Beranda > Tak Berkategori > PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Pertemuan pertama

Pengertian Perkembangan Peserta Didik

Heri Hidayat, M.Pd.

Yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan tuhan lainnya adalah kemampuannnya untuk belajar, ibarat seseorang yang pergi dari Bandung menuju Jakarta pasti dia akan melalui jalan umum. Mungkin awalnya jalan itu merupakan jalan setapak kemudian orang banyak menggunakannya hingga akhirnya diperbaiki terus menerus generasi ke generasi sampai jalan itu menjadi lebih maju dan sempurna, beraspal dan dapat dilalui manusia dan kini karena kepandaian manusia, bisa membuat jalan yang lebih cepat antara Bandung Jakarta melalui jalan tol. Begitupun perkembangan manusia dari mulai ia lahir, anak-anak, reamaja, dewasa hingga lansia ibarat seseorang yang berjalan tadi, manusia mampu mempelajari apa yang menjadi kebutuhan dirinya ketika diperjalanan, kapan dia harus beristirahat, bagaimana kondisi fisik dan fsikisnya saat diperjalanan. Awalnya pendidikan mempelajari perjalanan manusia itu perubahan-perubahan yang mendasar saja akan teteapi lambat laun dipelajari secara mendalam dari generasi ke generasi sehingga akhirnya menemukan Jalan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan fisik dan fsikis manusia. Seorang pendidik ibarat perancang jalan raya harus dapat membuka kunci-kunci perkembangan psikologis peserta didiknya sehingga dapat membuat jalan suatu sistem pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik, belajar menjadi menyenangkan dan membuat peserta didik menjadi betah, yang akan menunjukkan keberhasilan seorang peserta didik.

Hasil dari mempelajari fisik dan fsikis manusia ini muncullah suatu cabang ilmu yakni Psikologi Perkembangan yang merupakan cabang dari psikologi. Psikologi (Psychology dari bahasa yunani dari kata “psycho” yang berarti roh, jiwa (daya hidup) dan “logos” berarti ilmu, secara harfiah psikologi berarti “ilmu jiwa”. Perkembangan (development) adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke arah yang lebih maju. Pertumbuhan sendiri (growth) berarti tahapan peningkatan sesuatu dalam hal jumlah, ukuran, dan arti pentingnya. Pertumbuhan juga dapat berarti sebuah tahapan perkembangan (a stage of development). (McLeod, 1989). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991), Perkembangan berarti mekar terbuka atau membentang; menjadi besar, luas, dan banyak, serta menjadi bertambah sempurna dalam hal kepribadian, pikiran, pengetahuan, dan sebagainya.

Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis, progresif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan – perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya. (1) Progresif berarti perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat dan meluas, baik secara kuantitatif (fisik) mapun kualitatif (psikis). Contoh : perubahan proporsi dan ukuran fisik (dari pendek menjadi tinggi dan dari kecil menjadi besar); perubahan pengetahuan dan keterampilan dari sederhana sampai kepada yang kompleks (mulai dari mengenal huruf sampai dengan kemampuan membaca buku). (2) Berkesinambungan artinya bahwa perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara beraturan atau berurutan. Contoh : untuk dapat berdiri, seorang anak terlebih dahulu harus menguasai tahapan perkembangan sebelumnya yaitu kemampuan duduk dan merangkak.

Selanjutnya, Dictionary of pyscology merinci pengertian perkembangan sebagai berikut:

  1. The progressive and continous change in the organism from birth to death, perkembangan itu merupakan perubahan yang perogresif dan terus-menerus dalam diri organisme sejak lahir hingga mati.
  2. Growth, perkembangan itu berarti pertumbuhan.
  3. Change in the shape and integration of bodily parts into function parts, perkembangan berarti perubahan dalam bentuk dan penyatuan bagian-bagian yang bersifat jasmaniah kedalam bagian-bagian yang fungsional.
  4. Maturation or the appearance of fundamental pattern of unlearned behavior, perkembangan itu adalah kematangan atau kemunculan pola-pola dasar tingkah laku yang bukan hasil belajar.

Berdasarkan uraian di atas, berkesimpulan bahwa perkembangan adalah rentetan perubahan jasmani dan rohani manusia menuju ke arah yang lebih maju dan sempurna.

1 David G Myers (1996)

Psikologi perkembangan “a branch of psychologu that studies physical, coginitive, and social change throughout the life span”

2 Kevil L.Seifert & Robert J Hoffnung (1994)

Psikologi Perkembangan “The schientificy study of how thoughts, feeling, personalitu, social relationships, and body of motor skill envolve as an individual grows older”

3 Linda L Daidoff (1991)

Psikologi Perkembangan adalah cabang psikologi yang mempelajari perubahan dan perkembangan stuktur jasmani, perilaku, dan fungsi mental manusia yang dimulai sejak terbentuknya makhluk itu melalui pembuahan hingga menjelang mati.

4 M Lenner (1976)

Psikologi perkembangan sebagai pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan fungsi-fungsi psikologis sepanjang hidup (mempelajari bagaimana proses berpikir pada anak-anak, memiliki persamaan dan perbedaan, dan bagaimana kepribadian seseorang berubah dan berkembangn dari anak-anak, remaja, sampai dewasa.

Berdasarkan uraian di atas, berkesimpulan bahwa perkembangan adalah rentetan perubahan jasmani dan rohani manusia menuju ke arah yang lebih maju dan sempurna. Tugas pendidik atau sekolah adalah mengolah bahan ajar atau kurikulum pendidikan menyesuaikan dengan karakteristik rentetetan perkembangan manusia ini, sehingga pelajaran tidak memandang manusia tak ubahnya computer yang hanya tinggal dimasuki data begitu saja.

Ciri-ciri Perkembangan Individu

Perkembangan individu mempunyai ciri-ciri umum sebagai berikut :

1. Terjadinya perubahan dalam aspek :

· Fisik; seperti : berat dan tinggi badan.

· Psikis; seperti : berbicara dan berfikir.

2. Terjadinya perubahan dalam proporsi.

· Fisik; seperti : proporsi tubuh anak berubah sesuai dengan fase perkembangannya.

· Psikis; seperti : perubahan imajinasi dari fantasi ke realistis.

3. Lenyapnya tanda-tanda yang lama.

· Fisik; seperti: rambut-rambut halus dan gigi susu, kelenjar thymus dan kelenjar pineal.

· Psikis; seperti : lenyapnya masa mengoceh, perilaku impulsif.

4. Diperolehnya tanda-tanda baru.

· Fisik; seperti : pergantian gigi dan karakteristik sex pada usia remaja, seperti kumis dan jakun pada laki dan tumbuh payudara dan menstruasi pada wanita, tumbuh uban pada masa tua.

· Psikis; seperti berkembangnya rasa ingin tahu, terutama yang berkaitan dengan sex, ilmu pengetahuan, nilai-nilai moral dan keyakinan beragama.

Prinsip-Prinsip Perkembangan Individu

Prinip- prinsip perkembangan individu, yaitu :

1. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti.

2. Semua aspek perkembangan saling berhubungan.

3. Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan.

4. Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas.

5. Setiap individu normal akan mengalami tahapan perkembangan.

6. Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu

Pola atau Arah Perkembangan Individu

Arah atau pola perkembangan sebagai berikut :

1. Cephalocaudal & proximal-distal (perkembangan manusia itu mulai dari kepala ke kaki dan dari tengah (jantung, paru dan sebagainya) ke samping (tangan).

2. Struktur mendahului fungsi.

3. Diferensiasi ke integrasi.

4. Dari konkret ke abstrak.

5. Dari egosentris ke perspektivisme.

6. Dari outer control ke inner control.

Tahapan-Tahapan Perkembangan Individu

Dalam berbagai literatur kita dapati berbagai pendekatan dalam menentukan tahapan perkembangan individu, diantaranya adalah pendekatan didaktis. Dalam hal ini, Syamsu Yusuf (2003) mengemukakan tahapan perkembangan individu dengan menggunakan pendekatan didaktis, sebagai berikut :

Masa Usia Pra Sekolah

Masa Usia Pra Sekolah terbagi dua yaitu (1) Masa Vital dan (2) Masa Estetik

1. Masa Vital; pada masa ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. Untuk masa belajar pada tahun pertama dalam kehidupan individu , Freud menyebutnya sebagai masa oral (mulut), karena mulut dipandang sebagai sumber kenikmatan dan merupakan alat untuk melakukan eksplorasi dan belajar.Pada tahun kedua anak belajar berjalan sehingga anak belajar menguasai ruang, mulai dari yang paling dekat sampai dengan ruang yang jauh. Pada tahun kedua umunya terjadi pembiasaan terhadap kebersihan. Melalui latihan kebersihan, anak belajar mengendalikan impuls-impuls atau dorongan-dorongan yang datang dari dalam dirinya.

2. Masa Estetik; dianggap sebagai masa perkembangan rasa keindahan. Anak bereksplorasi dan belajar melalui panca inderanya. Pada masa ini panca indera masih sangat peka.

Masa Usia Sekolah Dasar

Masa Usia Sekolah Dasar disebut juga masa intelektual, atau masa keserasian bersekolah pada umur 6-7 tahun anak dianggap sudah matang untuk memasuki sekolah. Masa Usia Sekolah Dasar terbagi dua, yaitu : (a) masa kelas-kelas rendah dan (b) masa kelas tinggi.

Ciri-ciri pada masa kelas-kelas rendah(6/7 – 9/10 tahun) :

1. Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi.

2. Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan tradisional.

3. Adanya kecenderungan memuji diri sendiri.

4. Membandingkan dirinya dengan anak yang lain.

5. Apabila tidak dapat menyelesaikan suatu soal, maka soal itu dianggap tidak penting.

6. Pada masa ini (terutama usia 6 – 8 tahun) anak menghendaki nilai angka rapor yang baik, tanpa mengingat apakah prestasinya memang pantas diberi nilai baik atau tidak.

Ciri-ciri pada masa kelas-kelas tinggi (9/10-12/13 tahun) :

1. Minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret.

2. Amat realistik, rasa ingin tahu dan ingin belajar.

3. Menjelang akhir masa ini telah ada minat kepada hal-hal atau mata pelajaran khusus sebagai mulai menonjolnya bakat-bakat khusus.

4. Sampai usia 11 tahun anak membutuhkan guru atau orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugas dan memenuhi keinginannya. Selepas usia ini pada umumnya anak menghadapi tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha untuk menyelesaikannya.

5. Pada masa ini anak memandang nilai (angka rapor) sebagai ukuran tepat mengenai prestasi sekolahnya.

6. Gemar membentuk kelompok sebaya untuk bermain bersama. Dalam permainan itu mereka tidak terikat lagi dengan aturan permainan tradisional (yang sudah ada), mereka membuat peraturan sendiri.

Masa Usia Sekolah Menengah

Masa usia sekolah menengah bertepatan dengan masa remaja, yang terbagai ke dalam 3 bagian yaitu :

1. masa remaja awal; biasanya ditandai dengan sifat-sifat negatif, dalam jasmani dan mental, prestasi, serta sikap sosial.

2. Masa remaja madya; pada masa ini mulai tumbuh dorongan untuk hidup, kebutuhan akan adanya teman yang dapat memahami dan menolongnya. Pada masa ini sebagai masa mencari sesuatu yang dipandang bernilai, pantas dijunjung dan dipuja.

3. Masa remaja akhir; setelah remaja dapat menentukan pendirian hidupnya, pada dasarnya telah tercapai masa remaja akhir dan telah terpenuhi tugas-tugas perkembangan pada masa remaja, yang akan memberikan dasar bagi memasuki masa berikutnya yaitu masa dewasa.

Masa Usia Kemahasiswaan (18,00-25,00 tahun)

Masa ini dapat digolongkan pada masa remaja akhir sampai masa dewasa awal atau dewasa madya, yang intinya pada masa ini merupakan pemantapan pendirian hidup.

Tugas Perkembangan Individu

Havighurst (1961) mengemukakan bahwa : “ A developmental task is a task which arises at or about a certain period in the life of the individual, succesful achievement of which leads to his happiness and to success with later task, while failure leads to unhappiness in the individual, disaproval by society, difficulty with later task.

10. Tugas perkembangan apa yang harus dicapai pada masa bayi dan kanak-kanak awal (0,0–6.0) ?

Tugas perkembangan masa bayi dan kanak – kanak awal (0,0–6.0) adalah :

1. Belajar berjalan pada usia 9.0 – 15.0 bulan.

2. Belajar memakan makan padat.

3. Belajar berbicara.

4. Belajar buang air kecil dan buang air besar.

5. Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin.

6. Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis.

7. Membentuk konsep-konsep sederhana kenyataan sosial dan alam.

8. Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang tua, saudara, dan orang lain.

9. Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk dan pengembangan kata hati.

Tugas perkembangan masa kanak – kanak akhir dan anak sekolah (0,0–6.0) adalah :

1. Belajar memperoleh keterampilan fisik untuk melakukan permainan.

2. Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk biologis.

3. Belajar bergaul dengan teman sebaya.

4. Belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya.

5. Belajar keterampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung.

6. Belajar mengembangkan konsep-konsep sehari-hari.

7. Mengembangkan kata hati.

8. Belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi.

9. Mengembangkan sikap yang positif terhadap kelompok sosial.

Tugas perkembangan masa remaja (21,0–21.0) adalah :

1. Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya.

2. Mencapai peran sosial sebagai pria atau wanita.

3. Menerima keadaan fisik dan menggunakannya secara efektif.

4. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya.

5. Mencapai jaminan kemandirian ekonomi.

6. Memilih dan mempersiapkan karier.

7. Mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga.

8. Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan bagi warga negara.

9. Mencapai perilaku yang bertanggung jawab secara sosial.

10. Memperoleh seperangkat nilai sistem etika sebagai petunjuk/pembimbing dalam berperilaku.

Tugas perkembangan masa dewasa awal (21,0–dst) adalah :

1. Memilih pasangan.

2. Belajar hidup dengan pasangan.

3. Memulai hidup dengan pasangan.

4. Memelihara anak.

5. Mengelola rumah tangga.

6. Memulai bekerja.

7. Mengambil tanggung jawab sebagai warga negara.

8. Menemukan suatu kelompok yang serasi.

Kesimpulan :

Psikologi Perkembangan adalah cabang dari psikologi yang mempelajari secara sistematis perkembangan perilaku manusia secara ontogenik, yaitu mempelajari struktur jasmani, perilaku, maupun fungsi mental manusia sepanjang rentang hidupnya (life span) dari masa konsepsi hingga menjelang mati.

Catatan :

Perkembangan tingkah laku dapat ditinjau dari 2 sudut, yaitu :

Secara Filogenetik, yaitu mempelajari perkembangan perilaku dari satu species ke species yang lain dalam arti dari species yang masih primitif

Secara Ontogenetik, yaitu mempelajari perkembangan perilaku manusia dari seorang individu sepanjang rentang hidupnya (life span) yang berarti dari sejak konsepsi sampai saat meninggal.

Permainan Pertama

Ingatan masa sekolah

Coba anda jawab beberapa pertanyaan dibawah ini dengan merenungkan salah satu fase perkembangan anda sewaktu di TK, SD, SLTP, dan SMU :

1. Pelajaran apa yang menurut anda, pada saat itu paling anda senangi ?

2. Berikan alasan dengan bebas dan jujur mengapa anda menyenangi pelajaran itu ?

3. Dari isi materi pelajaran yang diberikan guru, isi materi pelajaran tentang apa yang paling anda ingat dan anda senang mengerjakan tugas pelajaran itu ?

4. sebaliknya, isi materi pelajaran tentang apa yang membuat anda malas mengerjakan dan tidak senang mengerjakan tugas itu ?

5. Berapa usia anda pada saat itu ?

Tugas kajian Pustaka & Internet :

Anda diminta mencari teori tentang karakteristik perkembangan psikologis sesuai usia.

Filosofi Pendidikan Tumbuh Sempurna

Anak didik ibarat sebuah benih tanaman, benih akan tumbuh dengan baik atau sebaliknya, bergantung pada kebun tempat menanamnya dan bagaimana pemilik/pemelihara dalam merawatnya. Benih akan tumbuh jika ditanam di kebun yang memiliki tanah gembur,menyiraminya dengan sabar, menggunakan air yang baik dan bukan air limbah, cukup udara dan sinar Matahari.

Pendidikan anak usia dini di taman kanak-kanak, raudhatul athfal, play group, Bina Balita dan lain-lain program pendidikan anak usia dini sejenis (Undang-undang Sisdiknas ; 2003 ; 46), sekolah dasar, madrasah iftidaiyah, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Sekolah Lanjutan Tingkat Akhir adalah ibarat kebun tempat menumbuhkan berbagai macam tanaman, sedangkan orang tua/guru ibarat pemeliharanya. Setiap orang tua/guru mengharapkan agar anak (benih) dapat tumbuh menjadi orang berbudi luhur dan cerdas sesuai dengan fitrahnya.

Kelas adalah taman tempat anak didik (Growth) mekar terbuka atau membentang menjadi besar, luas dan banyak, serta menjadi bertambah sempurna dalam hal kepribadian, pikiran, pengetahuan dan sebagainya dan bukan sekadar benteng tembok, melainkan juga adalah halaman sekolah, tanah, air, udara, cahaya matahari, buku-buku, barang-barang bekas, langit, bumi, dan alam tempat kita dapat belajar untuk pertumbuhan manusia dewasa (Froebel,1782 – 1852).

Ketika akar-akar benih tanaman otak kanan kirinya menancap kokoh, batang tubuhnya tumbuh menjadi kuat, menumbuhkan batang-batang Daya Cipta, kecerdasan lingusitik, kecerdasan logika matematik, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan musikal, kecerdasan kinestetik, kecerdasan naturalis, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan spiritual, kecerdasan vinansial dan kecerdasan lainnya. Oleh karena itu, batang-batang itu menumbuhkan daun-daun yang hijau dan berbagai macam bunga sesuai dengan jenis fitrah tanamannya (Gordon,2000 ; 314-354).

Tanaman yang tumbuh dengan baik, anak didik senantiasa memberi banyak manfaat, dan keindahannya akan membuat semua orang senang melihatnya. Bunga-bunganya yang cantik akan memberi manfaat bagi kumbang dan kupu-kupu untuk mengisap madunya. Begitu juga anak yang tumbuh di tangan orangtua dan guru yang baik, akan berterimakasih kepada Allah penciptanya karena banyak memberi manfaat bagi lingkungan, baik fisik maupun nonfisik, juga keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Rumah, sekolah, dan lingkungan, merupakan tempat anak didik tumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrahnya. Karena masa perkembangan anak didik melalui masa bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain. Oleh karena itu, agar anak bersedia mempelajari sesuatu dengan cepat dan efektif, orang tua dan guru harus menggunakan didaktik-metodik dalam suasana yang menyenangkan. Perkembangan otak masa belajar tidak bisa memperhatikan semua pelajaran yang tidak menarik, membosankan, atau tidak menggugah emosi, pastilah tidak akan diingat oleh anak didik.

Kategori:Tak Berkategori
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: