinya memang pantas diberi nilai baik atau tidak.

Ciri-ciri pada masa kelas-kelas tinggi (9/10-12/13 tahun) :

1. Minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret.

2. Amat realistik, rasa ingin tahu dan ingin belajar.

3. Menjelang akhir masa ini telah ada minat kepada hal-hal atau mata pelajaran khusus sebagai mulai menonjolnya bakat-bakat khusus.

4. Sampai usia 11 tahun anak membutuhkan guru atau orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugas dan memenuhi keinginannya. Selepas usia ini pada umumnya anak menghadapi tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha untuk menyelesaikannya.

5. Pada masa ini anak memandang nilai (angka rapor) sebagai ukuran tepat mengenai prestasi sekolahnya.

6. Gemar membentuk kelompok sebaya untuk bermain bersama. Dalam permainan itu mereka tidak terikat lagi dengan aturan permainan tradisional (yang sudah ada), mereka membuat peraturan sendiri.

Masa Usia Sekolah Menengah

Masa usia sekolah menengah bertepatan dengan masa remaja, yang terbagai ke dalam 3 bagian yaitu :

1. masa remaja awal; biasanya ditandai dengan sifat-sifat negatif, dalam jasmani dan mental, prestasi, serta sikap sosial.

2. Masa remaja madya; pada masa ini mulai tumbuh dorongan untuk hidup, kebutuhan akan adanya teman yang dapat memahami dan menolongnya. Pada masa ini sebagai masa mencari sesuatu yang dipandang bernilai, pantas dijunjung dan dipuja.

3. Masa remaja akhir; setelah remaja dapat menentukan pendirian hidupnya, pada dasarnya telah tercapai masa remaja akhir dan telah terpenuhi tugas-tugas perkembangan pada masa remaja, yang akan memberikan dasar bagi memasuki masa berikutnya yaitu masa dewasa.

Masa Usia Kemahasiswaan (18,00-25,00 tahun)

Masa ini dapat digolongkan pada masa remaja akhir sampai masa dewasa awal atau dewasa madya, yang intinya pada masa ini merupakan pemantapan pendirian hidup.

Tugas Perkembangan Individu

Havighurst (1961) mengemukakan bahwa : “ A developmental task is a task which arises at or about a certain period in the life of the individual, succesful achievement of which leads to his happiness and to success with later task, while failure leads to unhappiness in the individual, disaproval by society, difficulty with later task.

10. Tugas perkembangan apa yang harus dicapai pada masa bayi dan kanak-kanak awal (0,0–6.0) ?

Tugas perkembangan masa bayi dan kanak – kanak awal (0,0–6.0) adalah :

1. Belajar berjalan pada usia 9.0 – 15.0 bulan.

2. Belajar memakan makan padat.

3. Belajar berbicara.

4. Belajar buang air kecil dan buang air besar.

5. Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin.

6. Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis.

7. Membentuk konsep-konsep sederhana kenyataan sosial dan alam.

8. Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang tua, saudara, dan orang lain.

9. Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk dan pengembangan kata hati.

Tugas perkembangan masa kanak – kanak akhir dan anak sekolah (0,0–6.0) adalah :

1. Belajar memperoleh keterampilan fisik untuk melakukan permainan.

2. Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk biologis.

3. Belajar bergaul dengan teman sebaya.

4. Belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya.

5. Belajar keterampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung.

6. Belajar mengembangkan konsep-konsep sehari-hari.

7. Mengembangkan kata hati.

8. Belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi.

9. Mengembangkan sikap yang positif terhadap kelompok sosial.

Tugas perkembangan masa remaja (21,0–21.0) adalah :

1. Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya.

2. Mencapai peran sosial sebagai pria atau wanita.

3. Menerima keadaan fisik dan menggunakannya secara efektif.

4. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya.

5. Mencapai jaminan kemandirian ekonomi.

6. Memilih dan mempersiapkan karier.

7. Mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga.

8. Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan bagi warga negara.

9. Mencapai perilaku yang bertanggung jawab secara sosial.

10. Memperoleh seperangkat nilai sistem etika sebagai petunjuk/pembimbing dalam berperilaku.

Tugas perkembangan masa dewasa awal (21,0–dst) adalah :

1. Memilih pasangan.

2. Belajar hidup dengan pasangan.

3. Memulai hidup dengan pasangan.

4. Memelihara anak.

5. Mengelola rumah tangga.

6. Memulai bekerja.

7. Mengambil tanggung jawab sebagai warga negara.

8. Menemukan suatu kelompok yang serasi.

Kesimpulan :

Psikologi Perkembangan adalah cabang dari psikologi yang mempelajari secara sistematis perkembangan perilaku manusia secara ontogenik, yaitu mempelajari struktur jasmani, perilaku, maupun fungsi mental manusia sepanjang rentang hidupnya (life span) dari masa konsepsi hingga menjelang mati.

Catatan :

Perkembangan tingkah laku dapat ditinjau dari 2 sudut, yaitu :

Secara Filogenetik, yaitu mempelajari perkembangan perilaku dari satu species ke species yang lain dalam arti dari species yang masih primitif

Secara Ontogenetik, yaitu mempelajari perkembangan perilaku manusia dari seorang individu sepanjang rentang hidupnya (life span) yang berarti dari sejak konsepsi sampai saat meninggal.

Permainan Pertama

Ingatan masa sekolah

Coba anda jawab beberapa pertanyaan dibawah ini dengan merenungkan salah satu fase perkembangan anda sewaktu di TK, SD, SLTP, dan SMU :

1. Pelajaran apa yang menurut anda, pada saat itu paling anda senangi ?

2. Berikan alasan dengan bebas dan jujur mengapa anda menyenangi pelajaran itu ?

3. Dari isi materi pelajaran yang diberikan guru, isi materi pelajaran tentang apa yang paling anda ingat dan anda senang mengerjakan tugas pelajaran itu ?

4. sebaliknya, isi materi pelajaran tentang apa yang membuat anda malas mengerjakan dan tidak senang mengerjakan tugas itu ?

5. Berapa usia anda pada saat itu ?

Tugas kajian Pustaka & Internet :

Anda diminta mencari teori tentang karakteristik perkembangan psikologis sesuai usia.

Filosofi Pendidikan Tumbuh Sempurna

Anak didik ibarat sebuah benih tanaman, benih akan tumbuh dengan baik atau sebaliknya, bergantung pada kebun tempat menanamnya dan bagaimana pemilik/pemelihara dalam merawatnya. Benih akan tumbuh jika ditanam di kebun yang memiliki tanah gembur,menyiraminya dengan sabar, menggunakan air yang baik dan bukan air limbah, cukup udara dan sinar Matahari.

Pendidikan anak usia dini di taman kanak-kanak, raudhatul athfal, play group, Bina Balita dan lain-lain program pendidikan anak usia dini sejenis (Undang-undang Sisdiknas ; 2003 ; 46), sekolah dasar, madrasah iftidaiyah, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Sekolah Lanjutan Tingkat Akhir adalah ibarat kebun tempat menumbuhkan berbagai macam tanaman, sedangkan orang tua/guru ibarat pemeliharanya. Setiap orang tua/guru mengharapkan agar anak (benih) dapat tumbuh menjadi orang berbudi luhur dan cerdas sesuai dengan fitrahnya.

Kelas adalah taman tempat anak didik (Growth) mekar terbuka atau membentang menjadi besar, luas dan banyak, serta menjadi bertambah sempurna dalam hal kepribadian, pikiran, pengetahuan dan sebagainya dan bukan sekadar benteng tembok, melainkan juga adalah halaman sekolah, tanah, air, udara, cahaya matahari, buku-buku, barang-barang bekas, langit, bumi, dan alam tempat kita dapat belajar untuk pertumbuhan manusia dewasa (Froebel,1782 – 1852).

Ketika akar-akar benih tanaman otak kanan kirinya menancap kokoh, batang tubuhnya tumbuh menjadi kuat, menumbuhkan batang-batang Daya Cipta, kecerdasan lingusitik, kecerdasan logika matematik, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan musikal, kecerdasan kinestetik, kecerdasan naturalis, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan spiritual, kecerdasan vinansial dan kecerdasan lainnya. Oleh karena itu, batang-batang itu menumbuhkan daun-daun yang hijau dan berbagai macam bunga sesuai dengan jenis fitrah tanamannya (Gordon,2000 ; 314-354).

Tanaman yang tumbuh dengan baik, anak didik senantiasa memberi banyak manfaat, dan keindahannya akan membuat semua orang senang melihatnya. Bunga-bunganya yang cantik akan memberi manfaat bagi kumbang dan kupu-kupu untuk mengisap madunya. Begitu juga anak yang tumbuh di tangan orangtua dan guru yang baik, akan berterimakasih kepada Allah penciptanya karena banyak memberi manfaat bagi lingkungan, baik fisik maupun nonfisik, juga keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Rumah, sekolah, dan lingkungan, merupakan tempat anak didik tumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrahnya. Karena masa perkembangan anak didik melalui masa bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain. Oleh karena itu, agar anak bersedia mempelajari sesuatu dengan cepat dan efektif, orang tua dan guru harus menggunakan didaktik-metodik dalam suasana yang menyenangkan. Perkembangan otak masa belajar tidak bisa memperhatikan semua pelajaran yang tidak menarik, membosankan, atau tidak menggugah emosi, pastilah tidak akan diingat oleh anak didik.

Kategori:Tak Berkategori

AKTIVITAS BERMAIN BACA TULIS KREATIF

November 27, 2009 Tinggalkan komentar

Budaya Senang Baca Tulis

Budaya membaca merupakan prasyarat dasar untuk mengetahui lebih banyak tentang kompleksitas persoalan di dunia tempat tinggal kita ini, segala harapan dan kecemasannya, serta setiap peluang dan tantangannya. Teknologi boleh maju, koran, majalah dan buku-buku boleh melimpah, internet juga boleh masuk kampung, tetapi bila masyarakatnya tidak senang baca tulis,maka semuanya akan menjadi tidak berguna dan nihil makna. Kita akan tetap miskin ilmu dan miskin informasi. Kita akan tetap berada ‘dalam tempurung’. Kita akan tetap menjadi becak di tengah lalu lintas kendaraan kota besar yang supercepat. Tak dapat disangkal memang, Budaya berkumpul dan budaya lisan masih sangat kuat mengikat masyarakat kita. Jangankan masyarakat non akademis, masyarakat akademis pun masih ‘jauh panggang dari api’. Minat baca tulis dosen, guru, mahasiswa, dan siswa sangat memprihatinkan. Adalah pemandangan biasa jika datang kerumah seorang kepala sekolah atau guru, tak ada perpustakaan pribadi. Di toko-toko buku sangat sedikit sekali buku-buku yang dikarang oleh guru atau dosen. Juga adalah pemandangan biasa jika pelajar berangkat ke sekolah tanpa tas. Mereka hanya membawa satu atau dua eksemplar buku tulis yang isinya pun tidak karuan. Yang lebih mengenaskan ketika mahasiswa menyelesaikan studi, bersamaan mendapatkan ijazah, sejak itu pula menghentikan kegiatan baca tulis bahkan buku-buku yang dia beli sewaktu kuliah ia obral pada adik-adik kelasnya. Kondisi ini terjadi karena rata-rata pelajar dan mahasiswa kita diajari baca tulis dengan cara yang tidak menyenangkan.

Sejak usia dini anak diajari Baca tulis dengan tidak menyenangkan, duduk tegak rapi, menghadap papan tulis, menulis dibuku bergaris, menggunakan alat tulis yang tidak disukainya, suara guru yang membentak-bentak, semua itu menekan emosi anak sehingga “bisa baca tulis karena tekanan.’tekanan itu terus dilakukan oleh guru SD, SLTP, SMU sampai ke perguruan tingi melalui tugas-tugas sekolah yang setumpuk. hingga puncaknya, ketika sudah selesai menjalani sekolah merasa terbebaslah dari ‘tekanan baca tulis.’ Tugas berat kita bersama ke depan adalah bagaimana meningkatkan kesenangan masyarakat pada budaya baca tulis. Yang dibutuhkan bukan sekadar membuat masyarakat tahu baca tulis, melainkan menjadikan aktivitas baca tulis itu sebagai suatu budaya yang menyenangkan. Ini sebuah cita-cita besar yang bagaimanapun juga harus dimiliki setiap bangsa dan daerah di dunia modern ini. Hal ini bukan tidak mungkin dicapai bila ada niat dan tekat kuat serta kesungguhan untuk mengusahakannya. Perlunya menyenangi baca tulis sejak usia dini. Orang tua menjadi cermin bagi anak-anak dalam hal apa saja, termasuk dalam kebiasaan baca tulis. Lalu, perlu meningkatkan frekuensi membacakan buku cerita, berlangganan majalah anak, membelikan buku bacaan referensi sesuai dengan kesukaan anak, misalnya bila anak suka akan mainan mobil-mobilan, maka orang tua memberikan buku bacaan tentang mobil, bila anak senang mainan binatang, maka orang tua membelikan buku tentang binatang-binatang. Kebiasaan-kebiasaan ini semestinya terus-menerus dilakukan orang tua dan pendidik yang bertanggung jawab dalam upaya generasi yang gemar baca tulis. Kita hanya betul-betul bertekad menciptakan generasi baca tulis bila tidak henti-hentinya berupaya dan tidak pernah kehabisan daya untuk mencari jalan keluar yang kreatif demi peningkatan minat baca tulis masyarakat sedini mungkin.

PROGRAM PELATIHAN PTK PAUD

November 27, 2009 Tinggalkan komentar

BAB III

PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN

Hasil dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) akan ditampilan dalam bagian ini. Menurut Kemmis (1983) menjelaskan bahwa PTK adalah sebuah bentuk inkuiri reflektif yang dilakukan secara kemitraan mengenai situasi sosial tertentu ( termasuk pendidikan) untuk meningkatkan rasionalitas dan keadilan dari kegiatan prakterk sosial, pemahaman suatu kegiatan, dan situasi suatu kegiatan (Dalam Prof. Dr. Rochiati Wiriaatmadja. Metode Penelitian Tindakan Kelas, hal.12). Urutan penjabarannya adalah sebagai berikut ; (A) Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas; (B) Hasil Penelitian Tindakan Kelas.

Hasil dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengetahui dampak permainan balok pada pengembangan kognitif matematika di taman kanak-kanak.

A. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas

Intervensi Tindakan Atau Rancangan Siklus Penelitian

Bagan 3.1. Rancangan Siklus Penelitian

perencanaan

Siklus I Pelaksanaan

Siklus II Pelaksanaan

Perencanaan

Refleksi

Refleksi

Pengamatan

Pengamatan

Hasil Penelitian

LANGKAH-LANGKAH

KEGIATAN

1. Guru mengenalkan bentuk-bentuk balok

2. guru mengelompokkan/klasifikasi balok, warna, besar dan kecil

3. menyusun balok

4. menghitung balok yang tidak tersusun

5. membuat bentuk bangunan sederhana sesuai keinginan

6. mempresentasikan hasil bangunan yang dibuatnya

RESPON SISWA

1. anak belum tahun bentuk balok

2. anak tidak mengetahui fungsi balok

3. anak tidak menyelesaikan pekerjaannya

4. imajinasi anak kurang

5. anak tidak bisa mengurutkan angka

6. belum bisa mempresentasikan hasil

PENYEBAB RESPON

1. guru tidak menjelaskan bentuk balok secara berulang-ulang

2. guru tidak memberi contoh dan mempraktekkan

3. guru kurang mengarahkan dan tidak ikut bermain

4. guru tidak mempraktekkan konsep bilangan melalui balok

5. guru kurang memberi motivasi/melatih keberanian anak untuk mengungkapkan

SIKLUS 1

1. guru menjelaskan bentuk balok secara berulang-ulang

2. guru memberikan contoh dan mempraktekkan

3. guru memberikan motifasi

4. guru mengarahkan dan ikut bermain

5. guru mempraktekkan dan mengenalkan konsep bilangan secara langsung bersama anak.

6. guru memotifasi dan melatih keberanian anak untuk mengungkapkan / mempresentasikan bangunan yang dibuat.

REFLEKSI 1

KEBERHASILAN

1. anak hafal bentuk-bentuk balok

2. anak mengetahui cara menggunakan balok

3. anak dapat menyelesaikan permainan balok

4. anak menyukai permainan balok

5. anak dapat mengurutkan bilangan dengan benar

6. anak mulai berlatih mempresentasikan / mengungkapkan

KEGAGALAN

1. reflkesi 1 berhasil

2. refleksi 2 berhasil

3. refleksi 3 berhasil

4. refleksi 4 berhasil

5. refleksi 5 berhasil

6. refleksi 6 ; anak masih belum mampu mempresentasikan bentuk bangunan yang dibuatnya.

SIKLUS 2

1. guru menjelaskan bentuk balok secara berulang-ulang

2. guru memberikan contoh dan mempraktekkan

3. guru memberikan motifasi

4. guru mengarahkan dan ikut bermain

5. guru mempraktekkan dan mengenalkan konsep bilangan secara langsung bersama anak.

6. guru memberi rangsangan dengan metode bercaka-cakap dan banyak pertanyaan untuk memancing jawaban anak sehingga anak dapat mengungkapkan hasil bentuk bangunan yang dibuatnya.

B. Hasil Penelitian Tindakan Kelas.

Kategori:Tak Berkategori

Selamat Datang di Cai Nusantara

November 27, 2009 5 komentar

Blog ini merupakan Perjalanan seorang manusia yang bagaikan setitik cai (air) dari mata air hingga muara. Air dalam mata air masih bersih, bening, jernih, ibarat bayi yang baru lahir. Ketika air mengalir pantang untuk kembali kebelakang, Pelan namun pasti, air itu mengalir membuat saluran air, mula-mula selokan kecil hingga lambat laut membentuk aliran sungai besar, air itu mengalir deras ibarat remaja dengan gejolak jiwanya, air itu pun terus mengalir ke laut, ibarat lansia dalam mengakhiri perjalanan hidup. Pendidikan adalah saluran untuk menjaga mata air yang bersih tetap mengalir bersih. Belajar membuat saluran air fase kehidupan dari bayi, remaja, dewasa, kemudian menjadi tua. Sehingga bila waktunya tiba, saluran air Ilmu menjadikan perkembangan manusia semakin sempurna menjaga BIRU Samudra kehidupan. Air ilmu dan awan teknologi alami mengambil kekuatan dari kedalaman lautan. Birunya langit memberikan ruang dan kedamaian serta ketenangan. Tanpa kedamaian, manusia tidak memiliki kehidupan.

Matahari terang menyinari membawa tawa, kesenangan, kehangatan dan warna bagi dunia. HIJAU berkata:”Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan. Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan. Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas…”

KUNING Cekikikan : “Tahukah engkau, Aku membawa bahagia karena bulir-bulir padi menguning siap di panen. dan bintang-bintang berwarna kuning. Setiap kali kau melihat padi menguning, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa aku, manusia mengisi hari-hari tak akan ada daya.”

MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak: “Aku adalah darah – darah kehidupan! Aku adalah warna keberanian. Aku berani untuk bertempur demi suatu cita-cita. Aku membawa api ke dalam darah. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan. Aku adalah warna hasrat, cinta,dan mawar merah.”

Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan. Guruh menggelegar. Hujan mulai turun tanpa ampun. Warna-warna berdekatan satu sama lain mencari ketenangan. Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara:”Tidakkah kalian tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus, unik dan berbeda? Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!” Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yang kemudian berkata: “Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur, masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam kedamaian. Pelangi adalah pertanda Harapan hari esok.”

Jadi, setiap manusia bersama menjadi air hujan deras menotok membasahi dunia, dan saat Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita mengingat untuk selalu bersama satu sama lain. Setiap butir air hujan diberikan warna pelangi berbeda, sebuah kelebihan untuk berperan memperoleh kemampuan mewarnai jalan masa depan……

SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN

November 27, 2009 Tinggalkan komentar

Seringnya perubahan nama pada mata pelajaran Pendidikan Seni menimbulkan banyak kebingungan, karena sebelum nama seni budaya, bernama mata pelajaran kerajinan tangan dan kesenian, pendidikan seni, dan kesenian. selain itu kurangnnya yang mempunyai latar belakang pendidikan seni menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda dan sering pembelajaran dilakukan kurang menarik bahkan tidak bermakna.

Orientasi mata pelajaran seni budaya adalah memfasilasi pengalaman emosi, intelektual, fisik, konsepsi, sosial, estetis, artisitik dan kreatifitas siswa dengan melakukan aktifitas apreasiasi dan kreasi terhadap berbagai produk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dengan cara meniru, mengembangkan dari benda yang sudah ada atau berkreasi yang baru.

MENGENAL CIRI KOTA BESAR INDONESIA

November 27, 2009 Tinggalkan komentar

Permainan Pancasila

Kegiatan :
* Mengenal ciri-ciri yang berhubungan dengan kota-kota besar di Indonesia.

Alat dan Bahan :
* Pin atau benda apa saja yang ringan.
* potongan kertas bertuliskan nama-nama kota besar di Indonesia.

Lagu :
Hallo, hallo Bandung ibu kota periangan
Hallo, hallo Bandung kota kenang kenangan
sudah lama beta tidak berjuma dengan kau
sekarang telah menjadi lautan api, mari bung, rebut kembali !

Langkah kegiatan :
1. anak-anak membentuk lingkaran, ditengah lingkaran di simpan potongan kertas yang sudah ditulisi nama nama kota-kota besar di Indonesia ; Banda aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Tanjung pinang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal pinang, Bandar lampung, Serang, Bandung, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Makassar, Palu, Gorontalo, Kendari, Manado, Denpasar, Mataram, Kupang, Ambon, Ternate, Manokwari, Timika, jayapura.
2. peserta menyanyikan lagu “Hallo Hallo Bandung” sambil pin diputar sampai lagu berakhir.
3. ketika lagu berakhir anak yang memegang pin harus mengambil gulungan kertas kota-kota besar yang telah berada di tengah lingkaran.
4. ketika anak membuka gulungan kertas, dia tidak boleh memberitahukan isi kertas kepada anak lain, tapi dengan cara harus menebak hal yang berhubungan dengan isi / kota yang ada dalam gulungan kertas, dengan cara menyebutkan ciri-ciri kota besar tersebut. contoh ; kalau dia mendapatkan kertas bertuliskan “Padang” maka dia harus menyebutkan ciri-ciri kota padang, misalnya ; “kota apakah ini ? terkenal dengan jam gadangnya ?”
5. peserta yang berhasil menebak dijadikan tempat pin mulai di putarkan atau permainan dimulai kembali.
6. begitu seterusnya sampai permainan selesai.

KUASAI KURIKULUM JANGAN SEPERTI ‘MONYET NGAGUGULUNG KALAPA’

November 27, 2009 1 komentar

Tugas guru propesional menjadikan kurikulum sebagai pedoman guru dalam mengajar, ciri guru propesional syaratnya adalah menguasai kurikulum, mengapa ? karena guru harus menguasai sejumlah materi pelajaran. Ciri yang tidak profesional selalu bertanya hari ini mengajar apa yah ? kalau guru selalu bertanya hari ini atau besok mengajar apa, artinya guru tidak punya perencanaan pengajaran yang baik. Sebab seorang guru propesional tidak mungkin setiap mau mengajar bertanya besok mengajar apa, seorang guru mestinya tahu bahwa sepanjang anak didik menempuh pendidikan di sekolah harus ada yang diajarkan secara terencana, dan perencanaan pengajarannya itu sudah ada di panduan pengajaran yakni kurikulum. Jadi wajib bagi seorang guru jauh-jauh hari di awal pembelajaran untuk membuat perencanaan pembelajaran secara terprogram dengan mempelajari kurikulum sebagai acuan pengajaran. kalau di analogikan, setiap propesi di muka bumi ini selalu punya pedoman pekerjaan atau pegangan hidup sebagai patokan standar pekerjaan. Misalnya, seorang muslim yang menjalankan agama dengan benar maka dia mesti berpedoman kepada Al-Quran, tentu saja mempelajari Al-Quran itu hukumnya wajib bagi seorang muslim. Begitu juga dalam profesi pekerjaan, seorang dokter yang propesional selalu berpedoman kepada ilmu kedokteran, pasti seorang dokter senantiasa mempelajari buku-buku tentang kedokteran. Sama halnya dengan guru propesional punya kewajiban membaca buku-buku tentang keguruan, oleh karena itu mempelajari dan menguasai kurikulum, hukumnya wajib bagi prefesi guru. Bagi guru yang tidak senang mempelajari kurikulum dipastikan didalam mengajar akan melantur seperti ‘monyet ngagugulung kalapa’ (seperti kera yang tidak bisa mengupas kelapa) karena tidak berpedoman. Contohya ; karena tidak punya perencanaan ketika masuk kelas maka senantiasa kerja guru hanya memberi tugas, ”kerjakan halaman satu sampai 10, ibu tunggu di ruang guru ?” sesampainya diruang guru hanya mengobrol dan makan-makan. Guru seperti ini menurut penulis dapat dikatagorikan sebagai guru tidak profesional, mengajar tanpa berpedoman dan tak tahu tujuan, bahkan mungkin guru koruptor karena sudah mengkorupsi waktu yang seharusnya jam mengajar ada di kelas tetapi malah meninggalkan kelas.

Kategori:KURIKULUM

FATAMORGANA SYURGA Oleh ; Heri Hidayat,S.Sen,.M.Pd.

Para malaikat menyadari bahwa Adam adalah makhluk yang mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui. Adam mempunyai pengetahuan semua benda-benda dan terkadang ia berbicara bersama para malaikat, namun para malaikat disibukkan dengan ibadah. Oleh kerana itu, Adam merasa kesepian. Kemudian Adam tidur dan tatkala ia bangun ia mendapati seorang perempuan yang memiliki mata yang indah, dan tampak penuh dengan kasih sayang. Kemudian terjadilah dialog di antara mereka:

Adam berkata: “Mengapa kamu berada di sini sebelum saya tidur.” Perempuan itu menjawab: “Ya.” Adam berkata: “Kalau begitu, kamu datang di tengah-tengah tidurku?” Ia menjawab: ‘Ya.” Adam bertanya: “Dari mana kamu datang?” Ia menjawab: “Aku datang dari dirimu. Tuhan menciptakan aku darimu saat kamu tidur.” Adam bertanya: “Mengapa Tuhan menciptakan kamu?” Ia menjawab: “Agar engkau merasa tenteram denganku.” Adam berkata: “Segala puji bagi Tuhan. Aku memang merasakan kesepian.”

Para malaikat bertanya kepada Adam tentang namanya. Nabi Adam menjawab: “Namanya Hawa.” Mereka bertanya: “Mengapa engkau menamakannya Hawa, wahai Adam?” Adam berkata: “kerana ia diciptakan dariku saat aku dalam keadaan hidup.”
Adam adalah makhluk yang suka kepada pengetahuan. Ia membagi pengetahuannya kepada Hawa, di mana ia menceritakan apa yang diketahuinya kepada pasangannya itu, sehingga Hawa mencintainya.
“Dan Kami berfirman: ‘Hai Adam, tinggallah kamu dan isterimu di syurga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.’

Nabi Adam dam Hawa memasuki syurga dan di sana mereka berdua merasakan kenikmatan manusiawi semuanya. Di sana mereka juga mengalami pengalaman-pengalaman yang berharga. Kehidupan Adam dan Hawa di syurga dipenuhi dengan kebebasan yang tak terbatas. Dan Adam mengetahui kesempurnaan kebahagiaan yang ia rasakan pada saat ia berada di syurga bersama Hawa. Ia tidak lagi mengalami kesepian. Ia banyak menjalin komunikasi dengan Hawa. Mereka menikmati nyanyian makhluk, tasbih sungai-sungai, dan muzik alam sebelum ia mengenal bahawa alam akan disertai dengan penderitaan dan kesedihan. Tuhan telah meberikan aturan bagi mereka untuk mendekati segala sesuatu dan menikmati segala sesuatu selain satu pohon.

Adam dan Hawa mengerti bahwa mereka dilarang untuk memakan sesuatu dari pohon ini, Nabi Adam bertanya-tanya dalam dirinya. Apa yang akan terjadi seandainya ia memakan buah tersebut, barangkali itu pohon keabadian. Nabi Adam memang memimpikan untuk kekal dalam kenikmatan dan kebebasan yang dirasakannya dalam syurga.

Mungkin, inilah yang terjadi pada para pengikut bom bunuh diri, kenikmatan kepada keyakinan yang dianutnya, membuat mereka menginginkan syurga hanya untuk mereka, sementara diluar golongannya adalah neraka, lalu seperti Adam dan Hawa mereka menginginkan keabadian dalam syurga sehingga satu pohon itu menjelma menjadi ‘menghalalkan segalanya’.

Berlalulah waktu di mana Nabi Adam dan Hawa sibuk oleh rasa penasaran sehingga terus memikirkan pohon itu. Kemudian pada suatu hari mereka menetapkan untuk memakan pohon itu. Mereka lupa bahawa Tuhan telah memberikan aturan agar tidak mendekatinya. Mereka juga tidak mengerti akan artinya ‘musuh’,sebagai musuh iblis menginginkan Adam melanggar aturan Tuhan . Adam menghulurkan tangannya ke pohon itu dan memetik salah satu buahnya dan kemudian memberikannya kepada Hawa. Akhirnya mereka berdua memakan buah terlarang itu.

Duarrrr ! Bom itu pun akhirnya meledak, Adam dan Hawa memakan buah tersebut sehingga berubahlah keadaan di sekitarya dan berhentilah musik indah yang memancar dari dalam dirinya. Ia mengetahui bahwa ia tak berpakaian, demikian juga isterinya. Akhirnya, ia mengetahui bahwa ia seorang lelaki dan bahwa isterinya seorang wanita. Ia dan isterinya mulai memetik daun-daun pohon untuk menutup tubuh mereka yang terbuka. Kemudian bukannya keabadian syurga yang mereka dapatkan, malah Tuhan mengeluarkan perintah agar mereka turun dari syurga.

Adam dan Hawa turun ke bumi. Mereka keluar dari syurga. Adam dalam keadaan menyesal telah tergiur oleh kenikmatan yang berlebihan, sangkanya sedang menegakkan aturan Tuhan, padahal itu semua hanya fatamorgana kebenaran yang diciptakan Iblis…..

kemudian Adam dan Hawa menjalani kehidupannya di muka bumi, di mana mereka akan hidup di dalamnya, mati di atasnya, dan akan dibangkitkan darinya pada hari kebangkitan. Beliau menceritakan kejahatan iblis kepada anak-anak dan cucu-cucunya, dan meminta kepada mereka agar berhati-hati darinya. Beliau menceritakan pengalaman pribadinya, kenikmatan bergaul dengan para malaikat, keindahan bersama Hawa pasangan hidupnya, dan surga yang tak ingin ditinggalkannya, membuat ia terjebak justru menjadi orang-orang yang zalim.

TARI PENDIDIKAN SEBAGAI KOMUNIKASI ANTARA GURU DAN SISWA UNTUK MENUMBUHKAN TINDAKAN KREATIF (Opening Minds Through The Arts) Oleh : Siti Aisah, S.Sen,. M.Pd.

A. Latar Belakang
Selama ini pembelajaran tari tradisional lebih diberikan melalui pola-pola baku sehingga siswa hanya meniru tarian dari guru saja tanpa sedikit pun siswa dapat mengeluarkan ide-ide kreatifitasnya atau tarian yang diberikan oleh guru tidak sesuai dengan usianya, sehingga hal tersebut membuat anak cenderung lebih pasif, lebih egois dan tidak kreatif,serta kurang percaya diri dalam berekspresi. Padahal tari adalah sebagai salah satu bentuk aktifitas yang dapat dilakukan anak untuk menyalurkan energinya dan itu membuat anak cenderung pasif dan lebih egois karena biasanya siswa yang cenderung pandai menari akan selalu berdiri didepan dan menjadi guide untuk teman-temannya. Kompleksitas persoalan yang terkait dengan belajar inilah yang menjadi penyebab sulitnya menuntaskan strategi belajar tari disekolah. Mata rantai pelestarian budaya tari disekolah pada umumnya anak-anak belajar tari tradisional, adapun tari-tarian tersebut adalah tari kijang, tari merak, bermacam-macam tari Bali, tari rakyat, bahkan sampai ibingan pencak silat. Pendidikan tarian tradisonal ini diajarkan karena memiliki patokan gerak dasar baku atau standar ukur tari sebagai salah satu unsur terpenting.
Sementara tari dalam pendidikan menekankan kreativitas dan kebebasan ekspresi (Kraus, 1969). Eksplorasi merupakan suatu persyaratan yang penting, hal ini dapat diwujudkan dengan adanya kumunikasi yang aman antara guru dan siswa. Kenyamanan psikologis siswa juga penting untuk menumbuhkan tindakan kreatif.
Pada proses pembelajaran tari kreatif, aspek kreativitas memiliki pengaruh yang besar dalam terciptanya suatu karya, ditunjang oleh aspek-aspek perkembangan lain yang sejalan dengan karakteristik yang dimiliki siswa. Tari kreatif membantu perkembangan kognitive, afektive, physikal dan sosial (Gilbert,2002). Memvisualisasikan ide dan gagasan dalam bentuk gerak melalui tubuh merupakan pijakan dasar dalam mempersiapkan tari. Guru yang bertindak sebagai pembimbing dapat memberikan beberapa stimulus musikal untuk didengarkan dan dipilih oleh siswa. Disini anak dapat mengemukakan ide-ide dan gagasannya dalam menciptakan gerak untuk divisualisasikan.
Menari seperti kesenian lainnya adalah merupakan sumber pengetahuan yang dapat diserap, akan tetapi diperlukan guru tari yang kreatif serta kemampuan dalam membimbing siswa dalam menanamkan pengaruh yang bermanfaat dari kegiatan menari terhadap pembentukan kepribadian anak dan menstimulus kecerdasan majemuk siswa. Tari sebagai pendidikan bagi anak bukanlah merupakan tujuan akhir, akan tetapi merupakan suatu cara membina ekspresi artistik anak dengan baik dan kreatif, juga berguna bagi perkembangan kecerdasan anak secara wajar, sasaran lainnya adalah membantu proses kreatif yang memberikan pengalaman pada anak, sehingga menari dapat menjadi sarana untuk membantu perkembangan anak secara utuh.
Untuk melahirkan tari kreatif yang sangat mendukung diperlukan seorang guru tari yang memahami akan pembelajaran tari bagi kepentingan pendidikan, karena pengajaran sebagai ujung tombak dari penyampaian kurikulum pengajaran yang akan diberikan kepada siswa, sehingga diperlukan seorang guru tari yang tidak hanya sekedar menguasai berbagai keterampilan tari tetapi juga guru tari yang memahami filosifis mengajar, kurikulum yang dikembangkan, materi pembelajaran, metode, strategi, evaluasi dan sumber belajar yang digunakan oleh guru tari yang berfungsi pula mengembangkan berbagai kecerdasan siswa, adalah tetap memberikan materi tari tapi disampaikan dengan cara bermain sehingga tidak ada unsur paksaan pada siswa sehingga tari kreatif dapat menjembatani pembelajaran untuk tari tradisional yang telah memiliki pola baku.
Sifat dasar seni pada umumnya bersifat kreatif, individualitas, nilai ekspresi/perasaan, keabadian, dan semesta/universal. Untuk menunjang tercapainya dasar pemikiran diatas. Kompetensi keterampilan dasar tari kreatif lebih difokuskan pada pengalaman eksplorasi untuk melatih kemampuan sensorik dan motorik, bukan menjadikan siswa mahir atau ahli. Sedangkan kreativitas di sini meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik yang terlihat dari produk/hasil karya dan proses dalam bersibuk diri secara kreatif (Semiawan, Munandar, 1990: 10). Pembelajaran apresiasi disampaikan tidak hanya sebatas pengetahuan saja, namun melibatkan pengalaman mengamati, mengalami, menghayati, menikmati dan menghargai secara langsung aktivitas berolah seni. Melalui media tubuhnya, siswa akan mendapat kepuasan dalam proses perkembangan fisik dan jiwa sebagai eksistensi dirinya dalam bersosialisasi. Sedang melalui berlatih menguasai gerak ataupun urutan rangkaian gerak sebagai materi dasar sebuah tarian akan membantu perkembangan daya pikir siswa dalam membantu perkembangan kecerdasan secara utuh, Disinilah peran guru tari sangat penting dalam pengembangan pengetahuan tentang filosofi mengajar, kurikulum yang dikembangkan, materi, metode, strategi, evaluasi dan sumber belajar kegiatan tari.
Dasar-dasar pemikiran pentingnya guru tari menguasai filosofi mengajar, kurikulum yang dikembangkan, materi, metode, strategi, evaluasi dan sumber belajar kegiatan tari bertumpu pada pokok-pokok pikiran sebagai berikut ; Pelaksanaan Pendidikan Seni di sekolah-sekolah umum seyogianya menggunakan pendekatan multidisiplin, multidimensional dan multikultural. Pembentukan pribadi yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan kemampuan dasar siswa didik melalui pendekatan ‘belajar dengan seni’, ‘melalui seni’ dan ‘tentang seni’ sesuai minat dan potensi siswa. Pendidikan seni kreatif berperan mengembangkan kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan kreativitas (CQ), kecerdasan spiritual (SQ) dan multi-intelegensi (MI).
Peran guru adalah menstimulus siswa agar dapat menuangkan serta mengembangkan ekspresi gerak yang kreatif baik secara individual maupun kelompok. Ide atau gagasan siswa biasanya orisinal, misalnya siswa dapat distimulus untuk memberikan contoh dan ide gerak tentang bagaimana kelompok binatang menghisap madu, atau seekor kupu-kupu hinggap di bunga, bagaimana gerak bebek berenang di kolam. Guru adalah sebagai fasilitator, maka biarkan siswa membivisualisasikan semua gerakan yang diinginkannya, selanjutnya guru dapat memilih gerakan mana yang penting dan mana yang tidak.
Mengembangkan imajinasi yang penuh ilham merupakan oksigennya kreativitas yang menghembuskan warna kehidupan, menambah elemen kegembiraan. Oleh karena itu ketika menari, siswa harus dalam keadaan gembira sehingga gerak tarian yang muncul akan terlihat luwes dan sesuai keinginan. Gladys Andrews Fleming (1976) berpendapat bahwa melalui bergerak dalam menari, sesuai dengan tingkat pemahaman siswa itu sendiri.
Imajinasi setiap siswa tentu tidak akan sama dengan siswa lain bapalagi dengan guru tarinya. Setiap penari bisa saja mengekspresikan gerakan yang ia lakukan seperti meniru gerak binatang, kodok meloncat, burung terbang, ikan berenang, atau ia merasa memainkan peran seorang peri dengan tongkat ajaibnya, menirukan gerakan pohon melambai, gerak di luar dugaan, muncul berdasarkan daya imajinasinya dan kita sebagai seorang guru harus mendorongnya agar lebih banyak lagi yang dapat memberikan kebebasan atas pengembangan ide dan kreativitas anak.

B. Proses Pembelajaran Tari Kreatif

Di dalam proses pembelajaran tari, guru harus dapat menciptakan suasana kebebasan bergerak kepada siswa didiknya. Guru diharapkan membimbing siswa dapat mengungkapkan cara bergerak mereka sendiri yang unik sesuai dan cara bergerak sesuai dengan perasaannya. Bentuk kegiatan guru dalam membimbing siswa didiknya belajar menari, adalah: (1) latihan mempersiapkan tubuh sebagai alat ekspresi, (2) latihan gerak kepala, tangan, badan, dan kaki untuk menumbuhkan kesadaran kepada siswa didiknya bahwa seluruh anggota badan merupakan sumber gerak tari, (3) latihan bergerak dengan ritme untuk tujuan memperkenalkan dan membiasakan siswa menanggapi birama, tempo dan frase dalam musik iringan tarinya, (4) latihan bergerak dengan arah untuk tujuan membiasakan siswa dapat cepat menyesuaikan dengan tempat menari, (5) latihan bergerak dengan membentuk formasi untuk tujuan melatih konsentrasi, dapat cepat menyesuaikan dengan tempat menari dan melatih kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Kemampuan guru tari kreatif lebih cenderung berkaitan dengan visi misi sekolah yang dikembangkan sehingga tari kreatif lebih menyesuaikan dengan sekolah masing-masing ;

Gambar 1.1. Pendekatan Belajar dengan Seni

Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta (KBBI, 2001 :559). Moustakis (1978) mengemukakan kreativitas adalah pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, alam dan orang lain. Sedangkan menurut Drevdahl (1978 :29) kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk, atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru dan sebelumnya tidak dikenal. Melalui latar belakang Guru, Yang penting dalam memunculkan kegiatan kreatif anak, adalah pemberian kebebasan kepada siswa untuk melakukan berbagai eksperimen dalam rangka mewujudkan atau mengekspresikan dirinya secara kreatif. Dalam hal ini guru hendaknya dapat merangsang anak untuk melibatkan dirinya dalam kegiatan kreatif dengan membantu dirinya dalam kegiatan kreatif dengan membantu mengusahakan sarana dan prasarana yang diperlukan.menentukan kreativitas siswa dalam berekspresi gerak sesuai dengan ide, ciri khas (identitas) yang dimiliki siswa. Dengan kata lain, kreativitas akan muncul bilaman Guru dan siswa banyak melakukan aktivitas atau latihan.
Pelajaran seni tari kreatif merupakan pelajaran yang mengacu pada visi dan misi sekolah, sehingga Input pelajaran tari mengikuti tema atau sub tema yang berlaku di sekolah anggapan terhadap pelajaran seni tari yang tidak penting disekolah. Padahal, dengan memberikan pelajaran tentang seni tari akan memberikan pengaruh positif bagi siswa, yaitu mengembangkan kreativitas siswa dan melatih sosialisasi siswa. Agar Out put kreativitas siswa lebih berkembang dan bentuk karya tari yang sesuai dengan harapan meningkatkan kecerdasan siswa, maka kreativitas yang dapat dimunculkan dengan cara memotivasi siswa menciptakan gerak-gerak kreatif.
Proses pemunculan kreativitas tidak dapat diwujudkan secara sekonyong-konyong atau instan. Pemunculan kreativitas diperlukan sebuah proses melalui pemberian kesempatan untuk bersibuk diri secara kreatif. Bahwa pada siswa sekolah hendaknya kreativitas sebagai proses yang diutamakan, dan jangan terlalu cepat mengharapkan produk kreatif yang bermakna dan bermanfaat. Jika pendidik terlalu cepat menuntut produk kreatif yang memenuhi standar mutu tertentu, hal ini akan mengurangi kesenangan dan keasyikan anak untuk berkreasi. Treatment tari kreatif Menurut Smith (1989 : 20) ada beberapa rangsangan yang dapat memotivasi siswa bergerak kreatif, yaitu rangsang auditif, visual, kinestetik, gagasan, dan peraba. Rangsang auditif meliputi berbagai suara dan bunyi-bunyian, seperti manusia, suara binatang, suara angin, bunyi alat atau instrumen musik, dsb. Rangsang visual dapat ditimbulkan dari gambar, patung, obyek alam, topeng, dsb. Rangsang kinestetik adalah rangsang yang muncul dari gerak tari/gerak yang indah, atau menampilkan pameran gerak saja. Rangsang gagasan berupa cerita, dongeng, cerpen, atau peristiwa tertentu. Rangsang peraba adalah rangsang yang menghasilkan respon yang kemudian menjadi motivasi untuk gerak tari.

Gambar 1.2. Treatment Tari Kreatif

digunakan oleh guru tari untuk mengembangkan berbagai kecerdasan.

C. Tari Tradisional
Bentuk seni tari tradisional untuk siswa sekolah merupakan salah satu jenis tarian yang terdiri dari beberapa rumpun yakni ; (1) Rumpun tari permaianan, (2) Rumpun Tari rakyat, (3) Rumpun tari kreasi, dan (4) rumpun tari klasik. seperti tari anak rumpun tari permainan, rumpun tari rakyat, rumpun kreasi dan rumpun tari klasik memiliki aturan baku yang tidak bisa dirubah. keberadaan tari anak ini sangat diperlukan mengingat didalamnya terkandung nilai-nilai untuk menumbuh kembangkan kepribadian siswa sekolah selain untuk menumbuh kembangkan kecintaan sejak dini kecintaan terhadap nilai-nilai tradisi, dan faktor-faktor lainnya yang dinilai fositif bagi pendidikan. Akan tetapi sipat aturan baku yang mengikat sepertinya sudah tidak cocok dengan perkembangan pendidikan saat ini yang bersifat children centre, namun demikian pada dasarnya hal ini tentu saja perlu ada upaya yang serius dalam mengembangkan tari tradisional pada pendidikan tari di sekolah, sehingga keberadaan tari terutama kehidupan serta perkembangan tari tradisi dapat sesuai dengan perkembangan pendidikan yang bersifat children centre tersebut.
Pendekatan pembelajaran tari yang berorientasi pada children centre mengacu pada prinsip-prinsip pembelajaran sebagai berikut: (a) Pembelajaran berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak yaitu: 1) Siswa belajar dengan baik apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasakan aman dan tentram secara psikologis. 2) Siklus belajar siswa selalu berulang. 3) siswa belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan siswa lainnya. 4) Minat dan keingintahuan siswa akan memotivasi belajarnya. 5) Perkembangan dan belajar siswa harus memperhatikan perbedaan individu. (b) Berorientasi pada Kebutuhan Anak : Kegiatan pembelajaran pada siswa harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Siswa sekolah adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis (intelektual, bahasa, motorik, dan sosio emosional). Dengan demikian berbagai jenis kegiatan pembelajaran hendaknya dilakukan melalui analisis kebutuhan yang disesuaikan dengan berbagai aspek perkembangan dan kemampuan pada masing-masing siswa.(c) Bermain Sambil Belajar atau Belajar Seraya Bermain : Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pada anak usia dini. Upaya-upaya pembelajaran tari kreatif yang diberikan oleh pendidik hendaknya dilakukan dalam situasi yang menyenangkan dengan menggunakan strategi, metode, materi/bahan dan media yang menarik serta mudah diikuti oleh anak. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi gerak, menemukan dan memanfaatkan objek-objek yang dekat dengan anak, sehingga pembelajaran tari menjadi bermakna bagi anak. Menari bagi anak adalah Bermain proses kreatif untuk bereksplorasi, dapat mempelajari keterampilan yang baru dan dapat menggunakan symbol untuk menggambarkan dunianya dalam media gerak. Ketika menari mereka membangun pengertian yang berkaitan dengan pengalamannya. (d) Menggunakan Pendekatan Tematik : Kegiatan pembelajaran tari hendaknya dirancang dengan menggunakan pendekatan tematik dan beranjak dari tema yang menarik minat siswa. Tema sebagai alat/sarana atau wadah untuk mengenalkan berbagai konsep pada siswa. Tema diberikan dengan tujuan: 1). Menafsirkan isi kurikulum dalam ekspresi gerak tari. 2) Memperkaya perbendaharaan gerak anak. Jika pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan tema, maka pemilihan tema dalam kegiatan pembelajaran hendaknya dikembangkan dari hal-hal yang paling dekat dengan siswa, sederhana, serta menarik minat siswa. Penggunaan tema dimaksudkan agar siswa mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas. (e) Kreatif dan Inovatif : Proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif dapat dilakukan oleh pendidik melalui kegiatan-kegiatan yang menarik, membangkitkan rasa ingin tahu siswa, memotivasi siswa untuk berfikir kritis dan menemukan hal-hal baru. Selain itu dalam pengelolaan gerak hendaknya dilakukan secara dinamis. Artinya anak tidak hanya sebagai obyek tetapi juga sebagai subyek dalam proses pencarian gerak. (f) Lingkungan Kondusif Lingkungan pembelajaran tari harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan sehingga siswa selalu betah. Penataan ruang harus disesuaikan dengan ruang gerak anak dalam menari sehingga dalam interaksi baik dengan guru maupun dengan temannya dapat dilakukan secara demokratis. Selain itu, dalam pembelajaran tari hendaknya memberdayakan lingkungan sebagai sumber belajar dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan kemampuan interpersonalnya sehingga siswa merasa senang walaupun antar mereka berbeda (perbedaan individual). Lingkungan hendaknya tidak memisahkan siswa dari nilai-nilai budayanya yaitu dengan tidak membedakan nilai-nilai yang dipelajari di rumah dan di sekolah ataupun di lingkungan sekitar. Pendidik harus peka terhadap karakteristik budaya masing-masing siswa. (g) Mengembangkan Kecakapan Hidup Proses pembelajaran harus diarahkan untuk mengembangkan kecakapan hidup. Pengembangan konsep kecakapan hidup didasarkan atas pembiasaan-pembiasaan yang memiliki tujuan untuk mengembangkan kemampuan menolong diri sendiri, disiplin dan sosialisasi serta memperoleh keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidupnya.

D. Kesenangan dan Keasyikan Anak untuk Berkreasi
Kegiatan pembelajaran sebaiknya dalam memberikan materi pelajaran khususnya seni tari harus tepat dalam menggunakan metode penyampaian materi tari kreatif untuk menggali sistem motorik dan aktifitas memfungsikan seluruh gerak dan indra tubuh sesuai dengan tahap perkembangan siswa didik dengan berpedoman pada suatu program kegiatan yang telah disusun sehingga seluruh perilaku dan kemampuan dasar yang ada pada siswa dapat dikembangkan dengan sebaik-baiknya. Masa sekolah merupakan masa yang ideal untuk mempelajari keterampilan motorik dengan benar, mengingat siswa lebih mudah dan cepat belajar karena tubuhnya masih sangat lentur serta keterampilan yang dimilikinya masih terbatas, sehingga keterampilan yang lentur dikuasai tidak mengganggu keterampilan yang sudah ada (Hurlock,1991:111).
Tari kreatif adalah tarian yang dimainkan dengan pencarian ide-ide gerak dan alat yang penuh nilai-nilai dan norma-norma yang berguna bagi anak-anak untuk memahami dan mencari keseimbangan gerak hasil pencarian menurut kemampuan dengan penuh kesadaran atau tanpa adanya paksaan.

Manfaat Tari Kreatif :
1. Anak menjadi lebih kreatif karena gerak hasil penataan langsung oleh siswa sendiri. Mereka menggunakan barang-barang, benda-benda, atau tumbuhan yang ada di sekitar para pemain. Hal itu mendorong mereka untuk lebih kreatif menciptakan gerak tarian. Bisa digunakan sebagai terapi terhadap siswa Saat berekplorasi mencari gerakan, siswa saat menari akan melepaskan emosinya. Mereka berteriak, tertawa, dan bergerak. Kegiatan semacam ini bisa digunakan sebagai terapi untuk siswa yang memerlukannya kondisi tersebut.
2. Mengembangkan kecerdasan majemuk ; Manfaat tari kreatif mampu membantu anak untuk mengembangkan kecerdasan intelektualnya. Sebab, kreatifitas tersebut akan menggali wawasan siswa terhadap beragam pengetahuan. Mengembangkan kecerdasan emosi dan antar personal anak tarian dilakukan secara berkelompok. Dengan berkelompok anak akan mengasah emosinya sehingga timbul toleransi dan empati terhadap orang lain, nyaman dan terbiasa dalam kelompok. Mengembangkan kecerdasan kinestetik anak Pada umumnya, tari kreatif mendorong anak-anak untuk bergerak, seperti melompat, berputar, dan gerakan-gerakan lainnya. Mengembangkan kecerdasan natural anak Banyak alat-alat permainan yang dibuat/digunakan dari tumbuhan, tanah, genting, batu, atau pasir. Aktivitas tersebut mendekatkan anak terhadap alam sekitarnya sehingga anak lebih menyatu terhadap alam. Mengembangkan kecerdasan spasial anak membuat komposisi tari mendorong anak untuk mengenal konsep ruang.
Dalam kegiatan belajar tari kreatif, metode merupakan motivasi yang dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri setiap pribadi. Jika metode belajar tari itu menyenangkan, tentu dengan sendirinya membentuk ‘long term learning’, dimana menimbulkan motivasi untuk terus mencari tahu, untuk terus bereksplorasi. Tentu kita juga harus memperhatikan bakat kesenangan masing-masing individu. Dan tidak bisa menyamaratakan bahwa semua anak harus menguasai gerakan tari yang sama karena disitulah justru keunikan seseorang (individual difference).
Kesenangan eksplorasi gerak membuat anak melakukan aktivitas mengulang-ulang tanpa mengenal lelah. Jika kita melakukan segala sesuatu dengan senang kita terbebas dari tekanan dan apa yang kita hasilkan itu akan menjadi lebih baik. Demikian pula kesenangan dalam tari kreatif. Kita harus merangsang keinginan anak untuk berekplorasi, mengarahkannya tanpa ikut campur, biarkan siswa dengan keinginan alaminya untuk belajar dan menjadi mandiri. Setiap anak akan belajar dalam aktivitas pribadinya dan belajar untuk mengerti sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya yang unik. Keceriaan timbul di dalam lingkungan yang diciptakan secara khusus, kebebasan, tanggung jawab, perkembangan sosial, dan intelektual anak secara spontan akan berkembang itulah yang kita kenal sebagai pendidikan seumur hidup.
Sebagaimana telah dinyatakan oleh para ahli bermain adalah dunia anak, melalui bermain anak berimajinasi kreatif dan membangun pengetahuannya. Dalam menari kreatif anak bereksplorasi dan membangun pengetahuannya melalui media tubuhnya serta unsur-unsur gerak yang terkait dengan ruang, tenaga dan waktu. Belajar melalui tari akan bermakna memberikan stimulasi kecerdasan siswa di Sekolah, bilamana kegiatan menari dirancang berdasarkan Developmentally Appropriate Practice (Gestwicki, 2007). Bilamana pembelajaran melalui tari dirancang dengan memperhatikan perkembangan dan kebutuhan siswa didik untuk bermain dalam suasana yang partisipatif aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, maka belajar menari akan menjadi bermakna dalam menumbuhkembangkan kecerdasan siswa di sekolah.
Anak mempunyai karunia untuk selalu ingin tahu dan kreatif, terutama waktu mereka mengerjakan sesuatu yang menarik dan mereka pilih sendiri. Oleh karena itu anak terlebih dahulu harus dirangsang kesenangan pada tarian. Mengingat proses pemunculan kreativitas anak tidak dapat diwujudkan secara sekonyong-konyong atau instan. Belajar melalui tari diperlukan sebuah proses melalui pemberian kesempatan untuk bersibuk diri penuh kesenangan dan keasyikan anak untuk berkreasi. Pada siswa sekolah hendaknya kreativitas sebagai proses yang diutamakan, dan jangan terlalu cepat mengharapkan produk kreatif yang bermakna dan bermanfaat. Jika pendidik terlalu cepat menuntut produk kreatif yang memenuhi standar mutu tertentu, hal ini akan mengurangi kesenangan dan keasyikan anak untuk berkreasi. Yang penting dalam memunculkan kegiatan tari kreatif, adalah pemberian kebebasan kepada siswa untuk melakukan berbagai eksplorasi dalam rangka mewujudkan atau mengekspresikan dirinya secara kreatif. Dalam hal ini guru tari hendaknya dapat merangsang siswa untuk melibatkan dirinya dalam kegiatan kreatif dengan membantu dirinya dalam kegiatan kreatif dengan mengusahakan suasana yang menyenangkan dan mengasyikan.
Melatih kecerdasan siswa sekolah sangat penting dan dianjurkan. Selain mengajarkan siswa untuk terus berimajinasi secara terarah, kita bisa melatih dan memberikan beberapa kegiatan untuk anak terus berkreasi dengan kreatif. Apa saja kegiatan kreatif tersebut. Kegiatan yang sarat akan kesenangan ini sangat baik. Sistem motorik dan aktifitas memfungsikan seluruh gerak dan indra tubuh terdapat pada kegiatan menari. Gerak motorik anak akan terlatih dengan cepat dan aktif. Jika anak suka dengan tarian dan cepat dalam mengikuti gerakan tari yang dicontohkan, maka perkembangan motorik dan daya ingat anak sangatlah baik. Dalam memberi contoh tarian kepada anak, tidak diperbolehkan adanya pemaksaan contoh. Biarkan anak bergerak dengan sendiri terlebih dulu mengikuti alunan musik yang ada. Setelah anak menemukan kesenangan mengikuti musik, barulah memasukkan gerakan baru yang akan diajarkan. Setelah itu kita tinggal melihat bagaimana sang anak memodifikasi sendiri gerakannya. Lakukan kegiatan ini dengan menyenangkan bersama iringan musik ceria yang disukai anak.

E. Rangsang Auditif, Visual, Kinestetik, Gagasan dan Peraba Tari Kreatif
Jika kita perhatikan sejarah tentang siswa sekolah pada beberapa abad yang lalu memperoleh pengajaran, ternyata di berbagai tempat caranya hampir sama. Pertama, guru atau orangtua mengatakan sesuatu,siswa duduk manis mendengarkan Guru. [Duduk] Kedua, anak mendengar,mengulang dan menghafal perkataan Gurunya. [Dengar] Ketiga, Guru memberi contoh yang kemudian ditiru oleh anak.[Catat].
Seiring dengan perkembangan zaman, cara (metode) mengajar pun mengalami perubahan, yaitu dengan ditemukan cara baru yang lebih efektif dan mengaktifkan anak didik. Jika dengan cara baru tersebut, guru merasa lebih berhasil dibandingkan dengan cara yang lama, dengan sendirinya sejak saat itu mereka mengajar dengan cara yang baru tersebut.
Howard Gardner (dalam Buku Quantum Learning karya De Porter, Bobbi, & Mike Hernacki) menyatakan bahwa seseorang akan belajar dengan segenap kemampuan apabila dia menyukai apa yang dia pelajari dan dia akan merasa senang terlibat di dalamnya. Ketika menciptakan situasi pembelajaran yang aktif dan bermakna bagi siswa (active learning). Siswa sebagai pembelajar dirangsang melalui kegiatan pembelajaran untuk dapat membangun pengetahuan mereka melalui proses belajar aktif yang mereka lakukan sendiri. Bangun situasi pembelajaran yang memungkinkan seluruh anggota badan siswa beraktivitas secara optimal, misal mata siswa digunakan untuk mengamati, tangan siswa bergerak, kaki siswa bergerak untuk mengikuti permainan dalam pembelajaran, mulut siswa aktif bertanya dan berdiskusi, dan aktivitas produktif anggota badan lainnya. Merujuk pada konsep konstruktivisme pendidikan, keberhasilan belajar siswa ditentukan oleh seberapa mampu mereka membangun pengetahuan dan pemahaman tentang suatu materi pelajaran berdasarkan pengalaman belajar yang mereka alami sendiri.
Menurut pendapat Malouf, Doug (2000) bahwa orang akan belajar secara optimal kalau dia ikut berpartisipasi. Tugas pengajar untuk memikirkan aktivitas apa yang paling optimal, menarik, dinamis dan relatif lebih kecil resikonya. Malouf (2000) mengajukan 3 tahap format bahan ajar untuk pembelajar : (1) Tahap pemberian informasi Sebelum diberi dialog, pengajar mempersiapkan kerangka berpikir pembelajar, dengan memberikan latar belakang situasi atau mengajukan pertanyaan- pertanyaan pra-dialog. Hal ini bisa dihubungkan dengan budaya atau kebiasaan masyarakat Indonesia. Tahap pemberian Informasi,Asher (1966) mengatakan : “pembelajaran melalui pancaindera penglihatan lebih efisien dan bertahan lebih lama dalam ingatan dibandingkan dengan pendengaran”. Dengan pertimbangan di atas, pengajar mengombinasi pemberian penjelasan melalui audio dengan benda-benda konkrit, gambar, gerakan fisik dan ekspresi emosi. (2) Tahap peragaan, Asher (1966) percaya bahwa kondisi yang optimal untuk belajar adalah, bagaimana pembelajar pertama-tama diperkenalkan dengan bahan ajar. Menurutnya, keterampilan menebak sangat penting dalam belajar dan erat kaitannya dengan lamanya bertahan dalam ingatan. Implikasinya, jangan berikan terjemahan atau arti langsung kepada pembelajar, tapi biarkan mereka memprosesnya secara mendalam dan menebaknya melalui konteks. (3) Tahap pelaksanaan, Sesudah pemahaman terjadi, pembelajar diharapkan bisa memproduksi secara terbatas melalui aktivitas yang sederhana. Sesudah itu bisa mengaplikasikannya dalam situasi yang lebih majemuk.
Kondisi yang memungkinkan seseorang menciptakan produk tari kreativitas yang bermakna ialah kondisi pribadi dan kondisi lingkungan yang cukup mendukung atau kondusif untuk memberikan rangsang auditif, visual, kinestetik, gagasan dan peraba tidak meniru atau mencontoh karya orang lain. Seorang kritikus dari Amerika Serikat, yaitu John Martin dalam bukunya yang berjudul “The Modern Dance”, mengemukakan bahwa gerak adalah pengalaman fisik yang paling elementer dari kehidupan manusia (Soedarsono, 1987). Landasan elemen dasar dari tari adalah gerak, gerak yang diterapkan dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan bentuk yang diungkapkan manusia agar dapat dinikmati dengan rasa. Susane K. Langer dalam bukunya yang berjudul “Problem of Art”, mengemukakan bahwa gerak-gerak ekspresif ialah gerak-gerak yang indah, yang dapat menggetarkan perasaan manusia. Sedang gerak indah adalah gerak yang destilir dan mengandung ritme tertentu. Kata indah identik dengan bagus, yang dapat memberikan kepuasan batin manusia (Soedarsono, 1987).
Salah satu hal yang sering dilupakan oleh para guru adalah bahwa setiap anak dengan latar belakang berbeda mempunyai keunikan tersendiri dalam belajar. Mereka mempunyai cara masing-masing dalam memperoleh dan mengolah informasi. Gaya inilah yang disebut dengan gaya belajar (learning style).Banyak ahli yang menggunakan istilah berbeda-beda dalam memahami gaya belajar ini. Tetapi secara umum, menurut Bobby DePotter terdapat dua benang merah yang disepakati tentang gaya belajar ini. Pertama adalah cara seseorang menyerap informasi dengan mudah, yang disebut sebagai modalitas, dan kedua adalah cara orang mengolah dan mengatur informasi tersebut.
Modalitas belajar adalah cara kita menyerap informasi melalui indera yang kita miliki. Masing-masing orang mempunyai kecenderungan berbeda-beda dalam menyerap informasi. Terdapat tiga modalitas belajar ini, yaitu apa yang sering disingkat dengan VAK: Visual, Auditory, Kinestethic. (1) Visual ; Modalitas ini menyerap citra terkait dengan belajar tari melalui visual, warna, gambar, peta, diagram. Model pembelajar tari secara visual menyerap informasi dan belajar dari apa yang dilihat oleh mata. Beberapa ciri dari pembelajar tari secara visual di antaranya adalah: Mengingat apa yang dilihat dari tarian, Rapi dan teratur gerak tarian, penampilan tarian, dalam hal pakaian ataupun penampilan keseluruhan teliti terhadap detail. (2) Auditori ; Model pembelajar tari secara auditori adalah model di mana seseorang lebih cepat menyerap musik tarian yang ia dengarkan. Ciri-ciri orang-orang auditorial, di antaranya adalah: Lebih cepat menyerap dengan mendengarkan, Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara, Suka musik dan bernyanyi, Tidak bisa diam dalam waktu lama.(3) Kinestetik ; Model pembelajar tarian secara kinestetik adalah pembelajar yang menyerap informasi melalui berbagai gerakan fisik. Ciri-ciri pembelajar kinestetik, di antaranya adalah: Selalu berorientasi fisik dan banyak bergerak, Menanggapi perhatian fisik, Suka menggunakan berbagai peralatan dan media, Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka, Mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar, Belajar melalui praktek, Menghafal dengan cara berjalan dan melihat, Banyak menggunakan isyarat tubuh, Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama, Menyukai permainan dan olah raga.

F. Sumber Belajar Tari Kreatif
Sumber belajar adalah subtansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar. Tanpa bahan pelajaran proses belajar mengajar tidak akan berjalan. Minat siswa akan bangkit apabila suatu bahan yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan siswa didik.sumber belajar dapat berupa segala macam alat atau situasi yang dapat membantu dan bahkan memperkaya dan memperjelas pemahaman siswa terhadap sesuatu yang sedang dipelajarinya bahkan membantu siswa didik memperkaya pengalaman. Begitu juga bakat tari kreatif akan tumbuh dan berkembang jika didukung dengan fasilitas sumber belajar yang memungkinkan. Dengan adanya keragaman bakat dan kreativitas, orang tua dan guru harus menyadari akan pentingnya sumber belajar tari kreatif disesuaikan dengan pribadi dan kepentingan siswa. Dengan demikian maka cara memberikan tarian kreatif harus disesuaikan dengan pribadi dan kecepatan masing-masing siswa didik. Suatu kreativitas yang sesungguhnya merupakan keunikan individu dalam melakukan interaksi dengan sumber belajar. Dari ungkapan individu atau orang yang unik inilah diharapkan muncul gagasan ide yang baru, dalam memperlakukan sumber belajar tari kreatif. Siswa didik bisa mengeksplorasi sumber belajar disesuaikan dengan tingkat kematangan psikologisnya, oleh karena itu baru menurut siswa didik akan berbeda dengan baru menurut pandangan orang dewasa, maka orang tua dan guru hendaklah dapat menghargai keunikan pribadi masing-masing anak dalam memperlakukan media belajar tari. Hal itu dilakukan dengan cara memberikan kesempatan dan kebebasan yang cukup serta memfasilitasi sumber belajar tari mereka secara memadai.

G. Kesimpulan

Selama ini pembelajaran tari tradisional lebih diberikan melalui pola-pola baku sehingga siswa didik hanya meniru tarian dari guru saja tanpa sedikit pun siswa dapat mengeluarkan ide-ide kreatifitasnya atau tarian yang diberikan oleh guru tidak sesuai dengan usianya, sehingga hal tersebut membuat anak cenderung lebih pasif, lebih egois,kaku dan tidak kreatif.
Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta (KBBI, 2001 :559). Moustakis (1978) mengemukakan kreativitas adalah pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, alam dan orang lain. Sedangkan menurut Drevdahl (1978 :29) kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk, atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru dan sebelumnya tidak dikenal.
Pendekatan pembelajaran tari yang berorientasi pada children centre di sekolah pada dasarnya mengacu pada prinsip-prinsip Pembelajaran berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak yaitu salah satunya siswa belajar dengan baik apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasakan aman dan tentram secara psikologis.
Tari kreatif adalah tarian yang dimainkan dengan pencarian ide-ide gerak dan alat yang penuh nilai-nilai dan norma-norma yang berguna bagi siswa didik untuk memahami dan mencari keseimbangan gerak hasil pencarian menurut kemampuan dengan penuh kesadaran atau tanpa adanya paksaan.
Kondisi yang memungkinkan seseorang menciptakan produk tari kreativitas yang bermakna ialah kondisi pribadi dan kondisi lingkungan yang cukup mendukung atau kondusif untuk memberikan rangsang auditif, visual, kinestetik, gagasan dan peraba tidak meniru atau mencontoh karya orang lain.
Minat siswa akan bangkit apabila suatu bahan yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan siswa didik. sumber belajar dapat berupa segala macam alat atau situasi yang dapat membantu dan bahkan memperkaya dan memperjelas pemahaman siswa didik terhadap sesuatu yang sedang dipelajarinya bahkan membantu siswa memperkaya pengalaman.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah Rohani,dkk. (2004). Panduan Kurikulum Prasekolah. Malaysia:Malindo
Printer SDN.BHD.
Alwasilah, A.Chaedar. (2006). Pokoknya Kualitatif : Dasar-Dasar Merancang dan Melakukan Penelitian Kualitatif. Jakarta : Pustaka Jaya.
Aryadita, R Dida. (2004). Kontribusi tindakan guru dalam pembelajaran di Taman Kanak-Kanak terhadap perkembangan anak usia dini.(Tesis,Pasca Sarjana UPI).
Crat, Anna. (2000). me-Refresh Imajinasi & Kreativitas Anak-Anak. Depok : Cerdas Pustaka.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1984). Psikologi Perkembangan dan Psikologi Pendidikan. Bandung: Depdikbud.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1993). Peranan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Depdikbud.
Dryden, Gordon dan Jeannette Vos. (2000). Revolusi Cara Belajar Bagiar. II Sekolah Masa Depan. Bandung: Kaifa.
Hapidin. (2000). PengembanganModel Pendidikan untuk TK Atraktif (Makalah Penataran Guru TK Pembina). Jakarta: Pusat Pengembangan Penataran Guru Dirjen Dikdasmen Depdiknas.
Hidayat, Heri. (2003). Aktivitas Mengajar Anak TK. Bandung : Katarsis
Kristianawati, Karolina. (2004). Pengembangan Kemampuan Mengajar Guru Taman Kanak-Kanak Di TK Santo Yusuf, Bandung (Studi kasus pelaksanaan pengembangan kemampuan mengajar guru TK Santo Yusuf Bandung pada tahun 2000 – 2003) (Bandung : Tesis Program Pasca Sarjana UPI)
Mueslichatoen. (1999). Metode Pengajaran di Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Rineka Cipta.
Masunah, Juju & Tati Narawati. (2003). Seni dan Pendidikan Seni, Sebuah Bunga Rampai. Bandung : Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Seni Tradisional (P4ST) UPI.
Patmonodewo, Soemiartini. (2000). Pendidikan Anak Prasekolah. Cetakan Pertama. Jakarta: Rineka Cipta.

Porter, Bobbi De and Mike Mermochi. (1999). Quantum LeamingMembiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa.
Rahman, Hibana S. (2002). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: PGTK Press.
Supriadi, Dedi. (2004). Membangun Bangsa Melalui Pendidikan. Bandung : Rosdakarya.

TUHAN TIDAK PERNAH MENCABUT KEBEBASAN IBLIS Oleh ; Heri Hidayat,S.Sen,.M.Pd.

April 21, 2011 Tinggalkan komentar

Ketika kebenaran diklaim oleh satu golongan, lalu Iblis ikut menghebuskan kebebasan untuk melakukan apapun berdasarkan keyakinannya, maka aku lebih baik daripadanya, semua orang diluar golongannya menjadi tidak ada yang benar dan akhirnya ‘aturan adalah aku’ bom bunuh diri dianggap ‘buah khuldi’ jalan tenikmat menikmati syurga. Tubuh yang asalnya dari tanah berhamburan, tapi sayang, tanah itu terkutuk dan ditolak oleh bumi asal penciptaannya. Terbayang, saat Tuhan mengumpulkan segenggam tanah dari bumi; di dalamnya terdapat yang berwarna putih, hitam, kuning, coklat dan merah. Oleh kerana itu, manusia memiliki beragam warna kulit. Kemudian Tuhan mengambil tanah berair, tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dari tanah inilah tercipta manusia pertama Adam. dengan kekuasaan-Nya lalu meniupkan roh-Nya di dalamnya, kemudian bergeraklah tubuh Adam dan tanda kehidupan mulai ada di dalamnya. Selanjutnya, Adam membuka kedua matanya dan ia melihat para malaikat semuanya bersujud kepadanya, kecuali satu makhluk yang berdiri di sana. Adam tidak tahu siapakah makhluk yang tidak mau bersujud itu. Ia tidak mengenal namanya. Iblis berdiri bersama para malaikat tetapi ia bukan berasal dari golongan mereka. Iblis berasal dari kelompok jin. “Tuhan berfirman: ‘Hai Iblis, apa yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu merasa termasuk orang-orang yang lebih tinggi? ‘Iblis berkata: ‘Aku lebih baik daripadanya, kerana Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.’ Tuhan berfirman: ‘Maka keluarlah kamu dari syurga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk. Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.’ Iblis berkata: ‘Ya Tuhanku, bertangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.’ Tuhan berfirman: ‘Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat).’ Iblis menjawab: ‘Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.’ Adam mengikuti peristiwa yang terjadi di depannya. Ia merasakan suasana cinta, rasa takut, dan kebingungan. Adam menyaksikan iblis yang berpendapat dihadapan Tuhan tentang manusia, menyusul suasana takut saat melihat Tuhan marah terhadap iblis dan mengusirnya dari sisi-Nya. Ia merasakan kebingungan ketika melihat makhluk ini yang membencinya, padahal ia belum mengenalnya. Makhluk itu membayangkan bahwa ia lebih baik dari dirinya, padahal tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa salah satu dari mereka lebih baik dibandingkan dengan yang lain. Tuhan tidak pernah mencabut kebebasan yang diberikan-Nya kepada iblis. Namun pada akhirnya, iblis tetap sebagai hamba yang kafir. Iblis benar-benar menolak untuk sujud kepada Adam. Sementara, Adam menyedari bahwa kebebasan di alam wujud adalah merupakan kurnia Tuhan yang diberikan kepada makhluk-Nya. Tuhan memberikan balasan yang setimpal atas penggunaan kebebasan itu.

Pengajaran 2 ; ayo tebalkan garis huruf b kecil

April 18, 2011 Tinggalkan komentar

Pengajaran 2 ; ayo tebalkan garis huruf B besar pada gambar Burung

April 18, 2011 Tinggalkan komentar

Pengajaran 2 ; ayo tebalkan huruf B, lalu warnai !

April 18, 2011 Tinggalkan komentar

Pengajaran 2 ; LKS 2

April 18, 2011 Tinggalkan komentar